NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Wanita Lawan Wanita


__ADS_3

Di malam hari, terlihat dua orang wanita sedang berjalan menuju rumah mereka. Mereka terlihat sangat bahagia setelah keluar dari istana beberapa saat yang lalu. Senyum mereka merekah indah disepanjang perjalaan pulang. Namun senyum itu langsung menghilang saat tiba tiba ada lima wanita yang menghadang mereka dengan dengan memegang senjata tajam.


"Kalian siapa?"


"Diam dan ikut kami! Jika berteriak, pedang ini akan menembus jantung kalian, paham."


Dua wanita itu seketika diam dengan rasa takut yang luar biasa. Mereka pasrah dan menuruti lima wanita yang menggiring mereka. Namun ditengah perjalanan, kelima wanita itu dikejutkan oleh teriakan prajurit wanita yang sedang melintas.


"Hai! Berhenti!"


Sontak saja kelima wanita yang sebagian wajahnya di tutup dengan kain langsung berhenti. Namun mereka tidak mau menyerah. Dua wanita yang mereka bawa langsung dijadikan sandra.


"Jangan macam macam dan biarkan kami pergi! Atau kami habisi mereka saat ini juga!" ancam salah satu dari wanita yang menutup wajah.


"Oh, jadi kalia penyusup? Dari mana asal kalian?" tanya seorang prajurit dengan santainya.


"Tidak perlu cari tahu tentang kami! Biarkan kami pergi atau kami akan membuat kalian menyesal!"


"Waw! Mengerikan sekali. Tapi, Sayang, sepertinya kalian telah dikepung," ucap pemimpin prajurit dengan santainya. "Kalaupun kalian membunuh mereka, kalian tetep tidak akan bisa lepas dari kami, paham!"

__ADS_1


Kelima wanita itu saling pandang satu sama lain. Mereka tidak menyangka akan dikepung seperti ini. Mereka pikir, semua aman karena para penduduk pulau sedang berada di dalam Istana, jadi kelima wanita itu berpikir kalau tindakan mereka malam ini akan berhasil dengan baik.


Saat kelima wanita itu nampak sedang berunding lewat tatapan mata. Kedua wanita yang menjadi sandra langsung saja mendorong sekuat tenaga wanita yang memegangi lengan keduanya. Begitu wanita itu goyah, wanita yang menjadi sandra langsung saja lari menuju ke para prajurit Istana.


"Ah, sial, sandra kita lolos. Kalian pada ngapain aja sih!" bentak salah satu penjahat wanita dengan amarah yang berkobar. Kelima wanita itu lansung memasang kuda kuda menghadapnke berbegai arah.


"Apa kalian baik baik saja?" tanya salah satu prajurit begitu dua wanita yang menjadi sandra, berlindung kepadanya.


"Kami baik baik saja. Untung kalian datang tepat waktu," jawab salah satu wanita dengan nafas yang tersengal sengal.


"Baiklah. Sekarang lebih baik kalian minggir, sepertinya akan terjadi petarungan."


"Sebaiknya kalian menyerah saja, daripada kalian pulang tinggal nama," ucap pemimpin prajurit masih dengan sikap santainya.


"Kami? Menyerah? Hah! Tidak akan pernah ada kata menyerah bagi kami kepada wanita wanita tak berguna seperti kalian! Hahaha ..." salah satu dari lima wanita itu mencoba memancing emosi prajurit kerajaan.


"Terus? Apa bedanya dengan kalian? Bukankah kalian yang lebih memprihatinkan? Kalian rela berkorban untuk Raja kalian, tapi apa Raja akan bertanggung jawab, jika kalian mendapat kemalangan? Sia sia saja kalian berkorban untuk Raja kalian, benar?" cecar ketua prajurit dengan santainya.


Kelima wanita itu malah emosi sendiri mendengar ucapan monohok prajurit kerajaan. Apa yang dikatakan pimpinan prajurit memang benar adanya, raja kelima wanita itu takkan peduli jika mereka gagal dalam bertugas.

__ADS_1


"Daripada kalian banyak omong, lebih baik kalian rasakan ketejaman pedang saya! Hyaaa!"


Pertarunganpun akhirnya terjadi. Mereka saling serang dan bertahan serta melidungi diri dari gerakan pedang yang cepat dan sangat tajam. Beberapa orang diantara dia kubu pun ada yang terluka. Karena lawan yang tidak seimbang, akhirnya kelima wanita itu berhasil di tumbangkan.


"Sekarang kalian lihat, siapa yang terkuat, bukan?" ucap pemimpin pasukan pasukan dengan tatapan penuh ejekan. Kelima wanita itu, memandang para prajurit dengan pandangan penuh rasa benci.


"Ikat mereka dan bawa ke istana!"


"Siap, kapten!"


Dengan gerakan cepat para prajurit langsung mengamankan lima wanita dan menggiringnya dengan paksa menuju istana. Prajurit tidak peduli dengan luka yang mendera tubuh tawanan. Biar nanti itu semua menjadi urusan pihak istana.


Begitu sampai di halaman depan Isntana, kelima wanita itu dibuat tercengang dengan apa yang mereka lihat dan dengar saat ini. Disana begitu banyak tenda berdiri dengan suara suara rintihan nikmat yang berasal dari dalam tenda.


"Suara ini ..." ucap salah satu tahanan yang wajahnya nampak sangat terkejut.


"Anda pasti tahu itu suara apa, iya kan? Biar saya perjelas. Itu adalah suara pria dan wanita yang sedang berhubungan badan. Kalian pasti tahu apa artinya bukan?"


"Apa! Mana mungkin?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2