NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Raja Damendra


__ADS_3

"Apa perlu kita kerja sama dengan Raja Roma, Yang mulia."


"Aku juga berpikiran seperti itu, tapi apa kita sanggup memenuhi syaratnya? Kamu tahu kan? Raja Roma tidak pernah mau merugi?"


Ratu Amuba sontak terdiam. Dia sendiri ragu jika harus meminta bantuan kepada Raja Roma. Dia tahu benar, meminta bantuan Raja Roma sama saja memperparah keadaan kerajaan karena Raja Roma adalah orang yang tdak mau merugi.


Banyak kerajaan yang runtuh karena ulah Raja Roma. Ada dua hal sebagai pemicunya. Pertama, karena kalah perang dengan Raja Roma. Kedua, meminta bantuan Raja Roma dengan imbalan yang tidak main main. Maka itu, setiap kerajaan yang ingin minta bantuan kepada Raja Roma, harus memikirkan ulang akibat yang akan mereka diterima.


Begitu juga dengan Raja Damedra. Dulu, saat dia menghianati Raja Kagomara, Raja Damendra mengeluarkan upeti yang sangat banyak untuk Raja Roma. Dalam pikiran Raja Damendra, dulu dia rela mengeluarkan imbalan yang sangat besar karena Raja Damendra berpikir kalau dia akan mendapatkan harta yang lebih banyak dari Kerajaan Kagomara. Namun nyatanya, sampai saat ini Raja Damendra belum pernah mendapat harta berharga dari Pulau Kagomara.


Karena itulah Raja Damendra ragu untuk meminta bantuan kepada Raja Roma kembali. Yang ada Raja Damendra akan benar benar bangkrut nantinya. Dia pun kembali memutar otak untuk mencari cara menguasai kerajaan kagomara kembali.


"Apa kita perlu menyuruh beberapa prajurit untuk memata matai pria itu, Yang mulia?" Ratu Amuba kembali mengeluarkan idenya.


"Memata matai? Apa maksudnya?"

__ADS_1


"Kita harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana dan mencari kelemahan pria bernama Tuan Jackk itu. Aku yakin, dia pasti memiliki kelemahan yang bisa kita manfaatkan untuk menjatuhkannya."


Raja Damendra nampak manggut manggut sembari mencerna ucapan Ratu Amuba. "Tapi, apa nanti orang kita tidak di curigai?"


"Yang mulia tidak perlu khawatir, kita pakai saja orang kita yang sudah terbiasa ke Isntana Kagomara. Aku yakin mereka tidak akan curiga."


"Em ... ya, ya, ya. Benar juga. Baiklah kita coba pakai cara seperti itu saja."


"Baik, Yang mulia. Aku akan memerintahkan orang untuk melaksanakannya."


Sang Raja mempersilakan. Dia terduduk di tepi ranjang dengan segenap pikiran yang sangat kacau. Raja Damendra tidak pernah menyangka kalau dirinya akan mengalami masalah segenting ini. Dia sungguh tidak tahu apa yang akan terjadi pada kerajaannya jika dia kehilangan Kerajaan kagomara yang selama ini menopang kebutuhan yang diperlukan Raja Damendra.


Wajar jika Raja Damendra kalang kabut mendengar Kerajaan Kagomara akan diserahkan kepada orang asing. Ditambah lagi munculnya Putri Nafata, menambah beban pikiran Raja dalam menghadapi peliknya masalah yang terjadi kepadanya.


Sementara itu di tempat lain, Raja Roma juga sedang berharap mendapat kabar dari anak buahnya yang dia kirim ke kerajaan Kagomara. Tiga pria yang dikirim Raja Roma sangat dinantikan kabar beritanya. Sebab Raja Roma sangat penasaran apa yang terjadi di istana Kagomara saat ini.

__ADS_1


Datangnya para pria ke kerajaan kagomara serta muncul dan hilangnya kekuatan batu bercahaya ungu, menjadi misteri besar yang membuat Raja Roma begitu penasaran. Dia tidak mungkin gegabah dan menyerang Kerajaan kagomara, sebelum ada kejelasan dari orang orang yang dia kirim untuk menyusup kesana.


Tanpa Raja Roma ketahui, orang orang suruhannya telah berhasil diamankan oleh para prajurit Kagomara. Lima wanita dan tiga pria kini sudah berada di ruang tahanan yang sama yang letaknya tak jauh dari istana Kagomara. Dua kubu mata mata itu hanya terpisahkan oleh pilar pilar baja yang berderet cukup rapat.


"Ternyata kalian sudah tertangkap? Pantas kalian tidak ada kabar sama sekali," ucap salah satu penyusup pria kepada para tahanan wanita yang berasal dari kerajaan yang sama dengan tahanan pria.


"Yah, kami keburu ketahuan oleh prajurit prajurit sialan itu."


"Berarti kalian sudah tahu sejak lama? Kenapa pulau ini kedatangan banyak pria?" Beberapa wanita mengiyakan pertanyaan pria tersebut. "Kenapa kalian tidak segera melapor?"


"Niatnya kami akan mengumpulkan informasi yang banyak terlebih dahulu, baru kita pulang memberi laporan. Eh malah kita tertangkap duluan."


"Yah! Payah! Harusnya informasi sekecil apapun, kalian harus tetap memberi laporan karena bagi Raja, informasi itu sangat penting."


"Sudah, sudah. Kita tidak perlu berdebat. Sekarang, kita harus cari cara agar bisa kabur dari penjara ini."

__ADS_1


"Baik"


...@@@@@...


__ADS_2