NEGERI SEJUTA PERAWAN

NEGERI SEJUTA PERAWAN
Sindiran Pedas


__ADS_3

"Apa yang akan anda lakukan jika bertemu dengan dia?"


"Tentu saja, saya ..." ucapan Raja seketika terpotong saat sebuah suara tiba tiba menggelegar dengan lantang di ruang tersebut, membuat semua yang ada di sana nampak begitu terkejut.


"Apa Ratu memanggil saya?"


Semua mata sontak menoleh ke arah sumber suara. Di sana di antara pintu penghubung antara aula istana dan ruang tengah, Jack sedang berdiri lalu melangkah menuju ke arah singgasana Ratu Jenita.


Sedangkan rombongan dari Raja Roma, termasuk Raja Roma sendiri menatap tajam ke arah pemuda yang sedang melangkah dan tersenyum manis kepada Jenita. Mereka memandang penuh dengan pertanyaan dalam benak mereka.


Orang yang paling sangat memperhatikan kehadiran Jack tentu saja Raja Roma. Ada perasaan takjub saat melihat betapa tegap dan gagahnya pria itu. Belum lagi tato yang menempel pada tubuh Jack, menghadirkan banyak pertanyaan dalam benak Raja Roma.


"Silakan, Tuan Jack. Duduklah disebelah Ajudan," ucap Jenita dengan ramahnya lalu dia memandang ke arah Raja Roma. "Yang mulia Raja Roma, dia lah pria yang membuat anda penasaran, sampai anda rela membuang waktu anda datang ke sini dari jauh."


Raja Roma seketika terkesiap. Entah karena malu atau bagaimana, dia agak gelagapan sebab sejak beberapa waktu yang lalu Raja Roma sedang fokus memperhatikan Tato yang menyebar di tubuh Jack. Jack pun sengaja menyembunyikan kalung yang sering dia gunakan di balik celana yang dia pakai.


"Jadi ini pria istimewa itu?" ucap Raja Roma langsung menunjukan sedikit keangkuhannya.

__ADS_1


"Jadi anda, Raja yang menyebabkan para wanita disini harus menanggung derita karena sebuaah ambisi?" Jack membalas ucapan Raja Roma dengan santai tapi cukup membuat semua yang ada disana terkejut akan sikap Jack.


"Apa maksud anda?" tanya Jenderal dari pihak Raja Roma dengan nada sedikit lantang.


"Jika anda pintar, anda pasti tahu maksud dari perkataan saya, bukan?" balas Jack dengan sikap santainya. Bagi Jack, Raja Roma tidak semenakutkan yang dikatakan para wanita.


Dan pastinya ucapan Jack membuat emosi orang orang dari pihak Raja Roma, termasuk Raja Roma sendiri. Dari pandangan Raja Roma, Jack orang yang tidak suka basa basi. Raja Roma berusaha bersikap tenang. Dia juga memerintahkan anak buahnya agar bisa menahan emosinya.


"Kalau memang benar saya Raja yang penuh ambisi, kira kira apa yang akan anda lakukan?" Raja Roma melontar pertanyaan.


Jack sontak menyeringai. "Saya tidak perlu melakukan apa apa. Karena biasanya, orang orang yang penuh ambisi, hanya orang orang pengecut yang bisanya mengandalkan orang lain."


"Darimana anda bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya Raja Roma dengan berusaha bersikap santai.


Jack kembali menyeringai. "Dari orang orang yang berhasil kami tangkap. Lima wanita dan tiga pria. Mereka jauh jauh datang kemari, demi menyelediki dan mencari info tentang apa yang terjadi pada kerajaan ini. Kalau memang Rajanya bukan pengecut, mana mungkin akan memakai cara picik seperti itu."


Dan lagi, wajah wajah terkejut tergambar jelas pada diri Raja Roma dan rombongannya. Mereka benar benar seperti sedang dihina secara tak langsung. Gemuruh di dada Raja Roma semakin menggelegar. Dia tidak menyangka, anak buah yang dia kirim ternyata sudah tertangkap dan menjadi tolak ukur Jack dalam melayangkan hinaannya.

__ADS_1


"Apakah anda sedang membunyikan genderang perang terhadap kami?" lagi lagi Jendra dari pihak Raja Roma melayangka pertanyaan yang seperti tuduhan.


"Tidak! Tentu saja tidak," balas Jack masih dengan santainya. "Bukankah yang sering tiba tiba menyerang dan mengajak perang itu pihak anda!"


Raja Roma yang dadanya masih bergemuruh, terus berusaha bersikap tenang. Biar bagaimanapun dia adalah Raja. Dia tidak mau wibawanya jatuh di depan pria yang lebih muda darinya.


"Katakan! Apa yang sebenarnya anda inginkan?" tanya Raja Roma.


"Hahaha ..." Jack malah tertawa. "Kenapa anda memberi saya pertanyaan seperti itu? Bukankah harusnya saya yang bertanya, setelah melihat saya, apa yang akan anda lakukan? Bukankah tujuan anda kesini hanya untuk melihat saya atau ada maksud lain dari kedatangan anda kesini."


"Maksud anda?" tanya Raja Roma pura pura tidak mengerti.


"Baiklah kalau anda pura pura tidak mengerti, akan saya katakan maksud dari ucapan saya."


"Silakan."


Jack kemudian mengeluarkan kalung yang dia sembunyikan. Seketika mata Raja Roma langsung membelalak.

__ADS_1


"Itu!"


...@@@@@...


__ADS_2