
"Gila! Jack keren banget!"
"Iya, bagus kayak gitu katanya nggak bisa bela diri."
"Sial! Ternyata suhu dia!"
Itulah ungkapan yang keluar dari mulut Nikki dan Rahul. Decak kagum sangat terlihat dari wajah mereka saat melihat Jack yang dengan sangat elegan menahan setiap serangan yang Jenita lakukan.
Gerakan Jenita sendiri juga tak kalah bagus, tapi dari banyaknya serangan yang dia gencarkan, tak satupun yang mampu menyentuh lawan. Bahkan Jack yang menjadi lawan masih terlihat bugar. Berbeda dengan Jenita yang sudah mengeluarkan banyak keringat.
Meski badan Jack bergerak menahan dan menangkis setiap serangan yang tertuju ke arahnya, dalam hati, Jack masih merasa heran dengan apa yang sedang dia alami. Jack benar benar terkejut bukan main kalau gerakannya bisa seringan itu seperti ahli bela diri para aktor laga.
Melihat Jenita yang kewalahan dan kelelahan, terbesit rasa ingin mengalah di dalam hati Jack. Namun mengingat kalau nyawanya yang menjadi taruhan, Jack merubah niat dan harus melakukan penyerangan untuk melumpuhkan lawan.
Di saat tangan kanan Jenita mengayun kepalan ke arahnya, Jack langsung menyambutnya dengan menamgkap pergelangan tangan itu dan memutarnya ke tubuh Jenita lalu menguncinya. Jenita tidak menyerah begiu saja. Dia menggunakan tangan satunya lagi untuk menyerang, tapi usahanya sia sia. Jack dengan mudah menguncinya juga. Jenita tetap berusaha dengan menyerang menggunakan kaki ke arah sembarang arah, tapi tetap usahanya gagal. Jack mengapit kaki Jenita dengan kedua kakinya.
"Gimana? Masih mau mencoba?" tanya Jack terdengar meremehkan. Jenita benar benar dibuat tak berkutik.
"Jangan senang dulu!" balas Jenita dengan nada kesal.
__ADS_1
"Baiklah, saya tunggu usaha anda, Sayang."
Jenita mendengus kesal. Otaknya benar benar berpikir keras, mencari cara untuk melepaskan tanganya yang benar benar terkunci. Tapi semakin dia berusaha, semakin dia kesulitan untuk menemukan cara agar bisa melepaskan diri.
"Bagaimana, Sayang? Masih mau berusaha?" pertanyaan Jack benar benar terdengar meledek di telinga Jenita. Namun wanita itu hanya bisa mendengus semakin kesal tanpa bisa melawanya.
"Baiklah, akan saya lepaskan. Tapi ingat, mulai malam ini kita akan tidur dalam satu kamar bagaimana?" Jack memberi tawaran yang membuat Jenita semakin mendelik. Tapi sepertinya wanita itu memang tidak memiliki pilihan lain selain kata setuju.
"Diam berarti setuju! Oke, nanti malam tunggu saya di kamar anda, Ratuku," bisik Jack membuat membuat bulu kuduk Jenita meremang. Jack perlahan melepaskan jeratan tangannnya. Namun sebelum terlepas sempurna, Jack kembalu meraih tangan Jenita. "Ingat! Tunggu saya nanti malam di kamar anda! Paham!"
Setelah itu, baru Jack melepaskan semua jeratannya dan segera pergi dengan senyum yang cukup lebar.
Sementara itu di dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya.
"Hebat kamu, Jack! Ternyata kamu ahli bela diri!" seru Rahul. "Kirain beneran kamu nggak bisa bela diri, nyatanya, kamu lebih dari suhu."
Jack hanya tersenyum masam. "Aku juga kaget, kenapa aku jadi bisa bela diri seperti itu."
Sontak saja langkah Rahul dan Nikki terhenti dan keduanya menatap Jack penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Beneran? Aku sendiri nggak nyangka badanku bisa selentur dan selincah itu," sambung Jack lagi berusaha meyakinkan dua rekannya.
"Kamu lagi nggak bercanda, kan?" selidik Nikki.
Astaga! Serius!" jawab Jack sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V. "Aku sendiri juga kaget, jangankan bisa bela diri, aku aja nggak minat ikut perguruan silat."
Nikki dan Rahul masih ragu dengan kejujuran Jack. Tapi melihat cara Jack meyakinkan mereka, keduanya percaya kalau Jack jujur.
"Terus? Bagaimana mungkin kamu tiba tiba bisa bela diri?" tanya Nikki.
"Benar, mana gerakannya bagus banget lagi. Darimana coba?" sambung Rahul.
"Mana aku tahu. Aku aja masih penasaran."
Ketiganya hanya bisa saling tatap dengan tatapan heran, dan mereka kembali melanjutkan langkah kaki mereka. Namun beberapa saat kemudian Rahul kembali berhenti dan menatap Jack dan Nikki bergantian.
"Apa mungkin ada hubungannya dengan batu bercahaya ungu yang masuk ke dalam air semalam?"
Deg!
__ADS_1
...@@@@@@...