
Jack dan Jenita pulang dengan perasaan lega dan bahagia. Setelah berbicara dengan sepasang Naga dari laut timur, mereka mendapatkan begitu banyak pencerahan dalam menghadapi masalah yang bisa terjadi kapanpun saatnya tanpa mereka minta.
Jenita juga sekarang yakin, kalau Naga ternyata tidak sejahat seperti apa yang pernah dia pikirkan. Gara gara kutukan Naga yang melekat pada tubuhnya selama bertahun tahun, Jenita berpikir kalau Naga adalah makhluk yang sangat jahat. Tapi sekarang pikiran Jenita sudah terbuka. Naga tidak jahat, tapi manusialah yang serakah sampai Naga harus berbuat seperti itu.
Begitu sampai di dalam istana, Jack dan Jenita bergegas menuju kamar untuk membersihkan diri. Di luar istana, masih berlangsung ritual massal baik dari pria yang sudah datang sejak kemarin ataupun pria yang baru saja datang hari ini. Para wanita yang belum melunturkan kutukannya juga terlihat masih banyak dan sedang berbaris rapi menunggu giliran.
"Mungkin saat ini, ayahku sedang mengumpulkan prajuritnya, Tuan Jack," ucap Jenita. Saat ini dua anak manusia itu sedang berendam di kolam yang sama dengan posisi Jenita bersandar pada dada Jack dan tangan Jack bergerilya menjelajahi tubuh Jenita.
"Apa pasukan Raja Damendra sangat banyak?"
"Ya, lumayan. Tapi jika dibandingkan dengan pasukan milik Raja Roma, pasukan milik Ayahku kalah jauh."
"Berarti kita harus gerak cepat menyusun strategi dan menyuruh para pria dan wanita berendam bersama."
"Apa kamu tidak ada rencana lain, Tuan Jack? Biasanya ide kamu cemerlang?"
"Hahahah ... belum ada, Ratuku sayang. Nanti kita coba bicarakan dengan yang lainnya ya? Mungkin saja tiba tiba nanti aku punya ide yang lebih gila."
"Aku harap begitu. Aku benar benar Ratu yang bodoh. Aku tidak bisa melakukan apa apa untuk melindungi rakyatku sendiri."
"Hust! Jangan bicara seperti itu! Semua yang terjadi karena kamu belum terbiasa menghadapinya."
__ADS_1
"Tapi kan semua masalah beres ditangan kamu, Tuan. Nah aku? Bisa apa coba?"
"Kamu bisa memberi aku kenikmatan di atas ranjang dan kamu bisa memberi ijin aku menikmati mahkota wanita lain, itu sudah cukup bagi aku, Ratuku sayang. Aku nggak akan minta lebih."
"Tapi aku takut, Tuan. Aku takut kamu ..."
"Menjadi pengkhianat sama seperti ayah kamu?" Jenita mengangguk. "Nggak, nggak mungkin. Lagian kan aku bercinta dengan wanita lain hanya untuk melunturkan kutukan. Setelah hilang ya sudah, aku nggak mau kenal lagi. Karena dihatiku sudah ada Ratu."
Senyum Jenita langsung terkembang. "Terima kasih, Tuan."
"Sudah, tidak perlu berterima kasih. Sekarang kita selesaikan mandi kita, lalu kita bergabung dengan yang lain, oke!"
Nikki, Rahul, Nafata dan Insana terlihat sudah berada di bangunan belakang istana. Satu hari ini mereka memang belum sempat berkumpul. Mereka disibukka dengan tugas masing masing dalam membantu pria dan wanita yang berdatangan ke istana.
"Gimana, Nik, Hul? Apa semuanya lancar?" tanya Jack begitu dia duduk dihadapan yang lainnya bersama Jenita. "Apa air ramuannya masih cukup?"
"Lancar dong, Jack. Air ramuannya juga masih banyak, jangan khawatir," jawab Rahul antusias.
"Baguslah, kalau ada apa apa segera lapor saya." titah Jack.
"Siap, Jack!" balas Rahul sedangkan Nikki hanya cengengesan.
__ADS_1
"Ratu, katanya tadi kamu bertengkar hebat dengan Raja Damendra?" kini Nafata yang bertanya.
"Ya begitulah. Setiap ketemu ya kita selalu bertengkar, Putri," jawab Jenita nampak sedikit lesu.
"Perasaan sejak ada Ratu Amuba, hidup kamu tidak pernah damai?"
Jenita tersenyum getir. Apa yang dikatakan Nafata memang benar, sejak Ratu Amuba menjadi istri Raja Damendra, kehidupan Jenita berubah drastis. Hanya ada pertengkaran setiap hari. Dan Jenita yang selalu menjadi korban ketidak adilan.
"Sudah, jangan dibahas lagi," ucap Jack. "Sekarang, yang perlu kita bahas adalah menyusun rencana membangun kekuatan dan pertahanan buat kerajaan ini."
"Loh? Emang kenapa? Ada masalah lagi, Jack?" tanya Nikki.
Jack pun langsung menceritakan apa yang ada dalam benaknya sama persis dengan apa yanh dia bicarakan dengan Jenita sewaktu mandi. Jack juga menceritakan pertemuannya dengan naga serta saran yang Naga berikan untuk mereka.
"Wah! Berarti kita harus gerak cepat, Jack" ucap Nikki.
"Harus! Makanya aku ngajak kalian berkumpul untuk membahas masalah ini dan mencari jalan keluarnya."
"Baiklah, mari kita bicarakan," ucap Rahul, dan semua lansung memasang wajah yang serius.
...@@@@@@...
__ADS_1