
Hari kini berganti lagi, dan pagi kini datang kembali. Seperti yang sudah direncanakan, Naga jantan dan naga betina kini mulai bergerak mendeki pusat kerajaan Kagomara. Dengan penyamaran yang begitu sempurna, mereka berpura pura menjadi pengembara. Mereka pun diterima dengan baik oleh warga dimana semuanya adalah wanita yang masih bermahkota.
"Kami yang berada di kerajaan Kagomara adalah para wanita terbuang yang sama sekali tidak tahu apa kesalahan kami hingga justru kami yang mendapat kutukan, bukan kaum lelaki," ucap seorang wanita saat sang Naga berpura pura mencari informasi tentang pulau Kagomara. Padahal dalam hati, sang naga bersorak dan mengumpat.
Seperi itulah musibah akibat keserakahan. Siapa yang berulah, yang tidak bersalah malah terkena imbasnya. Apa lagi di sana juga banyak anak perempuan yang masih kecil, sudah harus bisa beradaptasi dengan lingkungan tersebut sebelum saat remaja nanti, dia dibuang orang tuanya di pulau tersebut.
Naga juga berhasil mendapat informasi kalau di pulau itu, kerajaan menahan tiga pria yang menggagalkan upacara persembahan pengampunan untuk dewa agar para wanita disana terlepas dari kutukan sang naga.
Menurut kabar yang terhembus, tiga pria itu akan membuktikan kalau mereka melunturkan kutukan tersebut sampai batas bulan purnama yang akan datang. Ini sungguh informasi yang sangat mengejutkan pagi sang naga.
"Apa mungkin, tiga pria itu yang memiliki batu bercahaya ungu dan mereka sudah tahu kekuatan batu itu, Suamiku?" ucap Naga jantan saat mereka kembali ke tempat persembunyiannya.
__ADS_1
"Mungkin saja, Istriku," balas Naga jantan. "Dan mungkin saja itu sebabnya kekuatan batu sering datang dan menghilang, Istriku. Aku yakin, mereka bukan orang sembarangan."
"Terus, apa yang akan kita lakukan? Bukankah mereka saat ini menjadi tahanan kerajaan. Kita tidak mungkin bisa masuk selain kita berubah ke wujud asli kita, Suamiku."
Apa yang dikatakan naga betina memang benar. Tapi naga jantan takut terjadi apa apa pada naga betina. Apalagu saat naga jantan mengingat naga betina di serang, naga jantan tidak ingin hal itu terjadi kembali dan dia malah kehilangan istrinya.
"Tenanglah, istriku. Aku yakin pasti nanti ada jalan untuk kita menemukan dan merebut batu itu. Sekarang yang perlu kita waspadai adalah orang orang yang mengincar batu bercahaya milik kita."
Saat ini Raja Roma sedang melakukan rapat besar setelah semalam mendapat sinyal dari lonceng yang terhubung dengan racun sihir yang mengikat tubuh Nafata. Dari lonceng itulah Raja Roma sangat yakin kalau batu bercahaya ungu yang dia impikan telah kembali.
Namun. sayang, lagi lagi para cenayang tidak mampu mendeteksi dimana tepatnya keberadan batu tersebut. Hal itu dikarenakan saat lonceng itu berbunyi, mereka sedang melaksanakan perintah Raja dan tidak berada dalam lingkungan kerajaan, jadi para cenayang tidak melakukan ritual pendeteksi. Wajar jika para cenayang tidak bisa mendeteksi, karena batu itu saat ini kembali menjadi tiga bagian.
__ADS_1
"Kalian benar benar bodoh!" maki Raja Roma menunjukkan kemurkaannya. "Kalau lonceng ini berbunyi berarti batu itu berada tidak jauh dari tempat ini, mengerti!"
"Tapi dimana, Yang Mulia?" tanya cenayang dengan bodohnya.
"Jenderal, kamu saja yang menjelaskannya! Makin tua bukannya makin pintar tapi malah makin bodoh mereka semua."
"Baik, Yang mulia," ucap sang Jendral dan dia berdiri di tengah sidang. "Perhatikan titah Yang Mulia! Kalian semua membentuk kelompok dan melakukan penyamaran di semua pulau dan kerajaan yang ada di muka bumi ini. Cari informasi tentang batu bercahaya ungu! Kasih kabar secepatnya dan serang, siapapun yang memiliki batu itu, mengerti!"
"Mengerti, Jenderal!"
...@@@@...
__ADS_1