
Orion menatap bangunan tinggi dan mewah di depannya. Meski sudah tengah malam tetapi bangunan tinggi dan mewah yang berbentuk Mansion itu masih sangat terang. Orion menatap ke bawah dimana para penjaga Galiendro sedang mengawasi sekitar Mansion itu.
Berjaga jaga apabila mereka mengetahui keberadaannya.Orion berjalan ke sisi samping kiri bangunan yang terlihat pencahayaannya kurang terang dibandingkan tempat yang lainnya. Setelah dirasanya aman, Orion berguling menuju Mansion Galiendro. Bukan tanpa alasan ia melakukannya. Jika Orion berlari maka sudah dipastikan keberadaannya pasti akan tercium oleh para penjaga. Mereka memiliki alat canggih yang bisa mendeteksi sesuatu.
Untung saja di sini bersih. Orion masih bisa menerimanya karena berguling disepanjang jalan. Orion mencongkel jendela dengan belatinya. Terlalu merepotkan sebenarnya melakukan hal seperti ini. Tetapi mau bagaimana lagi ?.
Hanya ini jalan yang lumayan renggang penjagaannya dan juga memiliki jendela kaca besar tanpa kawat pelindung. Setelah terbuka Orion melompat masuk ke dalam. Lalu mengambil kaca mata hitam yang diselipkan di saku bajunya dan memakainya dengan hati hati.
Sedikit Info, kacamata hitam ini adalah rancangan Saiph yang Orion ambil secara diam diam. Dengan kata lain kacamata ini ia curi dari Saiph. Atau lebih halusnya lagi kacamata ini dirinya pinjam tanpa bilang pada pemiliknya.
Orion menekan tombol di samping kanan batang kacamata itu. Seketika pandangannya dapat melihat semua benda meski dalam ruangan yang gelap. Bukan hanya itu Orion juga dapat melihat benda benda kecil yang disembunyikan atau yang tak terlihat oleh mata terbuka.
" Benat benar hebat." bisiknya pelan.
Sekarang saatnya mencari brankas !.
Orion meneliti ruangan yang ia singgahi saat ini. Namun menurut pandangannya tidak ada yang mencurigakan. Melanjutkan langkahnya secara perlahan lahan dengan pandangan fokus mencari brankas. Tangan kanan yang memegang pistol dan tangan kirinya yang menggenggam belati.
Orion melanjutkan pencariannya menuju ruang kerja Galiendro. Tetapi baru saja kakinya berjalan beberapa langkah empat orang penjaga datang kearahnya. Orion segera bersembunyi di balik dinding. Dilihatnya empat penjaga itu yang malah berbaring di ruangan itu seperti bersantai membuat Orion kesal. Mereka pasti kumpulan penjaga pemalas.
Orion memilih jalan memutar kearah ruang kerja Galiendro. Ada dua orang penjaga di depan ruang kerja itu. Orion berpikir sejenak tentang apakah ia harus membunuh mereka atau tidak. Tapi kalau Orion membunuh mereka itu terlalu beresiko.
Orion melepaskan kacamata hitamnya lalu berjalan dikegelapan. Dengan mengandalkan kekuatan dari kecepatan Orion bergerak maju memukul dahi kedua penjaga itu.
Seketika mereka berdiri kaku layaknya patung dengan pandangan kosong. Ini adalah salah satu rahasia yang ia pelajari dari ayahnya dulu. Orion memukul mereka dengan kekuatan penuh pada bagian dahi dan membuat mereka terkejut. Lalu mengalami semacam pingsan namun dengan mata terbuka. Itu diakibatkan dari rasa terkejut dan serangannya yang mengenai otak depan mereka.
Orion kembali memasang kacamata hitamnya dan berjalan masuk ke dalam ruang kerja Galiendro. Tanpa menyia nyiakan waktu lagi Orion segera mencari apapun petunjuk yang menurutnya mengarah kearah brankas itu.
Namun sangat disayangkan karena apa yang dicarinya tidak ia temukan disini. Jadi dimana si penghianat itu menyimpan brankasnya ?.
Orion membuka lemari dimana banyak berkas berkas penting. Dibacanya cepat satu persatu dengan teliti tanpa terlewatkan. Lagi dan lagi tidak ada apapun disini kecuali..., tangannya Orion berhenti pada berkas dengan sampul bewarna merah.
__ADS_1
Dibacanya isi map itu dan matanya melebar seketika. Ternyata ia menemukan hal lain selain brankas yang dicarinya. Orion segera menyimpan berkas itu ke dalam bajunya lalu beranjak pergi dari sana.
.
...*****...
.
Orion menghentikan motornya di depan markas Zairan. Malam ini ia akan berbincang beberapa hal dengan pria itu. Semoga saja dia belum tidur saat ini.
Melihat kedatangannya yang tiba tiba seluruh anak buah Zairan terlihat terkejut. Mereka menunduk hormat memberi salam kepada Orion.
" Dimana Zairan ?"
" Tuan berada di balkon kiri tuan Orion." jawab salah satu anak buah Zairan.
Orion mengangguk sekilas lalu kembali berjalan mencari keberadaan Zairan. Ia bertanya tanya apa yang dilakukan pria tua itu malam malam begini di balkon markasnya.
" Anak buahku bilang kau datang berkunjung."
" Mereka hanya memberitahu Orion. Jangan menatap mereka seakan akan kau ingin membunuh mereka." ucap Zairan.
Orion mendekati Zairan yang sedang merokok sambil bersandar di pagar balkon. Sepertinya Zairan mengalami insomnia sepertinya.
" Ada apa ?" tanya Zairan.
Orion mengangkat bahunya acuh. " Suntuk."
" Kau kurang kerjaan." komentar Zairan.
Orion ikut bersandar di pagar balkon dan memandang langit malam. Kemudian menghela napas melihat pemandangan indah di langit malam.
__ADS_1
" Cerita saja." Zairan menepuk kepala Orion.
" Zai jika kau memiliki sesuatu yang sangat penting dan kau harus menyembunyikannya dari semua orang. Dimana kau akan menyimpannya ?" tanya Orion.
" Sesuatu itu seperti apa ? Apa itu kenangan masa lalu atau hanya sesuatu rahasia yang diingat saja ?"
Orion terdiam untuk beberapa saat. " Itu..., semacam benda yang berisi rahasia penting yang bisa menjadi senjata. Karena itulah benda itu harus dirahasiakan dari semua orang dan hanya pemiliknya saja yang tahu."
" Itu berarti sama saja kau ingin tahu rahasia terbesarku." gurau Zairan.
Orion berdecak mendengarnya. " Itu hanya seumpamanya Zairan. Aku sudah cukup sulit memikirkan cara menyingkirkan para penghianat itu. Rahasiamu hanya akan menambah beban untukku."
Zairan tertawa lalu membuang rokoknya ke atas lantai dan menginjaknya dengan sepatunya. " Jika rahasia itu bisa dijadikan senjata. Seperti apa contohnya ?"
" Bukti bukti atau data data penting." jawab Orion.
Zairan memikirkannya dengan mata memandang langit. Cukup lama ia mendapatkan jawaban yang diinginkan Orion.
" Jika memang benar, aku rasa itu bisa disimpan dalam sebuah memori kecil. Akan lebih aman jika hal seperti itu dimasukkan ke dalam sebuah komputer, laptop, handphone, Flashdisk, atau memori. Namun akan banyak resiko jika hal itu jangan diketahui banyak orang. Jelas benda itu akan bisa dilacak oleh seorang hacker."
" Jadi ?" tanya Orion yang masih belum puas mendengar jawaban dari Zairan.
Zairan memandang Orion sampingnya. " Seperti ucapanku kalau itu akan bagus disimpan dalam memori kecil. Lalu...,"
" Lalu ?" Orion menatap Zairan penasaran karena pria tua itu menggantung ucapannya.
" Kau tanam di dalam tubuhmu sendiri" ucap Zairan melanjutkan perkataannya.
Orion terkejut mendengarnya. " Bisa seperti itu ?"
" Tentu saja."
__ADS_1
" Dari mana kau tahu ?"
Zairan tersenyum lalu menunjuk lengan kanannya. " Karena aku melakukan hal itu untuk menyimpan semua hal tentang anggotaku."