
Jack tersenyum miring melihat hasil jepretan fotonya. Gambar ini akan ia gunakan untuk membalas semua kejahilan Hansen kepadanya. Suruh siapa dia selalu saja membuatnya kesal dengan tingkah kekanakannya itu.
" Selamat mengahadapi macan betinamu Hans." Jack menekan tombol kirim pesan pada seseorang. Kita lihat saja, dalam beberapa menit lagi orang itu pasti akan datang ke kantor ini untuk menemui Hansen.
Jack menyimpan kembali ponselnya di dalam saku jasnya. kemudian ia berjalan ke ruangan Gabriel untuk menyiapkan beberapa laporan.
Tanpa Jack sadari Hansen sekilas melihat kepergiannya. Namun Hansen tidak merasa ada yang aneh dengan pria itu. Mungkin dia ingin melihat jalannya pemotretan ini.
" Hans semua sudah selesai. Kau tidak makan siang ?" tanya Tera yang baru keluar dari ruang make up.
Hansen mengangguk sekilas lalu menyimpan ponselnya ke dalam tas. " Ini aku baru mau makan."
" Hansen sayang, kau makan sendirian kan ?" Tesla datang lalu bergelayut manja di lengannya.
" Iy..."
" Dia akan makan siang denganku." Felicia menarik pelan sebelah tangan Hansen yang bebas.
Tesla langsung menatapnya tidak suka. Berani sekali wanita gila itu merebut pria incarannya. " Dia makan siang denganku."
" Denganmu ? Benarkah ? Memangnya Hansen sudah menyetujuinya?" Felicia mengangkat sebelah alisnya menantang Tesla.
" Kau..."
" Cantik bisa tolong jangan ribut di sini. Tolong juga lepaskan tanganku karena aku sudah sangat lapar sekarang." Hansen menatap kedua gadis itu dengan senyum manis andalannya. Namun diam diam Hansen memandang Tera meminta pertolongan.
Tera menangkupkan kedua tangannya di depan dada meminta maaf. Menolong Hansen sama dengan mengajak perang kedua gadis itu. Tera masih menyayangi make up dan juga rambut halusnya. Belum lagi kuku tangannya baru saja dicat kemarin.
" Tapi dia ingin merebutmu dariku Hans." Tesla berucap manja setengah mengadu kepada Hansen.
" Merebut ? Hello ! Kau perlu berkaca dulu agar tidak terus menghayal. Kau itu tidak memiliki hubungan apapun denganmu." ucap Felicia.
" Tapi aku sudah mengenalnya sangat lama !"
Felicia memutar matanya malas. " Mengenal lama bukan berarti Hansen bisa menjadi milikmu juga."
" Siapa yang bilang ?! Hans beritahu dia tentang hubungan kita." Tesla mengusap lengan tangan Hansen untuk merayunya.
__ADS_1
" Jangan dijawab, kalau dijawab aku akan menciummu lagi." ucap Felicia dengan pandangan mengancam Hansen.
Hansen mengerutkan keningnya bingung. Andai saja ia belum mengenal Reina mungkin Hansen akan menerima ancaman dari Felicia meski ada Monica di sisinya. Tapi sekarang posisinya sedang tidak memungkinkannya untuk melakukan itu. Karena Hansen tidak tega menolak permintaan Reina agar ia bisa membalas perasaannya.
" Hans ayo jawab." pinta Tesla.
" Jangan Hans." ucap Felicia.
" Hans." Tesla merengek manja menatap Hansen dengan mata yang berkaca kaca.
" Ehem ! Hans kau selingkuh dengan dua gadis sekaligus ? Bagus sekali."
Seketika tubuh Hansen menegang mendengar suara itu. Namun wajahnya tetap memasang senyum manis meski jantungnya berdetak lebih kencang saat ini. Perlahan Hansen menoleh dan melihat Reina yang melipat tangannya dengan bersandar di pintu masuk ruang pemotretan.
Hansen melepas paksa tangannya dari kedua gadis itu. Lalu ia berjalan menghampiri Reina yang menatapnya dengan wajah datar dan pandangan tajam.
" Rein kau di sini ?" tanya Hansen.
" Tidak, aku sedang di Timur untuk berkencan." Reina menjawab asal kerena sudah terlalu kesal. Memang Reina akan mengalah dan melakukan apapun yang Hansen inginkan. Tapi kalau dalam hal menumpuk wanita Reina mana bisa mengalah.
.
.
Hansen tersenyum canggung lalu menggenggam tangan Reina. " Mereka temanku di perusahaan ini. Kami biasa bercanda bersama. Kau..."
" Aku tidak meminta penjelasanmu." Reina berucap cepat memotong ucapan Hansen.
Hansen langsung terdiam tanpa berani mengeluarkan suaranya lagi. Entah sejak kapan ia menjadi seperti ini.
" Hans jadi kau ingin makan siang dengan siapa ?" Tera dengan tanpa bersalahnya malah bertanya di tengah ketegangan suasana itu.
Hansen mengedipkan matanya memberi isyarat untuk Tera agar gadis itu berhenti berbicara. Tapi sayangnya Hansen lupa kalau kekasih dari petinju terkenal itu adalah orang yang memiliki kepekaan di bawah rata rata.
" Apa gadis yang baru datang itu kekasihmu juga ?" tanya Tera lagi.
Mendengar kata kekasihmu juga. Reina mendelik kesal menatap Hansen lalu beralih memandang kedua model yang tadi memperebutkan Hansen.
__ADS_1
" Dua gadis ? Lalu kau siapa ?" Reina bertanya pada Tera.
" Aku hanya rekan kerjanya dan namaku Terania kau bisa memanggilku Tera. Oh iya ! Kau tenang saja, jika kau suka menonton petinju dan melihat seorang pria yang selalu menjadi juara tertinggi. Nah, dia adalah kekasihku." jelas Tera dengan tersenyum bangga.
Reina menganggukkan kepalanya mengerti. Berarti gadis bernama Tera itu tidak tertarik kepada Hansen. Untuk tentang kekasih gadis itu tentu Reina tahu karena ayahnya pecinta olahraga dan dunia pertarungan.
Tetapi itu tidak mengurangi kekesalannya ini sama sekali. Reina menatap Hansen dari wajah sampai ujung kaki dan kembali lagi ke wajah. Lalu berdecak kesal setelahnya, memang susah menyukai orang yang memiliki wajah tampan.
" Hans kau pasti akan makan siang denganku kan ?" Tesla yang mulai kesal berjalan mendekati Hansen dan bergelayut manja di lengannya.
Tidak mau kalah Felicia juga ikut menghampiri Hansen dan menggenggam satu tangannya lagi. Hal itu berhasil membuat Reina melotot marah. Ia menatap Hansen penuh peringatan
" Rein aku bisa menjelaskan ini. Kau jangan salah paham dulu. Aku..."
" Apa dua wanita untukmu cukup ?"
" Ap...apa ?" Hansen memandang Reina ketakutan dan juga bingung.
Reina tersenyum sambil melipat kedua tangan di depan dada. Kata Gabriel, Hansen adalah pria yang suka merayu wanita. Tapi Reina adalah gadis penakluk para pria. Hansen salah besar kalau ingin membuatnya kesal dalam hal seperti ini.
" Aku bisa memberikanmu lebih dari dua. Apa kecantikan di sisi kana dan kirimu cukup ? Kalau tidak aku siap mencarikan yang lain sebagai tambahan wanita untukmu." ucap Reina.
Hansen langsung menggelengkan kepalanya kencang. Sejujurnya ia tidak menyukai wanita yang terlalu agresif seperti Tesla dan juga Felicia. Untung saja taraumanya sudah mulai berkurang. Kalau tidak mungkin Hansen akan berteriak tidak tentu arah sekarang.
Tapi bukan berarti Hansen menyukai keadaannya saat ini. " Aku hanya cukup denganmu saja." jawabnya.
Reina terkekeh pelan memandang Hansen kemudian melirik kedua wanita itu yang sedang bergelayutan seperti lintah. " Kau berbicara seperti itu disaat kedua sisimu penuh dengan wanita. Kau gila Hans ?"
Tersadar ia telah melakukan kesalahan lagi. Hansen cepat cepat melepaskan tangannya dari Tera dan Felicia. Ia beranjak dan berjalan ke belakang Reina lalu memeluk pinggangnya. Ia berbisik di telinga Reina untuk meminta maaf.
" Maafkan aku, para wanita itu yang datang sendiri kepadaku."
" Dan kau menerimanya ?"
" Tidak aku sudah menghindarinya tadi."
" Dasar pembohong."
__ADS_1