Orion (Sang Pemburu)

Orion (Sang Pemburu)
Daging Ular


__ADS_3

Mata Orion berkilat licik sekilas lalu kembali berubah menjadi ramah. Tatapannya tak henti memandang Jung Deon yang menikmati makanan di atas meja bersama empat orang anak buahnya. Setelah mereka selesai makan barulah Orion beri kejutan sesungguhnya nanti.


" Apakah enak ?" tanya Orion.


Jung Deon tersenyum malu namun tetap menganggukkan kepalanya. " Ini adalah makanan terenak yang pernah saya makan pemburu."


Orion terkekeh mendengarnya lalu tersenyum miring. Ia melirik Rigel dan Saiph di sebelahnya. Mereka berbicara melalui pandangan mata. Ini disebut bicara isyarat yang hanya beberapa orang bisa menguasainya.


Di sini Orion dengan sabar menunggu Jung Deon dan empat anak buahnya selesai makan. Hari ini adalah pemecah rekor untuk Orion karena bisa menunggu buruannya bersenang senang untuk waktu yang lama di depan matanya.


" Pemburu kami..."


" Sudah selesai ?" Orion memotong ucapan Jung Deon.


" Bagaimana rasanya ?" tanyanya lagi.


Jung Deon tersenyum. " Rasanya sangat lezat Pemburu. Saya berterimakasih atas kebaikan anda."


Orion menampilkan senyum sinis memandang Jung Deon di depannya. Orang bodoh itu masih belum mengerti juga ternyata. " Jung Deon kau tidak bertanya daging apa yang barusan kau makan itu ?"


" Maaf ?" Jung Deon menatap Orion tidak mengerti.


" Bukankah aku berjanji kepadamu setelah kau makan. Sepuluh anak buahmu akan kembali menjadi bagian darimu lagi ?" Orion berucap misterius.


Jung Deon merasa tidak nyaman sekarang. Ia tahu pertanyaan itu mengandung makna tersirat yang pastinya bukanlah hal baik.


" Pemburu, anda sudah mengatakannya tadi."


" Dan aku sudah menepatinya." balas Orion.


Kening Jung Deon terlihat mengkerut dan melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan sepuluh anak buahnya. Namun ia tidak melihat para anak buahnya itu.


" Pemburu anda tidak berniat menipu saya bukan ?"


Orion tertawa kemudian menunjukkan seringaian kejamnya. " Menipumu ? Yang benar saja ! Jung Deon daging yang kau makan itu adalah daging para ular hitam. Sesuai janjiku bahwa aku akan mengembalikan anak buahmu setelah kau selesai makan. Jadi daging ular itu..."


" Apa ?!" mata Jung Deon dan keempat anak buahnya terbelalak lebar dan memandang ngeri sisa daging di atas meja.


Apakah daging itu adalah sepuluh anggota inti mereka ?.

__ADS_1


Keempat anak buah Jung Deon langsung berlari keluar dari rumah itu. Tanpa mengingat bahwa mereka saat ini sedang berada di daerah kekuasaan Orion.


" Pem.. pemburu, tidak ! Ini tidak mungkin !" Jung Deon terlihat frustasi kemudian berlari keluar untuk memuntahkan kembali apa yang telah dimakan olehnya.


Orion tertawa melihatnya kemudian beranjak mengikuti Jung Deon bersama Rigel dan juga Saiph.


HUEK ! HUEK !


Jung Deon memukul mukul perutnya untuk mengeluarkan semua isi perutnya. Matanya memerah menahan tangis dan juga jijik. Sekejam kejamnya Jung Deon, ia tidak pernah berniat memakan anak buahnya sendiri. Karena baginya anak buahnya adalah keluarganya.


" Jangan keluarkan kembali daging itu Jung Deon. Mereka akan mati sia sia nanti, dan lagi pula mereka tidak akan menjadi bagianmu lagi kalau kau buang begitu saja." Orion berucap tanpa rasa bersalah.


Jung Deon menghentikan muntahannya lalu menatap Orion tak menyangka. " Pemburu anda sudah keterlaluan ! Anda..."


Tidak, Jung Deon tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi. Semua kata katanya tertahan di ujung lidahnya hingga membuatnya hanya bisa menahan semua rasa sedihnya di dalam dada.


" Anda kejam sekali tuan muda." ucapnya lirih dengan air mata yang mulai mengalir begitu saja.


.


...*****...


.


" Jung kau cengeng sekali !" ucap Orion dengan pandangan mengejek. Tentu saja, dia badannya saja yang besar namun dalamnya lemah seperti perempuan.


Dasar ular bodoh ! ejeknya dalam hati.


" Pemburu aku baru saja memakan anak buahku !" Jung Deon berteriak sedih.


Orion mengangkat alisnya sebelah dan tersenyum miring. " Apakah aku ada bilang para ular itu adalah anak buahmu ?"


" Tadi anda bilang daging ular it..., apa ? Tunggu ! Jadi ?" Jung Deon menghentikan tangisannya dan mulai berpikir.


" Dasar ular bodoh." Rigel menatap Jung Deon dengan pandangan mengejek.


Saiph menganggukkan kepalanya tanda setuju. " Padahal mereka masihlah manusia. Sempat sempatnya dia tidak bisa membedakan mana daging manusia dan daging hewan. Aku jadi ragu dia itu bodoh atau rakus sebenarnya ?"


" Aku rasa keduanya." jawab Rigel.

__ADS_1


Jung Deon mengepalkan kedua tangannya menahan malu mendengar ejekan yang dilakukan Rigel dan juga Saiph secara terang terangan.


PROK ! PROK ! PROK !


Orion bertepuk tangan tiga kali. Kemudian dari samping rumahnya Bellatrix, Mintaka, Alnitak, dan Alnilam berjalan mendekat bersama sepuluh pria berbadan hitam dan berkulit hitam yang masih terikat layaknya hewan kurban.


" Ketua !"


" Huhuhu Ketua !"


Sepuluh orang pria itu menangis haru melihat Jung Deon. Mereka tidak menyangka Sang Pemburu masih berbaik hati memberikan mereka kesempatan untuk bersama dengan Ketua mereka lagi.


" Kembalikan para ular itu kepada induknya." pinta Orion.


Bellatrix, Mintaka, Alnilam, dan Alnitak melepaskan sepuluh pria itu. Mereka mendekati Orion dan memilih berdiri di belakangnya.


" Kalian !" Jung Deon menatap sepuluh anak buahnya dengan pandangan tak percaya. Ia memandang Orion dengan rasa terima kasih. Ternyata Sang Pemburu tidak seburuk apa yang ia pikirkan selama ini.


" Sesuai janjiku, selesai kau makan. Aku akan mengembalikan mereka menjadi bagian darimu lagi." ucap Orion.


" Pemburu terimakasih !" Jung Deon dan seluruh anak buahnya membungkuk sembilan puluh derajat untuk memberi hormat kepada Orion.


" Hm, aku melakukan ini karena hubungan kita dimasa lalu." setelah itu Orion berbalik masuk ke dalam rumahnya.


" Sekarang kalian kembalilah, dan jangan lupa bersihkan daging ular yang kalian muntahkan itu. Orion tidak akan melepaskan siapapun pada orang yang berani mengotori rumahnya."


ucap Rigel.


" Baik akan kami bersihkan. Sekali lagi terima kasih." ucap Jung Deon.


Bellatrix berdecak melihatnya. " Tadi saja kau menangis sambil menyalahkan Orion. Sekarang kau malah terus berterima kasih seperti orang yang tidak tahu malu. Sudah diberi makan malah memfitnah pula. Dasar ular bodoh !"


" Ya ular hitam yang bodoh." tambah Mintaka.


Wajah Jung Deon memerah malu. Astaga kenapa anggota Sang Pemburu semuanya bermulut tajam.


" Sudahlah kau bereskan kekacauan yang kau buat itu. Sampai bersih tanpa sisa karena kami sudah berbaik hati mencarikan daging ular di hutan dan mengolahnya menjadi makanan lezat untukmu tadi." ucap Bellatrix.


" Baik tuan." Jung Deon dan bersama. anak buahnya menunduk Patuh.

__ADS_1


Rigel menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bellatrix dan Mintaka dalam menghujat orang. Persis seperti para penyebar berita di media sosial.


" Ayo masuk." Saiph merangkul bahu Rigel untuk masuk ke dalam rumah bersama. Pekerjaan mereka sudah selesai sampai di sini saja.


__ADS_2