
Rigel dan Saiph melipat tangan di depan dada. Alnilam dan Alnitak berkacak pinggang layaknya ibu ibu yang siap mengomel. Sedangkan Bellatrix dan Mintaka hanya berdiri bersandar di dinding dengan melipat tangan. Mereka menatap tajam Orion yang baru saja keluar dari dalam mobil.
" Kurasa patah kaki dan lengan atas kirimu bisa sembuh dalam waktu semalam ya Orion ?" tanya Bellatrix dengan tatapan sinisnya. Lihatlah, bahkan perban di kepala Orion masih melilit rapih dan dikemanakan pula gips untuk tangan dan kakinya itu.
" Aku juga ingat rekaman CCTV kemarin malam bukanlah hanya bayangan belaka." ucap Mintaka.
" Darah murnimu tidak bisa menimbulkan nyawa lebih dari satu." ujar Rigel.
" Dan juga kau bukanlah tuhan yang bisa membuatmu bebas bermain main dengan nyawamu." tambah Saiph.
" Kau lelah Rion ? Akan kumasakkan sesuatu yang luar biasa." Alnitak tersenyum manis pada Orion namun tidak dengan pandangannya yang menatap tajam seakan mengancam.
Mampus ! batin Orion. Ia meneguk kasar ludahnya dengan susah payah. Jika itu temannya yang lain Orion masih bisa tidak menghiraukannya. Tetapi jika itu sudah si kembar yang berbicara maka itu sudah menjadi peringatan untuknya. Alnilam dan Alnitak itu si kembar psikopat. Jangan sampai mereka berbaik hati kepadanya apalagi memasak untuknya. Bisa bisa Orion disuruh memakan daging atau mata manusia.
Orion bergidik ngeri membayangkannya. Kalau untuk membunuh manusia hidup ia berani tetapi kalau untuk memakannya Orion rasa dirinya tidak akan sanggup melakukannya.
" Tentu saja dia mau Alni. Bukannya dia lapar setelah jalan jalan dari markas Zairan." Alnilam memandang ramah pada Orion namun tidak dengan ucapannya yang begitu menusuk.
Tubuh Orion semakin menegang mendengarnya. Bukannya ia takut pada Alnilam dan Alnitak, hanya saja Orion tidak mungkin berbuat buruk pada dua gadis yang sudah ia anggap sebagai saudara sekaligus ibu untuknya.
Berbeda dengan Rigel, Saiph, Bellatrix, ataupun Mintaka. Mereka itu pria dan Orion bisa memukul mereka disaat ia tidak menyukai tingkah mereka. Tapi untuk si kembar ini Orion bahkan tidak bisa meninggikan suaranya.
" Ehem ! Aku sudah makan ditempat Zairan tadi. Ak..."
" Oh..., lihatlah Nilam. Bahkan dia lebih memilih makan bersama Zairan dibandingkan masakan kita." ucap Alnitak.
Orion menghela napas lelah. Sampai kapan ia terus dihakimi seperti ini ? Mana Orion dalam posisi berdiri di depan rumahnya sendiri lagi. Sepertinya karena jarang pulang ke rumahnya sekarang pemiliknya sudah berpindah alih.
__ADS_1
" Ayolah, kalian tidak lihat aku sedang terluka sekarang ? Subuh nanti aku harus kembali ke rumah sakit. Aku datang karena ingin menemui Bellatrix."
" Sakit tapi bisa menyetir mobil selama berjam jam lamanya." cibir Bellatrix.
Rigel dan Saiph tanpa kata lagi berbalik masuk ke dalam rumah bersama Mintaka. Sedangkan Alnitak dan Alnilam berjalan masuk ke dalam rumah setelahnya.
" Ayo kau mau berobat atau tidak ?" tanya Bellatrix yang telah melangkah lebih dulu masuk ke dalam rumah.
Orion berjalan dengan terpincang pincang mengikuti Bellatrix. Tak ada yang mau membantunya sekarang bahkan si kembar yang biasanya sangat perhatian kepadanya kini menjadi acuh. Orion tahu mereka seperti itu karena marah kepadanya yang tidak memperhatikan kesehatan. Tapi mau bagaimana lagi, urusannya harus segera selesai karena Orion ingin cepat cepat menyelesaikan masalahnya di negara ini. Khususnya untuk Jenderal Jin yang seperti binatang itu.
.
...*****...
.
Bellatrix menghentikan kegiatannya yang akan menyuntikkan obat ke lengan atas tangan kanan Orion. " Sudah tapi untuk belajar aku memerlukan waktu yang cukup lama." ucapnya lalu melanjutkan kegiatannya.
" Berapa lama ?" Orion bertanya lagi.
" Sekitar..., dua bulan atau paling lama empat bulan." jawab Bellatrix.
Orion berpikir sejenak, berarti setengah tahun waktunya menemukan brankas milik Galiendro. " Lakukanlah tapi kalau bisa tolong lebih cepat. Karena kita harus menyelesaikan ini secepatnya agar tidak terlalu lama."
" Aku paham dan aku juga akan berusaha untuk itu. Kau bisa mempercayakannya kepadaku karena ini bidangku." balas Bellatrix.
Orion tersenyum menanggapi ucapan Bellatrix. Keenam temannya memang tidak pernah mengecewakannya asal itu berada dibidang mereka. Sekali lagi Orion merasa berterima kasih pada paman Neus karena telah menyiapkan apa yang ia butuhkan.
__ADS_1
" Lukamu membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Aku sudah menyuntikkan cairan hasil penelitianku sendiri yang akan membuat lukamu bisa sembuh lebih cepat dari obat dokter biasanya. Tapi walau begitu kau juga harus mengurangi gerakmu." Bellatrix berucap sambil membuka perban di kepala Orion dengan hati hati.
" Racun yang kau konsumsi tidak akan membuat tulangmu sembuh sendiri. Berbeda jika kau terluka atau keracunan. Aku melihat luka jahitan di kepalamu mulai mengering. Dalam tiga hati mungkin perban di kepalamu bisa dilepaskan." lanjutnya.
Orion mendengarkan dengan cermat tentang kondisinya. Lalu tersenyum tipis merasa kalau usaha dulu untuk kebal terhadap racun tidaklah sia sia.
" Aku ingin membunuh mereka dengan darahku."
Bellatrix meliriknya sejenak kemudian kembali fokus memasang perban baru di kepala Orion. " Kau sudah melakukannya pada Samuel."
" Dan aku masih ingin melakukannya pada empat penghianat lainnya. Kalau bisa aku akan memaksa mereka meminum darahku." ucap Orion.
" Kau pasti bisa." Bellatrix mengusap pindak Orion untuk memberikan semangat.
Jika orang normal yang mendengar pembicaraan mereka ini. Mereka pasti akan menyebut ini gila. Namun mau bagaimana lagi, mereka ini bukanlah orang normal biasa. Lebih tepatnya mereka ini orang yang tidak normal dan hampir mendekati kata gila.
Bellatrix yakin banyak yang akan terkejut jika melihat cara membunuh mereka yang sadis dan juga cara mereka berbicara yang terdengar mengerikan layaknya seorang psikopat.
Tapi pernahkah mendengar tentang kata yang menyebutkan 'jika kau ingin menang dari orang gila maka kau harus menjadi lebih gila darinya'. Bellatrix mengambil kata itu untuknya dan teman temannya.
Orion kejam dan juga pembunuh berdarah dingin karena memang itulah yang harus menjadi kebiasaannya. Sebab yang akan menjadi lawannya bukan hanya seorang penghianat tetapi juga orang kejam layaknya binatang yang tega membunuh saudaranya sendiri.
Sedangkan ia dan kelima teman temannya. Mereka memiliki karakter yang telah dibentuk oleh papi mereka sesuai yang Orion butuhkan. Karena ini balasan dari mereka karena papi Neus telah mengangkat mereka sebagai anak dan membuat mereka hidup layaknya anak anak pada umumnya.
Inilah kenapa mereka kadang menyeramkan seperti psikopat. Bahkan si kembar pernah memakan daging manusia seperti memakan daging pada umumnya. Karena daging itu berasal dari orang yang telah melecehkan mereka saat kecil.
Sebab itu, mereka kejam karena memiliki cerita mereka sendiri. Begitu pula dengan Orion yang menjadi gila karena memburu para penghianat pembantai semua orang di Mansion keluarganya.
__ADS_1