
Jung Deon membulatkan matanya terkejut dengan tangan bergetar hebat melihat rekaman yang dikirimkan Sang Pemburu untuknya. Di sana sepuluh anak buah anggota inti dari kelompok Snake nya tengah digantung terbalik dan di panggang hidup hidup di atas api.
Melihat anak buahnya yang menangis histeris membuat Jung Deon tidak bisa membayangkan betapa menakutkannya hukuman Sang Pemburu untuk mereka.
Ini salahnya karena Jung Deon tidak rajin mewanti wanti anak buahnya agar tidak mengusik pria yang berprofesi sebagai fotografer di perusahaan modeling itu.
Meski semua orang di negara ini memuji karena ketampanan dan juga kebaikannya. Namun siapa yang tahu dibalik itu semua ada iblis di dalamnya yang siap membunuh mereka kapan saja.
Bahkan para Mafia besar di dunia bawah harus berpikir ulang jika ingin mengusiknya. Bukan karena dia telah mendirikan kelompoknya sendiri yang terkenal dengan nama Rasi Bintang itu.
Namun itu semua karena kemampuan Sang Pemburu yang tidak pernah diragukan lagi oleh siapapun. Bahkan Jung Deon yakin hanya dengan dirinya sendiri. Sang Pemburu mampu membantai satu kelompok besar dalam semalam dengan kekuatannya itu.
Dia kuat dan juga licik. Mereka yang ada di dunia bawah begitu takut jika harus berhadapan dengannya.
" Siapkan mobil kita akan datang ke tempat itu." perintah Jung Deon kepada anak buahnya yang lain.
" Baik ketua !"
Jung Deon hanya bisa berdoa semoga saja anak buahnya masih utuh setelah ia sampai di sana.
" Ketua mobil sudah siap."
Jung Deon beranjak dan berjalan masuk ke dalam mobil. Di belakangnya berderet beberapa mobil mengikutinya. Itu adalah anak buahnya yang sengaja Jung Deon bawa ke tempat Sang Pemburu.
Huh ! Padahal dulu Sang Pemburu adalah anak yang manis dan menyenangkan. Tetapi sekarang jangankan manis, senyumnya saja bisa membuat orang gemetaran.
Sepanjang jalan Jung Deon terus berdoa sambil mengusap keringat yang terus muncul di dahinya. Mentalnya masih setengah terisi dan entah kapan penuhnya. Kalau harus berhubungan dengan Sang Pemburu mentalnya tiba tiba saja langsung menghilang entah kemana.
Karena itu Jung Deon harus mempersiapkan mentalnya sebaik mungkin agar tidak gemetaran jika ingin bernegosiasi dengan Sang Pemburu.
__ADS_1
" Ketua kita sudah sampai."
" Hah ? Benarkah ?" Jung Deon memandang keluar jendela mobilnya. Benar saja, mereka sudah sampai di halaman sederhana miskin Sang Pemburu.
Salah satu anak buah Jung Deon membukakan pintu mobil lalu membungkuk memberi hormat. " Silahkan ketua."
" Kalian harus menyiapkan mental dan juga kepintaran kalian. Karena sebagian dari anggota Sang Pemburu adalah kanibal jadi tolong berhati hatilah. Aku tidak tahu setelah ini kita masih bisa pulang dengan selamat atau tidak." ucap Jung Deon setelah keluar dari mobil.
" Baik ketua !"
Jung Deon mengangguk sekilas kepada anak buahnya lalu menarik napas dan menghembuskan napasnya lagi setelah beberapa saat. Saat dirasa ia sudah cukup tenang barulah Jung Deon berani melangkah memasuki rumah Sang Pemburu.
.
...*****...
.
" Salam untuk Sang Pemburu di Rasi Bintang langit malam." Jung Deon membungkukkan tubuhnya sembilan puluh derajat. Memberi hormat pada Orion yang sedang duduk di sofa tepat menghadap pintu masuk.
Alis Orion terangkat sebelah melihat kesopanan yang diberikan Jung Deon untuknya. " Salam kembali untukmu. Sekarang silahkan duduk dan..., oh iya ! Tolong jangan terlalu banyak kau membawa anakmu karena rumahku ini sangat sempit. Biarkan beberapa di luar dulu."
" Ya Pemburu, maafkan ketidaktahuan saya ini." Jung Deon melirik anak buahnya agar mereka keluar sebagian dan hanya menyisakan empat orang saja di dekatnya.
" Hm." Orion hanya berdehem singkat. Pandangannya meneliti satu persatu wajah anak buah Jung Deon lalu tersenyum tipis. Cukup bagus dan rata rata mereka memang memiliki tubuh yang kekar dan wajah yang menyeramkan. Yang paling unik adalah mereka bisa memiliki warna kulit yang gelap seperti arang.
Ular hitam, itulah sebutan yang Orion buat untuk mereka. Sayangnya bisa mereka tidak mempan untuknya. Orion jadi ingin mengerjai mereka sekali ini saja. Hanya untuk mengetes apakah mereka ini benar benar ular berbisa atau tidak.
" Pemburu kami..."
__ADS_1
" Suuut ! Biarkan aku menyajikan hidangan penyambutan. Aku sudah menunggumu dari semalam. Jadi bisa dibilang kau itu adalah tamu terhormatku." Orion memotong ucapan Jung Deon. Yah tamu istimewa yang siap ia kerjai hari ini.
" Ta...tapi Pemburu..."
" Nona nona !" Orion menghiraukan Jung Deon yang berniat berbicara dengannya. Ia memanggil Alnilam dan Alnitak untuk membawakan hidangan yang sudah ia siapkan sedari tadi.
Jung Deon menatap ngeri makanan yang sedang dibawakan oleh Alnilam dan Alnitak. Dua gadis itu adalah kanibal di Rasi Bintang. Akan sangat mencurigakan saat melihat dua orang kanibal memasak dan membawakannya makanan lezat. Bahkan Jung Deon ragu dua orang gadis kanibal itu bisa memasak dengan benar atau tidak.
" Ehem ! Pemburu terlalu baik, saya masih kenyang dan belum merasa lapar sedikitpun."
Wajah ramah Orion untuk menyambut Jung Deon langsung lenyap dan berganti dengan wajah datar pandangan tajamnya. Suasana yang tadi hanya canggung sekarang menjadi dingin dan menyeramkan. " Kau berada di daerah kekuasaanku. Di sini aku yang memilih dan kau...,"
Orion menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri di depan Jung Deon. " Tidak berhak, jadi ikuti atau mati."
Deg !
Jantung Jung Deon langsung berdetak kencang sangking takutnya. Ia melirik keempat anak buahnya lalu memandang ragu makanan yang ada di atas meja.
" Ayolah, bukankah kau ingin sepuluh anak buahmu kembali kepadamu hari ini ?" raut wajah Orion kembali berubah menjadi senyuman licik. Ia ingin mereka mengikuti permainannya.
Jung Deon menatap Orion untuk menyakinkan dirinya. " Tapi..., apa ini bisa dimakan ?"
" Tentu saja ! Saiph jelaskan karena kau yang memasak." pinta Orion.
Saiph yang duduk di sebelah Orion tersenyum kepada Jung Deon sebelum menjawab. " Itu adalah daging yang diolah dengan bumbu bumbu khas dari negara timur. Saya dengar dari ketua kami bahwa Anda berasal dari negara timur. Karena itu saya sendiri membuat masakan khas dari negara itu khusus untuk anda."
" Jadi makanlah dan sebagai hadiah anak buahmu kembali menjadi bagian dari anggotamu lagi." Orion menambahkan ucapan Saiph untuk membuat Jung Deon lekas memakan makanan yang ada di atas meja.
" Ba..baik." dengan hati terpaksa Jung Deon memakan makanan yang ada di atas meja itu. Namun anehnya kenapa makanan yang dimakan olehnya semuanya terasa enak. Terutama daging yang dimasak oleh Saiph.
__ADS_1
Kenapa Jung Deon baru tahu kalau Sang Pemburu bisa sebaik ini kepadanya ?.