
Orion menghentikan motornya di depan bangunan sederhana. Klein turun dari motor sembari membuka helmnya.
" Benar ini tempatnya ?" tanya Orion setelah membuka helmnya.
Klein memandang bangunan sederhana di depannya beberapa detik lalu beralih menatap Orion. " Aku tidak tahu, tapi jika apa yang kucari tidak ada di sini aku akan mencarinya ketempat lain."
" Baiklah ayo masuk dan kita lihat apakah hal yang kau cari itu ada di sini atau tidak."
Klein mengangguk sekilas dan berjalan masuk ke dalam toko bangunan itu bersama Orion. Mereka melihat lihat dekorasi bangunan itu sekaligus mencari siapa pemiliknya.
" Ada yang bisa saya bantu tuan ?" tanya seorang pria tua yang muncul dari balik pintu.
Klein tersenyum ramah pada pria tua itu. " Tuan kami ingin melihat lihat hasil kerajinan besi anda, apakah boleh ?"
" Tentu saja tuan, silahkan." jawab pria tua itu.
Klein melihat satu persatu kerajinan yang telah dibuat oleh pria tua itu. Begitu banyak model dan jenisnya sampai Klein menghela napas karena sepertinya pekerjaannya kali ini membutuhkan kesabaran yang besar.
" Kau mencari apa sebenarnya ?" tanya Orion yang sedari tadi berjalan mengikutinya di belakang.
" Sebuah belati yang unik." jawab Klein.
Orion mengambil salah satu belati yang menurutnya cukup unik di rak sebelahnya. " Bagaimana dengan yang ini ?"
Klein menoleh dan melihat belati yang ditunjukkan Orion kepadanya. " Bukan."
" Kalau boleh tahu belati seperti apa yang anda inginkan tuan ?" pria tua yang dari tadi mengikuti Klein dan Orion bertanya ramah.
Klein terlihat ragu menunjukkan jawabannya. Tetapi jika ia menolak apakah pekerjaannya akan bisa selesai begitu saja sedangkan ini adalah pengerajin besi terakhir yang didatanginya. Klein akhirnya mengeluarkan sebuah belati dari balik pakaiannya yang sengaja dibungkus dengan kain hitam. Lalu perlahan dibukanya kain hitam itu.
__ADS_1
" Apa anda pernah membuat belati seperti ini ?" tanya Klein sambil menunjukkan belati yang terbungkus kain hitam di tangannya.
Pria tua itu mengambil belati di tangan Klein lalu mengamatinya. " Dari mana anda mendapatkan belati ini ?"
" Itu milik bos saya." jawab Klein yang tanpa disadarinya ekspresi Orion menggelap seketika saat melihat belati itu berada di tangannya.
" Saya tidak pernah membuat belati seperti ini tuan. Karena bahan dari belati ini sangat sulit dicari dan bos anda sungguh beruntung memiliki belati sebagus ini." ucap pria tua itu.
" Bisa tolong jelaskan bahan apa saja untuk membuat belati itu tuan ? Mana tahu bos saya bisa mendapatkannya dan membuat satu lagi belati untuknya." pinta Klein.
" Saya rasa itu tidaklah mungkin. Tapi saya akan beritahu anda tentang bahan bahannya." pria itu jelas jelas menunjukkan wajah yang tidak mengenakkan saat Klein berbicara tentang bosnya yang ingin membuat belati satu lagi yang seperti belati di tangannya sat ini.
" Belati ini terbuat dari logam titanium, kromium, molybdenum, nikel, karbon, emas putih, dan...," pria tua itu tidak melanjutkan ucapannya.
" Dan ?" tanya Klein yang sejak tadi menyimak.
" Tulang manusia." jawab pria tua itu dengan suara yang pelan tetapi Klein dan Orion masih bisa mendengarnya.
.
...*****...
.
Klein merasa kepalanya tertimpa benda yang berton ton beratnya. Dengan gemetar Klein memegang belati itu dan melihatnya dengan wajah sedih.
" Tulang manusia bisa membuat racun di belati itu apabila kita menggunakannya untuk membunuh tuan." pria tua itu melanjutkan penjelasannya.
" Apa anda tahu siapa yang membuat belati seperti ini ?" tanya Klein.
__ADS_1
Pria tua itu menggelengkan kepalanya. " Saya belum pernah menemukan seorang ahli besi yang membuat belati seperti itu. Karena kami tidak mungkin mencampurkan tulang manusia untuk menjadi sebuah benda tajam. Sejujurnya saya juga tidak tahu bahan apa yang digunakan pembuat belati itu hingga bisa menggabungkan logam titanium dengan emas putih dan juga tulang manusia. Padahal yang saya tahu emas putih dan juga tulang manusia sangat sulit digabungkan dengan logam titanium untuk membuat sebuah belati indah dan setajam itu."
" Berarti ada bahan lain selain yang anda sebutkan tadi tuan ?" Klein bertanya lagi.
" Ya, tapi saya tidak tahu. Saya rasa pembuat belati adalah seorang jenius dan bos anda beruntung mendapatkan belati itu. Saran saya tolong pergunakan belati itu untuk hal kebaikan." ujar pria tua itu.
Klein merasa kepalanya ingin pecah sekarang. Belati ini adalah pembawa malapetaka. Hanya seorang jenius yang bisa membuatnya berarti pembunuh itu bukanlah lawan yang mudah untuk ditangkap. Ini barulah belatinya yang terbuat dari tulang manusia. Bagaimana senjata dia yang lainnya ? Baru kali ini Klein merasa dihadapkan dengan penjahat yang benar benar jahat.
" Baiklah tuan terima kasih atas informasi anda." Klein membungkus kembali belati itu dengan kain hitam lalu mengambil amplop coklat di dalam saku jaketnya dan memberikannya kepada pria tua itu.
" Ini tolong diterima sebagai tanda terima kasih saya karena anda telah membantu saya." sambungnya.
" Terima kasih tuan." pria tua itu menerima amplop coklat pemberian Klein degan senang hati.
Klein berjalan keluar dari bangunan itu bersama Orion yang terus mengikutinya. Sungguh hari ini Klein tidak mendapatkan hasil apapun tentang petunjuk bahan bahan yang digunakan untuk membuat belati milik pembunuh itu.
" Belati itu milik bosmu ?" tanya Orion.
Klein terpaksa menganggukkan kepalanya untuk berbohong. Tidak mungkin ia menjawab jujur kalau belati itu milik pembunuh yang membunuh menteri negara Z yang terkenal yaitu Samuel Alteus.
" Kenapa kau ingin mengetahui pembuatannya kalau bosmu yang punya ?" tanya Orion lagi.
" Belati itu hanya hadiah untuknya dan sekarang bosku itu ingin mempunyai satu belati lagi tetapi tidak tahu bagaimana cara membuatnya." jawab Klein dengan lancarnya padahal ia sedang berbohong saat ini.
" Kalau begitu minta saja lagi pada orang yang memberikan belati itu."
Klein menghela napas lelah. " Andai saja bisa, sayangnya pemberi hadiah itu tidak diketahui orangnya."
Orion menepuk pundak Klein untuk memberi semangat. " Jangan menyerah, selama orang itu masih hidup kau pasti bisa menemukannya." ucapnya dengan penuh arti.
__ADS_1
" Ya kau benar dan aku pasti akan menemukan pemilik belati itu."
Itu tidak akan mungkin karena belati itu milikku. Barang bukti yang sedang kau cari tahu itu adalah milikku Wakil Jenderal Klein, ucap Orion dalam hati dengan senyum miring yang terbentuk di bibirnya tanpa Klein ketahui. Si Wakil Jenderal yang sangat bodoh karena mau berteman dengannya begitu saja tanpa mencari tahu bahwa sang pemburu sedang bersamanya selama ini.