
" Wah, Inilah yang disebut alam surga di dunia nyata." Hansen merentangkan tangannya dengan mata terpejam sambil menikmati semilir angin pantai.
Jack yang di sebelahnya ikut melakukannya juga tetapi tidak merentangkan tangannya. Setelah tadi ia berpanas panasan menunggu, sekarang waktunya menikmati semilir angin di atas kapal.
" Hei, ayo berenang kita berenang !" Gabriel datang membawa tiga setel pakaian renang.
Hansen dan Jack berbalik melihatnya. Mereka berjalan menghampiri Gabriel lalu mengambil pakaian renang itu.
" Kita renang dulu ?" tanya Jack.
Gabriel menganggukkan. " Kata pengemudi kapal ini musim ikan menetas. Pasti di dalam laut banyak ikan ikan kecil yang lucu. Jadi aku ingin melihatnya."
" Kau yang ingin melihat ikan ikan kecil itu kenapa kami juga ikut berenang ?" tanya Hansen.
" Kau kan fotografer jadi fotokan aku yang keren dan Jack kau harus menemaniku." Gabriel menjawab dengan seenaknya.
" Dasar bos." Hansen mengumpat pelan.
Jack yang mendengarnya mengulum bibirnya menahan tawa. Dengan pasrah ia memakai baju renangnya. Inilah resiko menjadi seorang bawahan yang hanya bisa pasrah mengikuti kemauan atasannya. Untung saja ini hanya diminta untuk ikut renang. Kalau tidak, dan ternyata lebih parah dari itu maka habislah nasibnya.
" Sudah siap belum ?" tanya Gabriel.
Hansen mendelik kesal mendengar itu. Benar benar anaknya George ini. " Belum ! Kau kira menyiapkan kamera di dalam air itu semudah melipat pakaian ?!" ucapnya dengan nada tinggi yang membuat Gabriel dan Jack terkejut mendengarnya.
" Y..ya santailah bawahan. Kau membuat jantung orang lain berolahraga tiba tiba." Gabriel memegang dada kirinya dengan harapan jantungnya tidak berdegup terlalu kencang akibat terkejut.
Hansen tidak memperdulikan ucapan Gabriel. Ia dengan cekatan menyiapkan peralatan kameranya yang memang dari awal dibawanya. Awalnya Hansen berfikir mana tahu di pantai ini ia menemukan inspirasi baru tentang gambar gambar baru yang diambilnya. Tidak hanya itu Hansen juga ingin membuat sensasi untuk memanas manasi George tentang kedekatannya dengan Gabriel. Biarkan penghianat itu merasa kesal karena melihat kedekatan mereka.
" Selesai, aku akan masuk duluan. Kalian masuklah ke dalam air dengan gaya yang kalian inginkan." ucap Hansen sambil memakai sepatu renangnya.
" Baiklah kami paham, jangan lupa ambil gambar banyak banyak ya tuan fotografer." Gabriel tersenyum jahil yang terlihat jelas.
Hansen menunjukkan kepalan tangannya kearah Gabriel sebelum melompat ke dalam laut. Seketika rasa dingin menyentuh kulitnya dan Hansen mendapatkan pemandangan baru di dalam laut ini. Di dalam sini banyak ikan ikan kecil dengan berbagai macam warna sedang berenang secara berkelompok. Benar kata Gabriel tadi kalau ini adalah saat yang tepat melihat ikan ikan lucu ketika berenang di pantai.
__ADS_1
Mengingat nama Gabriel, Hansen berenang kembali kepermukaan laut. Hampir saja ia lupa kalau sekarang dirinya sedang ditugaskan untuk mengambil gambar sebagus mungkin dari Gabriel si mulut cerewet itu.
Hansen melambaikan tangannya kearah kapal untuk memberi isyarat kepada Gabriel dan Jack kalau mereka sudah bisa masuk ke dalam laut.
" Kami masuk !" teriak Gabriel dari atas kapal yang membuat Jack di belakangnya harus cepat cepat menutup kedua telinganya.
BYUR !
CEKREK !
Hansen segera mengambil gambar secepat mungkin ketika Gabriel melompat turun ke dalam laut. Setelah selesai ia menunjukkan ibu jarinya sebagai tanda bahwa apa yang dilakukan Gabriel sudah bagus menurutnya.
.
...*****...
.
Gabriel memberi isyarat dengan tangannya bahwa acara renang mereka telah selesai. Saat muncul kepermukaan laut Gabriel membuka kaca mata renangnya lalu menyisir rambutnya ke belakang dengan jemari tangannya. " Bagaimana ? Kau sudah mengambil fotonya kan ?"
Hansen mengangguk. " Sangat banyak malahan."
Gabriel merasa senang mendengarnya. Ia yakin sebentar lagi penggemarnya akan bertambah banyak. " Kau tidak ingin berfoto di dalam laut juga ?"
" Tidak, aku hanya ingin memfoto objek yang menurutku bagus." jawab Hansen.
" Kau fotografer handal tetapi seperti takut fi depan kamera. Kau itu lucu sekali, memiliki hobi sebagai pekerjaanmu tapi kau juga takut dengan hobimu sendiri." ucapan Jack langsung membuat Hansen meringis malu.
" Bukan takut tapi aku malu."
Gabriel langsung tertawa mendengar Hansen menyebutkan kata malu begitu saja. Mana ada pria pemalu tetapi penggoda wanita sepertinya. " Alasan lama itu, benarkan Jack ?"
" Iya, lagipula diumurmu yang sudah dewasa dengan lingkunganmu diperusahaan model milik George. Sangat tidak masuk akal kalau kau merasa malu Hans apalagi kau itu fotografernya." lagi lagi ucapan Jack tidak bisa membuat Hansen memikirkan alasan lain.
__ADS_1
Andai saja Gabriel dan Jack tahu tentang traumanya terhadap kamera. Mungkin mereka tidak akan berbicara seperti itu kepadanya. Hansen mengangkat bahu acuh lalu berenang menuju kapal tanpa berbicara.
Gabriel dan Jack saling melirik satu sama lain. Gabriel yang menggelengkan kepalanya dan Jack yang mengangkat bahu acuh. Lalu mereka berenang bersama mengikuti Hansen menuju kapal.
Di atas kapal Hansen sudah melepas baju renangnya dan memeriksa kameranya. Tanpa sadar kedua sudut bibirnya tertarik ke atas saat sebuah ide terlintas di kepalanya.
Hansen beranjak mendatangi kemudi kapal. " Jalankan kapalnya." pintanya.
Pengemudi kapal tampak terkejut mendengarnya. Ia melirik ke tempat dimana Gabriel dan Jack masih berenang di laut. " Tapi tuan teman anda masih di laut."
" Ini permainan kami, kau tidak usah banyak tanya. Lagipula kami sudah membayarmu bukan ?" Hansen bertanya kesal. Menunggu pengemudi kapal ini mengiyakan permintaannya. Kalau lambat begini bisa bisa Gabriel dan Jack sudah sampai duluan di kapal.
" Hei, ya atau tidak ?!" tanyanya lagi.
Pengemudi kapal tersentak kaget lalu mengangguk ragu. " Baik tuan."
" Bagus, bonusmu akan kukirim setelah ini." Hansen menepuk pundak pengemudi kapal itu lalu kembali ketempatnya semula.
Perlahan kapal yang dinaiki Hansen berjalan menjauh dan itu mengejutkan Gabriel dan Jack yang masih berenang di laut. Mereka sontak melotot bersama saat Hansen melambaikan tangan kearah mereka sambil tersenyum manis.
" Hansen apa yang kau lakukan ?!" Gabriel berteriak kencang. Memandang geram Hansen yang ingin sekali disembelihnya.
" Jangan tinggal kami !" teriak Jack yang ketakutan apabila mereka benar benar ditinggal di laut ini.
Hansen tertawa senang melihatnya. Inilah yang ia inginkan tadi. Tidak ada yang tidak bisa dilakukannya karena di sini Hansen yang mengaturnya. Termasuk meninggalkan Gabriel dan Jack di laut lepas seperti sekarang.
" Hansen sialan kau !"
" Hansen tunggu !"
Hansen mengambil kameranya lalu mengambil foto Gabriel dan Jack yang sedang berenang secepat mungkin mengejar kapal.
" Nah, kalau seperti ini kan bagus. Menurutku dari semua gambar sebenarnya gambar ini yang paling bagus." ucapnya senang.
__ADS_1