Orion (Sang Pemburu)

Orion (Sang Pemburu)
Anak Ular


__ADS_3

Setelah berteriak marah, Orion kembali menghirup napas sebanyak banyaknya untuk membentuk kesabaran batin. Sangat sulit bersikap sabar kepada orang orang itu sedangkan sifat aslinya adalah keras kepala dan tidak penyabar.


Di taman tidak ada yang berani mengeluarkan suara termasuk sepuluh orang tahanan itu. Mereka berusaha menahan isakkan tangis mereka agar tidak mengeluarkan suara yang dapat menarik amarah Orion kembali.


Orion berbalik pergi dan duduk di kursi sebelah Rigel. " Saiph, Alltrix, gantung mereka terbalik dan buat api yang besar di bawahnya. Kita buat ular panggang hari ini."


" Baik." jawab Saiph.


Bellatrix tersenyum senang mendengarnya. " Dengan senang hati akan kulakukan."


" Tidak ! Pemburu tolong ampuni kami !"


" Pemburu kami tidak akan mengulanginya lagi !"


" Pemburu !"


" Pemburu !"


Sepuluh orang tahanan itu berteriak meminta belas kasihan dari Orion. Mereka berharap perkenalan mereka dimasa lalu bisa menyelamatkan mereka sekarang.


" Kau kenal mereka sebelumnya ?" Rigel bertanya penasaran.


Orion mengangguk enggan. " Mereka seniorku di pelatihan. Mereka juga bisa dikatakan teman lama atau kenalan baik."


" Pantas saja kau seperti memberi mereka kelonggaran." ucap Rigel.


Orion tersenyum dan memandang sepuluh tahanan itu. Mereka masih berteriak memohon ampunan darinya. Para ular itu hanya tubuhnya saja yang besar tapi kalau berhadapan dengannya mereka hanyalah sekumpulan anak anak yang cengeng. Apalagi jika tidak ada ketua mereka di sini.


Padahal umur mereka dua puluh tahun lebih tinggi dibandingkan umurnya. Namun mereka bersikap seperti lebih muda darinya.


" Kau mau tahu sesuatu tentang mereka tidak ?" Orion beralih menatap Rigel.


" Apa ?"


" Tunggu aku ikut juga." Mintaka yang sedari tadi terfokus pada tabletnya segera beranjak mendekati Orion.


" Ketua mereka dulunya adalah pengantar susu keliling di negaraku." ucap Orion.

__ADS_1


" Apa ?!" Mintaka terkejut dan membayangkan tubuh besar dengan kepala botak ketua dari Snake dulunya adalah pedagang susu keliling.


" Apa laku ?" Rigel menatap Orion penasaran.


Mintaka mengangguk setuju. " Ya ! Apa susunya laku ? Dia itu menyeramkan seperti kingkong hitam yang jarang mandi. Jualan susu yang enak dan juga harum sedangkan dia dekil seperti itu. Apa ada yang mau beli susu jualannya ?"


" Kalian jangan menghinanya seperti itu. Meskipun dia pantas mendapatkannya tapi masa lalu kan siapa yang tahu." ucap Orion.


" Orion benar, tapi tetap saja. Kalau aku ada di negaramu dulu dan melihatnya berjualan susu aku tetap tidak akan mau beli." Mintaka tidak bisa membayangkan kalau dirinya harus meminum susu yang diolah oleh ketua Snake itu. Tangannya yang besar dan juga hitam memerah susu sapi lalu merebusnya dan mengolahnya dengan wajah seram dan dekil itu. Mintaka tidak akan mau dan tidak akan pernah bisa meminumnya.


Rigel bergidik ngeri, di Rasi Bintang yang memiliki perawakan hampir mirip dengan ketua Snake itu adalah Saiph. Namun Saiph tidak terlihat dekil meskipun berkulit hitam. Jadi semua masakan yang dibuatnya selalu ia terima. Lain ceritanya kalau si ketua Snake itu yang mengolah. Mungkin Rigel yakin ia akan langsung muntah ditempat saat itu juga setelah memakannya.


Orion tertawa melihat wajah jijik dari kedua temannya itu. Mereka belum tahu saja kalau susu perah buatan ketua Snake sangat enak.


.


...*****...


.


" Pemburu ! Huhuhu ..., ampuni kami !"


Bellatrix dan Saiph menuangkan seember saos ketubuh sepuluh orang tahanan itu yang telah digantung terbalik di atas api.


" Yang rata jangan sampai ada yang terlewatkan." Orion memberi perintah sambil terus mengawasi.


" Pemburu !" sepuluh orang tahanan itu terus menangis meminta belas kasihan. Mereka sangat menyesali perbuatan yang telah mereka lakukan kepada pria berdarah dingin berjulukan Sang Pemburu itu.


" Kecap." pinta Orion kembali.


" Pemburu !"


Rigel dan Mintaka hampir saja tertawa melihat tangisan para tahanan itu. Mereka sudah mirip seperti manusia yang siap dipanggang dengan bumbu bumbu yang lezat.


" Mintaka awasi apinya jangan sampai mengecil."


" Baik." Mintaka beranjak dari tempat duduknya dan melakukan perintah Orion.

__ADS_1


" Tidak ! Pemburu ampuni kami !"


" Kami janji tidak akan mengulanginya lagi !"


" Tolong jangan panggang kami !"


" Oleskan minyak sayur sedikit dengan campuran bumbu yang tadi sudah dibuat Saiph." ucap Orion mengabaikan teriakan tangis para ular itu.


" Siapa yang akan memakan daging mereka ?" tanya Rigel.


" Kau." Orion menjawab singkat tanpa mengalihkan perhatiannya.


Rigel membulatkan matanya lalu menggeleng kencang. " Tidak ! Aku tidak mau !"


" Kalau begitu rekam mereka dengan gambar yang jelas. Aku akan mengirimkannya pada induk mereka." ucap Orion.


" Ya !" Rigel segera berlari melakukan apa yang Orion minta. Ia tidak mau memakan ular panggang berkulit hitam itu. Tidak masalah kalau itu benar benar hewan. Tapi ini pada dasarnya adalah manusia yang sama sepertinya. Bagaimana Rigel bisa tahan melakukan itu.


Orion terlihat menikmati ratapan tangis para anak buah kesayangan Snake itu. Mereka yang tidak lain sepuluh orang tahanannya itu tampak menyedihkan dengan tubuh berlumur bumbu dan digantung terbalik di atas api. Mereka persis seperti manusia yang siap dipanggang hidup hidup.


" Pemburu ! Uhuk uhuk !" para tahanan itu tidak sanggup lagi berteriak karena bau bumbu dan juga asap api yang menyiksa mereka.


" Beruntunglah Orion tidak membunuh kalian." ucap Bellatrix.


Mendengar itu sepuluh orang tahanan semakin mengencangkan tangisan mereka. Perasaan mereka bercampur antara terharu dan juga sedih. Terharu karena berarti mereka masih diberi sedikit kelonggaran dan sedih karena entah sampai kapan hukuman ini bisa berakhir.


" Saiph, Alltrix beri mereka beberapa hal kecil agar semakin menangis. Aku ingin melihat induk mereka jantungan setelah melihatnya dari rekaman kirimanku nanti." Orion menyeringai kejam.


Tidak perduli mereka dulu adalah kenalan lama dimasa lalu. Orion tidak akan dengan mudah melepaskan buruannya begitu saja. Ia memang tidak bisa membunuh mereka akibat kebaikan mereka dimasa lalu. Tetapi bukan berarti ia tidak bisa menyiksa mereka untuk membalaskan perbuatannya.


" Sekarang nikmati siksaan kalian anak ular. Aku akan terus menyiksa kalian sampai induk kalian yang datang sendiri ke kandangku untuk menyerahkan diri."


Orion akan memanfaatkan mereka untuk membuat perhitungan kepada George yang sudah berani mengusiknya. Bukankah ada pepatah yang mengatakan hati hati dengan senjatamu karena bisa saja kau sendiri yang akan terkena imbasnya kalau tidak berhati hati.


Atau bisa disebut dengan senjata makan tuan. Orion akan mengajarkan pepatah itu pada George nanti. Kita lihat apakah penghianat itu bisa balik membalas seperti apa yang dilakukannya pada kelompok ular itu ?.


Orion dengan senang hati akan menonton mereka dari sini. George seharusnya cukup beruntung karena bukan Orion sendiri yang membalasnya. Karena kalau itu terjadi mungkin dia akan menyusul ke dalam peti mati Dekandra dalam keadaan kepala yang sudah diawetkan.

__ADS_1


" Lakukan sampai induk ular itu datang kemari !"


__ADS_2