Orion (Sang Pemburu)

Orion (Sang Pemburu)
Sekutu


__ADS_3

BRAK !


" Letnan penjara selatan runtuh !" seorang polisi muda berlari mendekati Letnan Sarga dengan napas tersegal segal.


Letnan Sarga terkejut dan segera beranjak berdiri. " Kenapa itu bisa terjadi ?!"


" Ada yang meledakkan bom di dalam penjara Letnan." ucap polisi muda itu.


Letnan Sarga menatap Hansen, Gabriel, dan Reina. " Kalian pergilah dulu, akan lebih bahaya jika kalian berada di sini. Aku akan kembali memanggil kalian bila kondisi sudah memungkinkan."


Gabriel mengangguk setuju. " Kami akan siap kapan saja jika anda memanggil kami lagi ke kantor polisi."


Letnan Sarga beralih melihat kearah Alisa dan Karen. " Maaf nona nona bisakah besok anda kembali lagi ke sini karena sepertinya sesuatu terjadi di kantor kami ?"


" Baik, aku akan datang kembali." jawab Alisa.


" Aku pun juga mau pulang saja. Aku tidak mau berurusan lebih lama di sini." Karen berucap sinis.


" Terima kasih pengertiannya tuan tuan dan nona nona sekalian. Anak buah saya akan mengantar kalian." Letnan Sarga beralih ke polisi muda itu.


" Ayo kita ke sana." lanjutnya.


Di penjara selatan dua orang berpakaian hitam muncul dari balik reruntuhan. Mereka berlari menuju arah berlawanan dari penjara selatan.


" Di mana Orion ?"


Bellatrix mengangkat bahunya pertanda tidak tahu. " Mungkin dia sibuk dengan wanitanya."


Rigel menatap tajam kearah Bellatrix. " Jaga ucapanmu. Jangan lupakan batasan kita bahwa kita dan dia berbeda."


" Aku benar bukan ? Dia terlihat konyol bersikap seperti itu." Bellatrix mendengus membayangkan wajah Orion yang bersikap konyol. Yang benar saja, itu terlihat menjijikkan dan berlebihan menurutnya.


" Itu dilakukannya demi rencana ini berjalan. Berhentilah berucap hal sampah seperti itu." Rigel berucap tegas.


" Aku mendengar kalian. Cepatlah bergerak jangan banyak berbicara seperti wanita."


Rigel dan Bellatrix tersentak mendengar suara datar penuh ancaman dari Orion melalui earpiece yang mereka gunakan untuk saling berkomunikasi.


" Orion kau di mana ?" tanya Rigel.


" Tujuh langkah di belakang kalian."

__ADS_1


Bellatrix dan Rigel berbalik ke belakang melihat Orion yang berjalan mendekati mereka. Tetapi mereka saling mengerutkan kening bingung saat melihat Orion yang datang dengan memakai pakaian lengkap ala polisi.


" Pakai ini." Orion memberikan tas pada Rigel dan Bellatrix.


Rigel mengambil tas itu lalu membukanya. " Pakaian polisi ?"


" Dan topeng kulit untuk wajah ?" Bellatrix ikut bertanya.


Orion mengangguk. " Pakai dan lakukan dengan cepat."


" Aku benci ini, memakai pakaian musuhmu sendiri ? Yang benar saja." Bellatrix bergumam kesal. Padahal sebelum datang ke sini dirinya sudah bersiap tampil sekeren mungkin.


Rigel dan Bellatrix memakai pakaian polisi sesuai perintah dari Orion dengan topeng kulit wajah sebagai penyamaran.


" Orion kau mendengarku ? Rigel, Bellatrix ?"


Orion membenarkan earpiece di telinganya. " Ya, suaramu terdengar jelas Mintaka."


" Dan cukup keras untuk di dengar." tambah Rigel.


" Tolong pelankan suaramu itu." timpal Bellatrix.


" Kalian sudah bersama ?"


" Bagus, dengarkan aku baik baik. Kalian memiliki waktu satu jam di dalam sana. Aku akan mematikan CCTV dan mengacaukan jaringan yang ada di sana. Jadi, gunakanlah waktu sebaik mungkin sebelum para polisi itu mendapatkan bala bantuannya." jelas Mintaka.


" Sekarang ke mana kami harus pergi ?" Rigel bertanya dengan tangan sibuk memakai ikat pinggang.


" Utara, pergilah ke arah utara."


" Baik sesuai arahanmu Mintaka." ucap Belltrix.


" Semoga berhasil teman teman."


Orion berjalan menuju arah utara bersama Rigel dan Belltarix.


...*****...


Para tahanan di penjara utara yang mendengar tentang runtuhnya penjara selatan menjadi panik. Saat ini mereka mencari jalan untuk keluar dari penjara yang mereka tempati, tetapi polisi yang berjaga membuat mereka tidak bisa melakukan apapun. Nasib mereka bertaruh di sini, belum lagi mereka juga mendengar ruangan di sebelah penjara selatan terbakar dan butuh pemadam karena api yang cukup besar. Jangan sampai api itu menjalar ke penjara mereka atau mereka hanya akan tinggal nama saja hari ini.


" Letnan berkata kalian harus membantu dan mencari tahanan di penjara selatan." Orion tiba tiba datang memegang bahu kedua polisi penjaga penjara sembari menatap tajam mata mereka.

__ADS_1


" Baik." kedua polisi penjaga itu mengangguk patuh.


Para tahanan yang mendengar suara lain mengalihkan pandangan mereka. Di luar penjara mereka melihat tiga orang polisi sedang berbicara pada dua polisi yang sedang berjaga.


" Bagus." Orion menyeringai lalu melepaskan pegangan tangannya.


Dua polisi penjaga itu berjalan pergi meninggalkan penjara dengan tatapan kosong.


Orion melirik Rigel dan Bellatrix yang berdiri di belakangnya. " Buka."


Para tahanan menjadi waspada saat merasakan ada yang berbeda dari tiga polisi di depan penjara mereka saat ini.


" Siapa kalian ?" tanya salah satu tahan di dalam penjara saat pintu di buka.


Orion melepaskan beberapa kancing seragam polisinya lalu membukanya di hadapan para tahanan dan menunjukkan sebuah tato berbentuk pemanah yang sedang memegang busur lengkap dengan tulisan kuno yang terukir indah di dada kirinya.


Melihat tato itu para tahanan seketika terbelalak dengan wajah berubah pucat. Bagi penjahat dalam dunia gelap mereka semua mengetahui siapa pemilik tato itu. Mereka menyebutnya sebagai Sang Pemburu, pembunuh terkuat yang begitu di takuti dunia bawah.


" Wah, kau hebat Orion. Lihatlah, baru saja mereka melihat tatomu orang orang itu sudah seperti melihat malaikat kematian." canda Bellatrix.


Orion kembali mengancingkan bajunya. " Bellatrix bijaklah sedikit."


Bellatrix segera menutup mulutnya rapat rapat.


Orion melirik Rigel yang dibalas dengan anggukan kepala sebagai pertanda bahwa dia mengerti.


" Kami menawarkan kerjasama. Jadilah sekutu kami dan tunduklah pada kami maka kami akan membebaskan kalian dari penjara ini." Rigel menatap setiap wajah para tahanan di dalam penjara.


" Apakah hanya itu saja keuntungan kami ? Jika hanya keluar dari sini kami pun juga bisa melakukannya tuan." ucap salah satu tahanan.


Rigel menggelengkan kepalanya pelan. " Kami akan menjamin kehidupan keluarga kalian dan kalian akan terbebas dari kejaran para polisi. Anggap saja kalian sedang bekerja dengan kami dan kami memberikan kalian imbalan dari setiap kerja keras kalian. Kami juga memperbolehkan kalian menemui keluarga kalian asalkan itu tidak terlihat oleh para polisi ataupun tentara." jelasnya.


" Bagi yang memiliki anak kami akan memasukkannya ke dalam sekolah terbaik di luar negara Z ini." Bellatrix juga ikut memberikan tawaran.


" Jadi sekutu kami dan kami akan memberikan jaminan pada kalian." Rigel berucap penuh ketegasan.


Para tahanan saling berdiskusi memikirkan tawaran yang diberikan Sang Pemburu kepada mereka. Tawaran itu cukup menggiurkan bagi mereka ditambah mereka bisa diam diam menemui keluarga mereka dan masa depan keturunan mereka terjamin.


" Apa yang harus kami bayar untuk tawaran kalian ?" tanya salah satu tahanan.


" Aku menginginkan kesetiaan kalian." ucap Orion.

__ADS_1


Para tahanan telah memutuskan. " Kami akan bersekutu denganmu."


__ADS_2