Orion (Sang Pemburu)

Orion (Sang Pemburu)
Bank


__ADS_3

CLEK !


Orion membuka besi penutup ventilasi udara. Diserahkannya besi itu pada Bellatrix di belakangnya. Dilanjutkan Bellatrix yang mengopernya pada Mintaka yang berada di belakangnya dan Mintaka yang meletakkannya di lantai ventilasi. Setelah itu Orion mengulurkan tali ke bawah untuk mereka turun. Dimulai dari Orion, Bellatrix, dan yang terakhir Mintaka.


Setelah kakinya menapak Mintaka langsung melakukan tugasnya yaitu memecahkan sandi pintu tempat pengumpulan uang di Bank disimpan. Sedangkan Orion dan Bellatrix menunggu Mintaka menyelesaikan tugasnya.


KLEK !


Bunyi pintu setelah Mintaka berhasil memecahkan kata sandinya. Orion dan Bellatrix tersenyum senang melihat keberhasilan itu.


" Ya, berhasil." Mintaka tersenyum bangga.


Orion menepuk pundak Mintaka sebagai pujian. " Kau memang tidak pernah mengecewakan dalam hal ini Taka."


" Tentu saja, kalau tidak papi tidak akan mau memungutku dulu." balas Mintaka.


" Ayo kita masuk." Bellatrix membuka pintu itu dan masuk pertama kali. Dipandanginya tepat itu yang memiliki banyak ruang kosong karena uang uang itu berada di rak besar dan diletakkan diujung ruangan.


Orion dan Mintaka meneliti ruang penyimpanan itu dengan teliti. Mereka tidak ada yang gegabah dalam hal ini. Setiap kemudahan maka akan mereka anggap sebagai jebakan. Karena pelajaran pertama yang mereka pelajari dulu adalah kata tidak ada yang mudah di dunia ini.


" Kenapa uang sebanyak itu diletakkan diujung ? Padahal masih ada banyak tempat kosong di rungan ini." Mintaka mengeluarkan apa yang ada dipikirannya saat ini.


Orion meneliti setiap dinding di kanan dan kiri ruangan itu. " Jebakan, ada jebakan disini."


Bellatrix yang mendengarnya langsung mengambil sebuah kotak dari dalam ranselnya. Kotak itu berisi bubuk putih dengan harum yang cukup familiar dipenciuman Orion dan juga Mintaka.


Dibukanya kotak itu lalu menaburkan bubuk putihnya ke depan. Perlahan garis garis merah yang membentuk sebuah jaring laba laba terlihat di depan mereka.


" Laser ?" tanya Bellatrix setelah melihat garis garis merah itu.


" Alltrix dari mana kau menemukan bubuk putih itu ?" Orion bertanya dengan curiga.

__ADS_1


Bellatrix tersenyum sebelum menjawab. " Em.., dari kamar Alnitak. Karena aku lupa meletakkan dimana bubuk ajaibku berada."


Mintaka menepuk keningnya mendengar kebodohan yang dilakukan Bellatrix. Tidak tahukah dia kalau si kembar psikopat itu tidak suka jika alat kecantikannya mereka sentuh. Ini Bellatrix malah mengambilnya, habislah nasib mereka nanti. " Kau, bodoh."


Orion mengangguk menyetujui hujatan Mintaka untuk Bellatrix. " Selamat kau telah membangunkan penyihir pemakan manusia."


Bellatrix terbatuk karena tersedak ludahnya sendiri. Setelah pulang dari sini ia akan pergi jauh menghindari Alnitak. " Sudahlah itu urusan nanti. Sekarang ayo pikirkan cara agar kita bisa melewati laser ini tanpa menyentuhnya." ucapnya.


" Awas kau kalau meminta bantuanku nanti." Mintaka berucap sinis sebelum berjalan ke depan dengan mengencangkan tali ranselnya. Tanpa menunggu kedua temannya Mintaka langsung melompati garis merah yang paling depan. Setelah itu merayap di lantai dengan hati hati lalu kayang di garis terakhir. Merasa berhasil Mintaka menunjukkan senyum mengejek pada Orion dan Bellatrix.


Orion tersenyum lalu memasang pengaman ransel di perutnya dan melakukan salto yang sering para ninja lakukan di negara timur. Hal itu membuat Mintaka dan Bellatrix terbengong melihatnya. Mereka tahu Orion itu sangat pintar tapi mereka tidak tahu kalau ternyata Orion bisa sehebat itu.


Setelah sampai diujung Orion berhasil berdiri di samping Mintaka dengan selamat. Sekarang giliran Bellatrix yang melakukannya.


" Mati aku." gumam Bellatrix menatap ngeri setiap susunan laser itu.


.


...*****...


.


" Kau tahu saja dalam hal ini." Orion mengambil karung itu dan memasukkan sisa uang ke dalamnya.


" Setidaknya meski aku tidak mahir dalam membela diri aku tidak penakut seperti orang itu." Mintaka menunjuk Bellatrix yang masih merayap di lantai melalui tatapannya.


Orion terkekeh mendengarnya dan juga ikut melihat Bellatrix yang masih belum setengah jalan melewati laser itu.


" Sudah selesai." ucap Mintaka.


Orion memandang rak tempat uang itu telah kosong. Lalu memandang Mintaka dengan mata memberi isyarat.

__ADS_1


" Hah, memang menyusahkan." Mintaka menggendong ranselnya dan mengambil dua karung. Ia berjalan ke sisi kiri dinding dan menekan tombol hitam kecil.


Seketika sinar laser yang tersusun itu langsung menghilang. Orion menggendong ranselnya dan membawa tiga karung berjalan melewati Bellatrix yang terbengong dengan posisi merayap di lantai.


" Dasar bodoh." ejek Mintaka saat melewati Bellatrix. Ia berjalan mengikuti Orion keluar dari ruangan itu.


Bellatrix langsung tersadar lalu cepat cepat beranjak bangun mengejar Mintaka dan Orion. Ingin rasanya ia berteriak tetapi ini misi mereka dalam mencuri. Jika suaranya terdengar oleh penjaga maka sama saja menyerahkan diri ke penjara.


Orion naik menggunakan tali yang tadi digunakannya untuk turun. Melihat Orion yang sudah sampai di atas Mintaka segera mengikat lima karung itu ketali dan menunjukan jari jempolnya sebagai isyarat semua sudah selesai.


Orion menarik tali itu dan mengambil lima karung berisi uang lalu meletakkannya di belakangnya. Kemudian diturunkannya lagi tali itu untuk Mintaka dan Bellatrix naik ke atas.


" Baru kali ini aku mencuri tanpa alat canggih buatan Saiph. Bahkan kita menggunakan tali manual yang sangat biasa." ucap Mintaka setelah sampai ke atas.


" Untuk latihan saja." balas Orion.


Bellatrix menarik tali itu lalu menutup kembali ventilasi udara. " Kalian tega sekali mening..." kata kata yang dikeluarkannya terhenti saat melihat ke belakang Orion dan Mintaka sudah tidak ada lagi.


" Sialan, mereka meninggalkanku lagi." sambungnya.


Bellatrix merangkak agak cepat mengejar kedua teman laknatnya itu. Khususnya Mintaka, dia sudah tahu kalau laser itu bisa dimatikan setelah mereka sampai keujung. Tapi kenapa setelah Mintaka sampai bukannya mematikan laser itu dia malah menempati uang dan membiarkannya merayap seperti cicak di lantai.


Bukannya hanya itu, Orion juga sengaja membuatnya naik terakhir kali dan meninggalkannya begitu saja bersama Mintaka. Benar benar mengesalkan mereka berdua itu.


Bellatrix berhasil keluar dari ventilasi udara itu. Ia berlari melompati pagar tinggi sebagai pembatas dengan cepat untuk menghindari lampu pengintai yang bisa saja menangkapnya.


Sebuah mobil hitam berhenti di depannya dan Bellatrix bisa melihat senyum menyebalkan milik Mintaka di dalam mobil itu.


" Kau selamat ?" Mintaka bertanya polos.


Bellatrix berdecak kesal lalu masuk ke dalam mobil. Dengan kesal ia mengacak rambutnya lalu mencekik Mintaka dari belakang bersama Orion yang mulai menyetir mobilnya.

__ADS_1


" Akh !" Mintaka berteriak kaget sekaligus kesakitan.


" Memang biadab kau ! Aku kau kerjai di dalam sana dan ditambah kalian tinggal pula. Kau ingin merasakan racunku hah ?!" Bellatrix berteriak kesal dan semakin mengencangkan cekikkannya.


__ADS_2