Orion (Sang Pemburu)

Orion (Sang Pemburu)
Jadi Kita Teman ?


__ADS_3

Orion tersenyum menatap teman temannya. " Untuk kali ini kita tidak akan menyerang. Kita akan mengumpulkan bukti sambil terus mengawasi dari jauh. Ingat, jangan ada yang ceroboh karena ini akan mempertaruhkan keberadaan kita di sini."


" Jadi..., mulai sekarang kita pisah ?" tanya Alnilam.


" Ya, kita akan berkumpul di rumah ini setiap satu minggu sekali." jawab Orion.


" Baiklah kami mengerti." ucap Rigel.


" Kalau begitu bagaimana kau menghadapi bawahan George yang ingin membunuhmu ?" Mintaka yang dari tadi hanya menyimak akhirnya ikut berbicara.


Orion terdiam mendengarnya, benar juga apa yang ditanyakan Mintaka. Kalau bawahan George ingin membunuhnya bagaimana caranya ia membela diri. Sedangkan keadaannya nanti adalah menjadi Hansen si pria manis yang tidak pandai bertarung.


" Akan kupikirkan nanti, yang penting kalian fokus menjalan misi ini. Lagi pula para bawahan George tidak mungkin bisa membunuhku." ucap Orion pada akhirnya.


" Yah dan akhirnya rapat kita selesai." Bellatrix merenggangkan ototnya yang terasa pegal akibat duduk terlalu lama.


" Kalau begitu aku pergi." Orion beranjak berdiri diikuti teman temannya. " Jangan lupa untuk bersenang senang." lanjutnya.


" Siap ketua." Rigel, Bellatrix, Alnilam, Alnitak, Saiph dan Mintaka berucap bersamaan dengan senyum bahagia. Mereka bersorak bersama karena akhirnya mereka bisa merasakan hidup layaknya orang biasa dengan pekerjaan yang mereka sukai.


Orion tersenyum memandang teman temannya. Setelah itu ia memakai helm dan melajukan motornya untuk kembali ke Apartemen. Kembali menjadi Hansen yang manis dan juga ramah.


Sungguh memuakkan, batinnya. Orion menghentikan motornya di depan Cafe yang ramai pengunjung. Karena nanti saat di Apartemen Orion malas memasak jadinya sekarang ia harus mengisi perutnya dulu. Orion berjalan masuk ke dalam Cafe dan memilih tempat duduk di dekat jendela.


" Selamat datang tuan, ada yang ingin dipesan ?" seorang pelayan pria datang menghampiri Orion dengan senyum ramahnya.


" Saya ingin nasi goreng seafood, cake keju, dan jus mangga satu."


" Silahkan tunggu sebentar tuan." pelayan pria itu membungkukkan tubuhnya sebagai bentuk kesopanan yang telah menjadi ciri khas di negara Z ini.


Orion memandang keluar jendela kaca di sampingnya. Tiba tiba ingatan saat ia makan siang bersama Reina terlintas dipikirannya. Waktu itu mereka juga makan bersama didekat jendela dan waktunya juga siang seperti sekarang. Orion tersenyum tipis membayangkan waktu itu. Namun senyumnya perlahan pudar saat mengingat Reina yang menyukainya sebagai Hansen bukan Orion.


" Tuan pesanan anda."


Orion menoleh lalu tersenyum menatap pelayan pria itu. " Terima kasih."


" Sama sama tuan dan selamat menikmati." ucap pelayan pria itu sambil kembali membungkukkan tubuhnya sebelum pergi.


Orion yang melihat itu sedikit mengerutkan keningnya. Jika semua pelayan di Cafe ini sebelum pergi membungkukkan tubuh mereka sebagai tanda kesopanan. Apa pinggang mereka akan baik baik saja setiap hari seperti itu ?.


" Rion ?"

__ADS_1


Orion mengangkat pandangannya dan melihat siapa yang memangilnya saat ini. " Klein."


Klein duduk di depannya dengan jaket kulit hitam dan jeans hitam. " Kau sendiri ?"


Orion mengangguk. " Tidak ada jodoh." jawabnya dengan nada bercanda.


" Wah, kita senasib kalau begitu. Pantas saja kita selalu bertemu." Klein tertawa lalu mengangkat tangannya memanggil pelayan.


Kali ini seorang pelayan wanita yang datang menghampiri meja Orion. " Ada yang ingin anda pesan tuan ?"


" Aku ingin steak daging babi dan wine."


" Baik tuan, mohon menunggu sejenak pesanan anda."


Klein mengangguk singkat pada pelayan wanita itu lalu kembali menatap Orion. " Kau tidak makan ?"


" Sangat tidak sopan kalau aku makan duluan."


Klein terkekeh mendengarnya. Tata cara orang kaya di meja makan memang berbeda dengan orang biasa sepertinya. " Baiklah, tunggu aku kalau begitu."


.


...*****...


.


" Tidak apa apa." Orion tersenyum geli menatap Klein.


" Baguslah setidaknya makan siang kali ini kita tidak akan bosan."


Orion meminum jusnya dan menyingkirkan piring nasi gorengnya yang sudah habis. " Kau tidak mengira tuan muda sepertiku akan mengikuti aturan kolot sepertimu itu kan ?"


" Siapanya yang tahu, kau terlihat seperti anak yang penurut."


Orion terkekeh lalu mengambil cake kejunya. " Hei, ayolah. Aku lahir dizaman yang cukup modern."


Klein tertawa pelan lalu mengambil winenya. Mengusap gelas kaca itu dengan ibu jarinya. Orion jauh dari apa yang ia pikirkan sebelumnya. " Mana tahukan ?"


" Apa tingkahku terlihat seperti anak penurut selama ini ?" Orion balik bertanya. Yah, ia penasaran tentang hal ini. Bagaimana bisa dirinya yang sedikit sulit untuk tenang ini dikatakan anak yang penurut. Ayolah, bahkan sewaktu kecil itu Orion sering membuatnya membuat ibunya menangis karena melihatnya terluka akibat kenakalannya. Dari sana saja sudah membuktikan kalau Orion bukanlah termasuk anak yang penurut. Seperti yang ayahnya katakan, Orion akan terus menjadi putranya yang nakal karena anak laki laki bisa mandiri dari kenakalannya.


" Tidak, dari tingkahmu kau terlihat seperti tuan muda yang cukup pembangkang." Klein menjawab jujur.

__ADS_1


" Kata ayahku dulu, anak laki laki akan mandiri dari kenakalannya."


" Wah, benarkah ? Apa sekarang kau sudah mandiri ?"


Orion mengangguk. " Buktinya aku bisa makan sendiri, mandi sendiri, memakai baju sendiri,..."


Klein yang mendengar itu langsung mendatarkan wajahnya." Sudahlah jangan membicarakan itu lagi. Jawabanmu terdengar menyebalkan."


Orion tertawa sambil menyingkirkan piring cake kejunya yang sudah habis. "Jadi aku harus menjawab apa ? Memang benarkan kalau aku sudah mandiri sekarang ?"


" Terserah pemikiranmu saja." Klein menjawab malas, kalau begitu jawabannya ia pun juga sudah mandiri sekarang.


" Kau tidak bekerja ?" tanya Orion.


Klein menatap Orion beberapa detik sebelum menggelengkan kepalanya. " Aku mengambil cuti."


" Kau tahu cara menikmati hidup rupanya."


Klein meringis mendengar kata sanjungan itu. Menikmati hidup katanya ? Makan saja ia sering tidak tepat waktu bagaimana caranya menikmati hidup. Hari ini sebenarnya Klein sedang mencari petunjuk tentang belati yang digunakan untuk membunuh Menteri Samuel Alteus. Di daerah ini katanya banyak pengerajin besi yang berbakat dan Klein ingin mencari tahu tentang belati itu. Tapi saat dijalan tanpa sengaja ia melihat Orion di dalam Cafe. Jadi, ia memutuskan untuk menghampirinya sekaligus makan siang di Cafe itu.


" Kau selesai dari sini mau kemana ?" tanya Klein.


" Pulang dan tidur."


" Itu saja ?"


Orion menganggukkan kepalanya. " Aku kan pengangguran kaya. Apa yang bisa kulakukan selain itu ?"


" Benar benar tuan muda." gumam Klein yang masih bisa didengar Orion.


" Kalau kau ?"


" Aku akan pergi kepengerajin besi."


" Untuk ?"


Klein mengangkat bahu acuh. " Untuk melihat jenis jenisnya mungkin. Entahlah tapi ini perintah bosku, kau mau ikut ?"


" Apa boleh ?" Orion balik bertanya.


" Boleh, kita kan teman."

__ADS_1


" Jadi menurutmu kita teman sekarang ?" tanya Orion lagi.


" Tentu saja." jawab Klein dengan wajah tersenyum.


__ADS_2