Orion (Sang Pemburu)

Orion (Sang Pemburu)
Alasan Bodoh


__ADS_3

" Jadi apakah benar tuan tuan dan nona nona ini membawa kabar tentang bangsawan Frendick ?" tanya salah satu tetua yang bernama Zuan.


Rigel dan yang lainnya mengangguk kecuali Orion. Dari mulai masuk dan duduk di sini Orion merasa ada sesuatu yang membuatnya enggan untuk berbicara. Orion memandangi satu persatu paa tetua di depannya. Tidak ada yang salah dengan mereka tetapi entah mengapa Orion merasa tidak menyukainya.


" Ya kam..." sebelum Rigel berbicara Orion langsung mencengkram erat bahu Rigel. Jika dilihat orang mungkin Orion hanya meletakkan tangannya tetapi siapa yang tahu kalau Rigel menahan napas kesakitan karena itu.


Orion mencondongkan tubuhnya mendekati Rigel dan berbisik pelan. " Rencana berubah."


Rigel menoleh menatap Orion bingung. Kenapa tiba tiba Orion meminta rencana mereka berubah seketika dalam keadaan mendadak seperti ini. Tapi meskipun begitu Rigel tetap mengikuti keinginan Orion karena di sini dialah ketuanya.


Orion melepaskan cengkeramannya dan kembali duduk bersandar seperti semula. Dalam hati Orion bertanya tanya dimana letak kesalahan lima tetua itu hingga menarik instingnya untuk menjauhi mereka.


" Ehem ! Kami memang mengetahui tentang bangsawan Frendick." Rigel berusaha berbicara serius di bawah pengawasan Orion. Temannya itu hanya berbicara rencana berubah tanpa memberitahu rencana itu akan diubah dengan cara apa. Karena itulah Rigel sekarang harus berpikir keras mencari alasan untuk mengubah rencana mereka yang diubah secara tiba tiba.


" Lalu apakah kalian tahu keberadaan bangsawan Frendick ?" tanya They.


Rigel menggelengkan kepalanya. " Kami hanya mengetahui ada seseorang dari negara ini yang mengetahui dimana makan bangsawan Frendick."


" Maksud kalian ?" Zuan bertanya dengan kerutan di dahinya yang keriput.


" Kami..., hanya itu yang kami tahu. Seseorang dari negara kalian menyimpan makam keluarga Frendick yang entah apa tujuannya." Rigel mengepalkan tangannya menahan ragu. Alasannya ini terdengar berputar putar. Rigel bahkan ragu para tetua itu akan percaya atau tidak.


" Dan dari kalian mengetahui tentang hal itu. Bisa sajakan kalau orang itu hanya menipu ?" tetua bernama Qian bertanya.


Mampus kau Rigel, batinnya. Alasan apa lagi yang harus diucapkannya. Kepalanya mulai berdenyut sakit karena memikirkan hal ini.

__ADS_1


" Kami memiliki bar yang cukup terkenal di negara Z. Meskipun milik kami bukanlah yang pertama terbesar tetapi milik kami cukup elit sehingga banyak orang orang terkenal datang berkunjung. Kami mengetahui itu secara tidak sengaja mendengar orang itu akan melelang makam bangsawan Frendick dengan harga yang sangat mahal." Orion berucap lancar yang membuat teman temannya jantungan seketika.


" Untuk apa orang itu melakukan hal seperti itu ?" tetua Moun bertanya dengan wajah menahan amarah.


Orion menegakkan tubuhnya lalu terkekeh memandangi para tetua di depannya. " Untuk apa lagi selain meninggalkan negara kalian dengan membawa banyak uang. Bukan menghina tapi lihatlah keadaan negara kalian saat ini yang jauh berbeda dengan negara lain."


" Kenapa kalian mau membantu kami ?"


Orion beralih menatap tetua yang bernama Wuan itu dan mengangkat bahunya acuh lalu kembali bersandar malas di tempat duduknya. " Kasihan mungkin, kami sering melakukan perjalan bisnis ke negara ini dan merasa tertarik untuk sekedar membantu. Sekaligus kami ingin mencari pengalaman baru karena peraturan di negara Z begitu ketat. Entahlah, kami pun juga tidak tahu kenapa kami mau membantu kalian yang tidak kami kenal." ucapnya tanpa berpikir panjang.


...*****...


" Tuan apa kami bisa percaya pada kalian ?" tanya Zuan.


" Jangan tanyakan pada kami tapi tanyakan pada diri kalian sendiri apakah menurut kalian kami ini bisa dipercaya atau tidak." jawab Orion.


" Apa mereka akan percaya dengan alasan bodoh yang baru saja kita buat ini Rion ?" tanya Rigel berbisik.


Orion dengan yakin menganggukkan kepalanya. " Tentu saja, karena mereka lebih bodoh dari kita." balasnya berbisik.


Rigel tercengang mendengarnya. Matanya memandang Orion tanpa berkedip sampai beberapa saat baru berhenti dan kembali duduk tenang tanpa berbicara apapun lagi.


Orion yang melihat itu tersenyum geli. Mau bagaimana lagi ? Nyatanya Orion sendiri tidak yakin dengan alasan yang diucapkannya secara asal itu. Tapi kalau ia bilang seperti itu pada Rigel. Orion yakin temanya itu pasti langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan satu katapun lagi dan itu bisa merusak rencana mereka.


Sebenarnya Orion menyesal karena terlalu percaya diri bahwa rakyatnya bisa dipercaya. Namun ia salah, melihat bagaimana tatapan para tetua yang seperti penjilat membuat Orion berpikir ulang. Untung saja instingnya sangat tajam hingga Orion belum sempat membuka maskernya dan menunjukkan wajahnya.

__ADS_1


Sekarang Orion harus menemukan siapa orang yang telah membuat instingnya bekerja tiba tiba yang membuatnya harus merasa waspada. Apakah itu para tetua itu atau salah satu dari mereka saja ?.


Karena sedari tadi saat Orion bertemu banyak orang ia tidak merasakan apapun. Berbeda sekali saat Orion bertemu dengan para tetua itu.


" Bellatrix, Mintaka, Alnilam, Alnitak, kalian bagikan susu dan daging yang telah kita bawa pada orang orang di depan. Pastikan semuanya mendapatkan bagian mereka." Orion berucap pelan tanpa menoleh ke belakang.


" Baik."


Itu suara Bellatrix sebelum Orion mendengar suara langkah menjauh dari belakangnya.


" Sepertinya kau menemukan sesuatu Rion." ucap Saiph.


Orion menganggukkan kepalanya dan berbisik ke arah Saiph. " Calon penjilat."


Saiph menggunakan kepalanya mengerti dan duduk tenang tanpa berbicara lagi saay melihat para tetua itu sepertinya telah selesai berdiskusi.


" Kami akan mempercayai anda. Jadi bisakah anda jelaskan ciri ciri orang itu sehingga kami bisa menemukannya di negara ini ?" tanya They.


" Rambut cokelat, mata hitam, tubuh tinggi, dan kulit sawo matang, yang terakhir dia seorang pria. Selebihnya kami tidak tahu." ucap Orion dengan suara menyakinkan.


Di sebelahnya Rigel dan Saiph ingin bertepuk tangan melihat betapa pintarnya Orion berbohong untuk menyakinkan para tetua itu. Jika saja mereka tidak tumbuh bersama dari kecil mungkin mereka juga akan tertipu dengan segala ucapan Orion. Untung saja dengan mereka Orion selalu berbicara kenyataan tanpa ditutupi topeng yang bernama Hansen itu.


" Baiklah kami akan menemukan orang itu. Terima kasih telah memberitahu kami tuan. Informasi ini sangat berguna untuk kami dan sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada anda. Jika bisa kami ingin mengabulkan permintaan anda sebagai tanda ucapan terima kasih kami." ucap Zuan.


" Permintaan ?" tanya Orion yang merasa tertarik.

__ADS_1


Tetua Zuan menganggukkan kepalanya. " Jika kami bisa tuan."


"Baiklah akan kami pikirkan nanti." Orion tersenyum licik di balik maskernya. Permintaan, Orion menyukai nama itu untuk melancarkan rencananya nanti.


__ADS_2