Orion (Sang Pemburu)

Orion (Sang Pemburu)
Pulau Tersembunyi


__ADS_3

BYUR !


BYUR !


BYUR !


" Semoga berhasil teman teman !" Mintaka berteriak dengan sebelah tangan menekan earpiece miliknya memberikan semangat pada teman temannya yang telah terjun ke dalam air.


Di dalam air Bellatrix mengulurkan tangannya ke atas dan menunjukkan ibu jarinya sebagai jawaban atas teriakan Mintaka. Setelah itu Bellatrix berenang mengikuti Orion dan juga Rigel yang menyelam menuju pulau. Di sebelahnya Saiph ikut berenang sesuai tim mereka masing masing. Seperti Orion dan Rigel yang berada paling depan, Alnitak dan Alnitak yang berenang bersama di barisan ke dua, lalu Bellatrix dan Saiph yang berenang di barisan terakhir. Sedangkan Mintaka mencoba membantu mereka melalui satelit dan Zairan yang bersiap bersama anak buahnya sebagai penyelamat cadangan bila Rasi Bintang gagal menjalankan misinya kali ini.


Cukup jauh mereka berenang bersama, sampai akhirnya Rigel memberi isyarat agar mereka berhenti sejenak. Perlahan Rigel mengangkat kepalanya kepermukaan laut. Dengan kaca mata rancangan Saiph, ia meneliti sekitarnya dalam jarak jauh.


" Hai teman teman ! Di sekitar pantai aman dari para penjaga. Tetapi kalian harus tetap berhati hati."


Suara Mintaka terdengar dari earpiece mereka masing masing. Segera Orion dan yang lainnya ikut muncul ke permukaan laut untuk mengambil napas. Rigel menekan earpiece miliknya.


" Baiklah." balasnya kemudian menatap Orion.


Orion menganggukkan kepalanya lalu kembali menyelam diikuti Rigel, Alnilam, Alnitak, Bellatrix, dan Saiph. Mereka berenang menuju dasar pantai. Kali ini mereka berenang dengan sedikit santai karena tidak ada penjaga yang mengintai mereka. Meskipun begitu insting mereka tetap masih bekerja. Setelah lima belas menit akhirnya mereka sampai ke dasar pantai. Alnilam membuka alat pernapasannya dan beristirahat sebentar di bibir pantai. Begitupula dengan Alnilam dan Bellatrix, sedangkan Orion, Rigel, dan juga Saiph mereka memandang sekitar untuk menentukan arah tujuan mereka selanjutnya.


" Taka kemana kamu harus pergi ?" Saiph bertanya melalui earpiece di telinganya.

__ADS_1


" Tunggu, aku belum bisa memberi jawaban karena aku juga tidak yakin dengan ini."


Jawaban Mintaka itu membuat kening Saiph, dan Rigel berkerut bingung. Mereka saling memandang seakan mereka sama sama merasakan sesuatu yang tidak mengenakan nanti. Orion mengambil pasir di bawah kakinya lalu memandangnya dengan cermat. Sekilas terlihat biasa tetapi sayangnya di pandangan tajam Orion pasir itu malah terlihat seperti butiran batu batu yang lama terpecah dan sekarang ini membentuk butiran batu baru yang masih kecil.


Orion memandang pantai dengan tajam dan kembali mengingat keadaan bawah laut yang dilaluinya tadi. Terdapat banyak batu karang dan juga batu batu besar dan ada juga bekas bangunan runtuh di sana. Orion memandang sekitarnya, entah kenapa ia merasa tempat ini malah seperti bekas runtuhnya suatu kota atau mungkin saja tempat tempat bersejarah. Terlihat dari bekas bangunan runtuh di bawah dasar laut yang sempat dilihatnya tadi.


" Teman teman entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengan pulau ini." ucap Bellatrix yang mulai berjalan mendekat.


Saiph menoleh. " Maksudmu ?"


" Tempat ini terlalu sunyi dan hampir tidak memiliki suara. Bahkan kicauan burung pun tidak terdengar di sini, atau suara hewan hewan kecil yang biasa kita dengar di dalam hutan. Bagiku ini cukup mencurigakan dan juga aneh. Bukannya hal yang sunyi itu menyembunyikan bahaya ancaman yang tajam ?" jelas Bellatrix diakhiri pertanyaan pada teman temannya.


.


.


BUG !


" Akh ! **** !" seorang pria terjatuh akibat tendangan kencang yang Mintaka lakukan.


" Dasar bajingan ! Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal hah ?!" Mintaka berteriak marah dengan tangan terkepal menahan geram. Kali ini ia benar benar marah ketika mengetahui kabar yang begitu mencengangkan. Bahkan Zairan saja tidak pernah tahu tentang pulau itu meskipun ia adalah mantan mafia terhebat.

__ADS_1


Pria yang ditendang oleh Mintaka adalah anak buah dari Zairan. Dia bertugas membawa kapal selam di bawah laut bersama beberapa orang. Tetapi saat Mintaka memberitahukan kemana tujuan mereka, pria itu terlihat kaget dan tanpa sengaja menyebutkan nama pulau itu. Sontak saja Mintaka langsung meminta penjelasan dan berakhir memukulnya, karena sebelumnya ia sudah memberi tahu tentang misi ini kepada Zairan beserta anak buahnya.


" Mintaka berhenti ! Dia baru saja masuk hari ini dan dia juga tidak tahu apa apa." Zairan merangkul pundak Mintaka untuk menyelamatkan anak buahnya.


Mintaka melotot marah pada menatap Zairan. Rasanya Mintaka ingin mengajarnya habis habisan di sini kalau saja ia tidak mengingat kalau sekarang teman temannya dalam bahaya.


" Aku tahu kau marah tetapi tolong jangan seperti ini. Kalau kau membunuhnya itu akan percuma saja karena yang tahu tentang pulau itu hanya dia. Jadi aku mohon tenangkan dirimu dulu Mintaka, kita akan bersama sama menyelamatkan mereka." ucap Zairan.


Mintaka mengacak rambutnya sebagai pelampiasan. Rasa marah bercampur khawatir menyelebunginya saat ini. Ternyata koneksi yang ia dapatkan sebelumnya masihlah kurang hingga membuat teman temannya sekarang dalam bahaya.


" Kau tolong jelaskan." pinta Zairan pada anak buahnya yang telah ditendang oleh Mintaka.


" Ba..baik tuan, maafkan kesalahan saya ini. Saya akan menjelaskan tentang pulau itu menurut pengalaman saya dulu." anak buah Zairan berusaha bangun dari lantai. Sebisa mungkin dia menahan rasa sakitnya dan berusaha berdiri tegap layaknya petarung sejati. Setelah dirasanya dia cukup kuat, pria itu menatap Mintaka.


" Nama pulau itu Hidden atau kami memanggilnya pulau tersembunyi. Kata sembunyi di sini bukanlah karena pulaunya yang tidak di ketahui oleh orang lain. Tetapi karena isi di dalam pulau itu yang tidak diketahui atau sengaja bersembunyi."


" Maksudnya ?" Mintaka bertanya tidak mengerti.


" Tuan di dalam pulau itu terdapat berbagai macam tumbuhan beracun dan juga hewan hewan mengerikan, bahkan semut dan ikan di sana memakan daging segar. Juga kalau menemukan bunga indah yang cukup besar kita harus berhati hati karena selain bunga itu beracun, bunga itu juga bisa menelan apapun bentuk makhluk hidup selagi mereka memiliki darah di dalam tubuhnya. Terakhir yang paling mengerikan adalah cacing kecil yang bisa masuk ke dalam tubuh dan tumbuh cepat di bawah kulit. Ditambah lagi nyamuk nyamuk di sana membawa parasit yang apabila menggigit kulit kita akan memunculkan parasit yang bisa hidup dan berkembang di daging kita. Itu semua berasal dari eksperimen tersembunyi yang entah siapa pemiliknya. Tapi yang saya tahu, di sana ada tempat dimana banyak orang diculik dan diambil organ tubuhnya lalu tubuh mereka diberikan pada hewan dan tumbuhan itu." jelas anak buah Zairan itu.


Sontak saja mata Mintaka terbelalak setelah mendengarnya. Begitupula dengan Zairan yang tidak pernah menyangka kalau di dunia ini masih ada manusia yang lebih buruk dibandingkan dengan dirinya dulu.

__ADS_1


__ADS_2