
Orion menutup wajahnya yang terkena sinar matahari. Ia menoleh melihat teman temannya yang masih tertidur. Orion bangun dari tempat tidurnya dan mengacak rambutnya. Tadi malam mereka bermain sampai pukul lima pagi dan tertidur bersama di ruang tamu.
Orion beranjak berdiri dan berjalan ke kamarnya. Biarkan saja teman temannya yang masih tertidur di lantai itu. Sebentar lagi mereka pasti akan bangun sendiri. Orion mengambil pakaian ganti lalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri yaitu mandi pagi.
Walaupun sebenarnya Orion itu termasuk orang yang malas dalam hal mandi dan menyentuh air. Tetapi mandi pagi adalah keharusan untuknya.
Selesai mandi Orion berjalan keluar kamar sambil mengeringkan rambutnya mengunakan handuk kecil. Sesekali ia bersiul merdu yang terdengar seperti alunan musik. Tiba di ruang tamu Orion melihat teman temannya yang telah bangun dari tidurnya. Rigel dan Saiph bahkan terlihat sudah selesai mandi. Mereka pasti bangun setelah Orion berjalan masuk ke dalam kamarnya tadi.
" Kita masak ?" tanya Rigel.
Saiph menatap Orion meminta pendapat.
" Ayo." ucap Orion.
Mereka bertiga berjalan bersama ke dapur. Jangan meragukan kepintaran Rigel dan Saiph dalam hal dapur karena nyatanya masakan mereka yang paling enak dibandingkan yang lainnya. Kadang Orion heran dengan tangan Rigel dan Saiph yang biasa memegang senjata tetapi bisa begitu lemas saat dihadapkan dengan berbagai bahan masakan dapur.
" Kita akan memasak apa kali ini ?" Rigel menatap Saiph dan Orion bergantian.
" Aku akan melihat kulkas dulu." Saiph membuka kulkas di dapur dan melihat isinya.
" Hm..., ada udang di sini. Daging, jamur, kalkun, wortel, kol, jagung, bayam, kerang, cumi, dan kepiting." lanjutnya dan mengabsen satu persatu bahan masakan yang ada di dalam kulkas.
" Sup kalkun bagaimana ?" tanya Orion.
" Setuju, sisanya kita masak dengan saus tiram. Saiph keluarkan semua bahan itu." ucap Rigel.
" Siap laksanakan !"
Orion mengambil tempat untuk mengambil semua bahan masakan itu lalu memberikannya pada Saiph. Sedangkan Rigel menyiapkan semua alat alat dan bumbu yang akan mereka perlukan.
" Hai teman teman ! Ada yang perlu di bantu ?" tanya Mintaka yang datang bersama Bellatrix, Alnilam, dan Alnitak.
" Cuci ini." Saiph memberikan bahan bahan masakan itu pada Mintaka.
Mintaka tersenyum senang karena akhirnya ia mendapat jatah pekerjaan juga. " Ayo Altrix kita cuci ini."
" Ya." Bellatrix berjalan mengikuti Mintaka.
" Lalu kami ?" tanya Alnitak.
__ADS_1
" Duduk saja." jawab Orion.
" Tidak bisa begitulah. Kami yang wanita di sini tapi para pria yang memasak di dapur." Alnitak menatap Orion tak terima.
" Kalian juga tidak mengajak kami." ucap Alnilam.
Orion menghela napas lalu memejamkan matanya sejenak sebelum menatap tajam Alnitak dan Alnilam yang memasang wajah kesal kearahnya. " Kalian ratu di Rasi Bintang dan ratu harusnya dilayani bukan melayani. Jadi duduklah dengan tenang dan lihatlah kami beraksi di dapur."
Saiph berjalan mendekat dengan membawa sekeranjang berisi berbagai buah dan juga salad buah. Di belakangnya Rigel membawa susu buah dan juga jus untuk Alnilam dan Alnitak.
" Sekarang duduklah dan jangan lupa..., jangan ganggu kami. Kalian nikmati saja itu sampai kami selesai masak." Orion tersenyum miring penuh ancaman sebelum berbalik pergi meninggalkan Alnilam dan Alnitak yang terdiam menatap sekeranjang buah, salad buah, susu buah, dan juga jus buah yang diberikan kepada mereka.
... ******...
" Masakan selesai !" teriak Mintaka yang membawa mangkuk besar berisi sup kalkun ke atas meja makan.
" Wah, sup kalkun !" Alnilam tersenyum melihat sup kalkun yang dibawa Mintaka.
" Dan ini seafood saus tiram. " Bellatrix membawa tempat panjang bersama Saiph yang berisi hasil masakan mereka.
Rigel berjalan membawa nasi dan juga piring. Sedangkan Orion membawa air minum dan juga gelas untuk mereka nanti.
" Ya."
" Bagus aku ingin meminum itu bersama seafood ini."
" Aku ingin meminumnya."
" Baiklah, biar kuambilkan dulu." Orion berbalik berjalan mengambil wine di dalam gudang. Ia sengaja menyimpan minuman beralkohol karena selain untuk menutupi senjata senjatanya yang ada di sana Orion juga bisa memiliki tempat tinggal yang bersih dari aroma minuman itu.
ADA TELPON ! ADA TELPON !
Orion mengambil ponselnya yang berbunyi dengan nada dering suara burung jalak yang berbicara.
" Halo."
" Kau dimana ?"
" Aku ada di atas lantai di bawah atap."
__ADS_1
" Hei, seriuslah sedikit !"
" Aku serius."
" Astaga ! Kenapa disaat setiap kali aku menelponmu kita pasti saja bertengkar."
" Jangan bertingkah seperti kekasihku Gabriel. Ingatlah aku masih normal."
" Ya ampun !"
Orion tertawa melihat Gabriel yang langsung memutuskan sambungan telponnya. Ia memang sengaja membuat pria itu kesal agar tidak mengganggu waktunya bersama teman temannya. Orion menyimpan ponselnya dan mengambil empat botol wine.
Orion tersenyum lalu bersiul berjalan masuk ke dalam rumahnya. Hari ini adalah waktunya untuk bersenang senang bersama teman temannya atau juga bisa disebut juga para saudaranya.
" Ini winenya." Orion meletakkan wine ke tengah meja sebelum duduk di kursi.
" Sekang ayo kita makan." ucap Mintaka yang sudah tidak sabar lagi mencicipi masakan yang ada di meja makan.
" Ayo kita berdoa dulu." pinta Rigel.
" Biarkan aku yang memimpin." ucap Bellatrix.
" Ya."
Bellatrix merentangkan tangannya di atas meja begitu pula dengan para saudaranya dan mereka saling menggenggam tangan satu sama lain. " Atas kebaikan yang telah tuhan berikan kepada kita. Mari kita mengucapkan syukur dan juga rasa terima kasih kepadanya. Berdoa mulai !"
Mereka serentak menundukkan kepala dan berdoa. Ini adalah ajaran yang mereka pelajari dari tata krama keluarga Frendick setiap kali mereka ada di meja makan.
" Berdoa selesai !" ucap Bellatrix.
" Ayo makan !" Mintaka berseru dan membalik piringnya lalu mengambil makanan yang ada di meja makan.
Alnilam dan Alnitak mengambil makanan untuk Orion, Rigel, Saiph, dan Bellatrix. Sebenarnya Mintaka juga tetapi pria itu sudah tidak sabar menunggu lagi dan langsung mengambil makanannya sendiri.
Sambil makan Orion melirik teman temannya yang terlihat menikmati makanan mereka. Ingin rasanya Orion menghentikan waktu untuk mengenang lebih lama kebersamaan mereka. Tetapi ia tidak bisa, karena waktu bukanlah miliknya.
Orion berharap setelah semua misinya selesai ia masih bisa berkumpul bersama teman temannya seperti ini tanpa kekurangan apapun. Ditambah dengan pamannya yang sekarang berada di negara N. Orion ingin hidup bersama mereka dan membangun kembali negaranya.
" Jika mungkin, tuhan tolong kabulkan harapanku ini. Biarkan kami tetap bisa bersama tanpa ada yang menghilang. Jika pun kami harus berkorban, biarkan aku yang menggantikan mereka. Biarkan aku menebus dosa mereka atas semua perbuatan buruk yang telah mereka lakukan kepada makhlukmu yang lain. Mereka seperti itu karenaku. Jadi.., hukumlah aku jangan mereka !" batin Orion.
__ADS_1