Orion (Sang Pemburu)

Orion (Sang Pemburu)
Tidak Jadi Daging Panggang


__ADS_3

SLURUT !


" Aaa !" Bellatrix dan Rigel berteriak bersama saat tali yang menggantung mereka di turunkan sedikit ke bawah. Mereka melihat kobaran api yang semakin dekat dengan kepala mereka.


" Orion maafkan aku ! Aku janji tidak akan membuatmu kesal !" teriak Bellatrix.


" Ayolah kawan, kita saudara bukan ? Kau kejam sekali dengan kami." ucap Rigel dengan mata memohon.


Orion mengangkat alisnya sebelah lalu tersenyum dengan tangan memainkan tali pengikat gantungan itu. " Terima kasih pujian kalian."


" Orion !" teriak Rigel dan Bellatrix bersama.


" Apa ?" Orion berpura pura bertanya. Dari belakang Mintaka, Alnilam, dan Alnitak tertawa dengan mengacungkan kedua jari jempol mereka.


" Hei, kalian ! Bantu kami kenapa sih ?!" lagi lagi Bellatrix berteriak kencang.


" Rion bumbunya susah jadi." Saiph tiba tiba datang dengan membawa sebaskom bumbu barbeque.


" Saiph sampai hatinya kau membuat bumbu itu !" Rigel menatap horor saudara seperjuangannya itu. Ia kira Saiph temannya yang paling waras dan bisa diandalkan tetapi dia pun sama juga dengan yang lainnya.


Saiph tersenyum dan mengedipkan matanya sebelah. " Maaf tapi aku ingin makan daging."


" Hei Sapi ! Daging yang kau maksudkan itu adalah tubuh kami !" sekarang Bellatrix merasa gila mendadak. Meski dalam hati ia masih tidak percaya jika para saudaranya tega ingin memakan dagingnya. Apalagi Orion, Bellatrix tahu seberapa keras pria itu menjaga mereka. Tapi kan tetap saja digantung dengan posisi terbalik di atas kobaran api selama berjam jam bukanlah hal yang menyenangkan.


" Baiklah saatnya membuat barbeque daging." Orion menurunkan menurunkan tali gantungan yang membuat Bellatrix dan Rigel berteriak histeris. Matanya berbinar senang melihat tubuh Rigel dan Bellatrix yang bermandikan keringat karena menahan panasnya api.


" Kalian baru seperti ini saja susah histeris. Bagaimana jika nanti kalian dikuliti oleh lawan kita. Apa kalian akan memohon sambil menangis seperti wanita lemah ?" sambungnya bertanya.

__ADS_1


Rigel dan Bellatrix terdiam kaku mencerna ucapan Orion. Mereka menghiraukan panasnya api yang terasa membakar kulit mereka.


" Ingat ! Keteguhan itu ada karena mental yang kuat ! Jika kalian tidak memiliki itu lebih baik kalian urungkan niat kalian untuk membangun negara kita !" Orion berucap tegas.


Semua orang yang mendengar itu terdiam tanpa berniat membalas karena apa yang Orion ucapkan itu benar. Rigel, Bellatrix, Alnilam, Alnitak, Saiph, dan Mintaka tidak ada yang membantah. Mereka mengerti jalan hidup yang mereka pilih bukanlah hal yang mudah. Dari semua yang telah mereka lakukan selama ini, itu hanyalah awal dari perjalanan mereka. Karena negara yang mereka bela bukanlah negara yang sama seperti dulu.


" Sekarang aku ingin melihat mental kalian di dalam api." Orion menyeringai melihat Rigel dan Bellatrix menatapnya horor. Jangan harap setelah Orion selesai berceramah panjang barusan mereka bisa bebas begitu saja. Orion belum puas melampiaskan rasa kesalnya. Karena semakin mereka ketakutan maka semakin puas hatinya.


Orion melepaskan tali pengikat di tangannya begitu saja yang berhasil membuat semua teman temannya melototkan matanya.


" Aaa ! Tolong Orion !" Bellatrix dan Rigel berteriak kencang saat tubuh mereka semakin jatuh ke bawah mendekati kobaran api itu.


...*****...


" Dagingnya empuk." celetuk Alnilam yang sedang menguyah daging hasil panggangan Saiph dan Orion.


" Bumbunya juga meresap dengan sempurna." tambah Alnitak.


Orion dan Saiph saling memandang sebelum bertos ria ala pria. Mereka cukup bangga karena masakan mereka ternyata memiliki rasa yang sempurna. Tidak sia sia mereka bekerja keras di depan bara api selama berjam jam.


Saiph mengambil daging ke dalam piring dan melakukannya lagi hingga dua piring terisi daging panggang. Setelah itu Saiph membagikan Orion saru piring daging yang baru saja ia tempati.


" Mintaka siapkan jus." ucap Orion sambil menerima piring berisi daging dari Saiph.


Mintaka mengacungkan jempolnya dan beranjak berdiri dari tempat duduknya dengan mulut mengunyah penuh daging panggang. Orion dan Saiph berjalan mendekati Alnitak dan Alnilam yang sedang duduk di atas rumput.


" Kalian tahu ? Terkadang aku merasa minder melihat keahlian kalian dalam hal dapur." ucap Alnitak pada Saiph dan Orion.

__ADS_1


" Minder kenapa ? Bukannya kau juga pintar memasak ?" tanya Saiph.


Alnitak mengangguk. " Tapi aku tidak bisa sesempurna kalian. Kalian pria tapi lebih hebat di dapur dari pada aku yang seorang wanita."


" Kau hanya harus lebih belajar lagi." balas Orion di tengah acara makannya.


" Orion benar, kau hanya perlu belajar lebih giat lagi dalam mengolah masakannya. Lagi pula rasa masakan di lidah orang itu berbeda beda." ucap Saiph.


" Iya, setelah ini aku akan lebih sering memasak untuk menyempurnakan rasa dimasakanku." Alnitak tersenyum dengan mata berbinar semangat.


" Nah, minuman datang !" Mintaka datang membawa lima gelas jus jeruk yang dicampur sedikit madu.


" Wah ! Ini temanyang cocok untuk menemani makanan kita." ucap Alnilam.


Mintaka tersenyum dan membagikan jus jeruk itu pada teman temannya satu persatu. Namun setelah dibagikan masih tersisa dua gelas jus jeruk lagi. Mintaka berjalan ke samping Alnitak dan meletakkan dua jus jeruk itu. " Alltrix, Rigel minumlah. Mana tahu ini bisa menyegarkan kalian."


Orion, Saiph, Alnilam, dan Alnitak menoleh memandang Mintaka yang sedang memberikan jus jeruk pada Rigel dan Bellatrix. Namun jus itu hanya didiamkan saja oleh dua orang itu yang sedari tadi duduk dengan wajah pucat.


" Ambilkan mereka makan Taka. Mereka belum sarapan dari tadi." ucap Orion.


Mintaka menganggukkan kepalanya lalu berjalan pergi. Saiph melanjutkan makannya dan sesekali menyuapi kekasihnya. Sedangkan Alnitak mengusap kepala Rigel dengan penuh kasih sayang. Berbeda dengan Bellatrix yang berusaha mengatur detak jantungnya.


Orion hanya tersenyum dan kembali memakan dagingnya. Tadi saat Orion melepaskan tali gantungan Rigel dan Bellatrix hingga mereka hampir jatuh ke dalam kobaran api itu. Orion segera menarik tali pengikat itu kearahnya hingga gantungan itu bergeser menjauh dari api. Tetapi Rigel dan Bellatrix yang hampir mengenai kobaran api itu sudah terlanjur frustasi dengan tubuh tegang dan wajah pucat. Jadilah mereka sekarang hanya diam tanpa menikamati daging hasil panggangannya dan Saiph.


Untuk daging, Orion sebenarnya telah menyiapkan daging sapi untuk dipanggang dengan bara hasil kobaran api yang digunakan untuk menakuti Rigel dan Bellatrix tadi.


" Ini makanlah, kalian harus sarapan untuk mengisi tenaga." ucap Mintaka.

__ADS_1


Rigel dan Bellatrix mengambil makanan itu. Mereka memakannya dengan tidak berselera. Sesekali mereka akan melirik Orion yang masih asik dengan makanannya. Seharusnya mereka yakin tadi kalau Orion tidak mungkin setega itu untuk memanggang mereka hidup hidup.


" Hah, sia sia suaraku tadi karena terus berteriak tanpa rasa malu kalau pada akhirnya aku tidak jadi mati." gumam Bellatrix


__ADS_2