Pembalasan Dendam Hanna

Pembalasan Dendam Hanna
Calon Laura


__ADS_3

Sinar matahari pagi menyelinap masuk dari tirai jendela panjang dan lebar warna putih itu. Cahayanya perlahan menyapu wajah seorang pemuda yang masih terlelap di bawah selimut. Dengan enggan ia membuka sedikit matanya melirik arah cahaya. Lalu, kembali membenamkan wajahnya di bantal yang lembut itu.


Terlihat seorang wanita yang masih memakai lingerie hitam meraba tengkuk, meniup daun telinga hingga turun ke punggung pria itu dengan lembut. Membuat sang empunya menggeliat menahan geli. Dengan satu gerakan wanita itu langsung diterkamnya di bawah selimut.


"Kamu menantangku lagi?"


"El, hentikan sayang. Ini sudah jam 7 kamu tidak lupa kan hari ini?" serunya menahan tubuh kekar sang pria yang bersiap menodongkan senjatanya.


"Ah, aku masih ingin denganmu sayang. Kapan lagi hari seperti ini datang dalam hidupku?" gerutunya sambil terus berusaha mencari sesuatu di bawah sana.


"Sebentar lagi bukannya kamu akan menikmati tubuh wanita itu setiap hari?"


"Persetan dengan wanita itu!" erangnya sedikit mejauh.


Tiba-tiba pria itu terbangun, seleranya mendadak hilang saat mendengar wanita itu dibicarakan.


"Kalo bukan karena keluarganya yang konglomerat, aku malas menikah dengannya!" timpalnya.


"Jangan gitu sayang, kamu harus bisa melewati ini. Ingat baik-baik rencana kita," ucap wanita itu seraya mengelus junior yang tampak masih segar itu.


"Kamu janji akan menungguku?"


"Aku janji!"


"Janji tidak akan mengkhianatiku?"


"Tapi kamu sudah akan mengkhianatiku duluan," keluhnya sambil mengalihkan pandangannya.


"Tenang aja sayang, setelah aku berhasil mencapai keinginanku akan langsung kuceraikan dia dan menikahimu. Kita akan hidup bahagia selamanya," rayunya membelai wajah mulus itu.


Lagi-lagi sang pria menubruk tubuh yang sexy bak gitar spanyol di sampingnya itu.


Elmer Santiago adalah seorang pewaris tunggal perusahaan yang bergerak di bidang garment. Produknya terpampang di beberapa outlet milik pribadi dan juga pusat perbelanjaan besar lainnya yang tersebar di berbagai kota besar.


Dialah yang akan dijodohkan dengan Laura Delopez anak kedua dari Martin sang pemilik perusahaan sepatu ternama asal Amerika itu.


Setelah selesai melakukan pertempuran entah ronde ke berapa, pasangan itu terlihat sudah duduk rapi di restoran hotel tempatnya menginap.


Setelan jas hitam dengan rambut klimis dan hidung mancung serta mata biru, sukses mengundang lirikan dari beberapa mata di sekitarnya. Sepertinya bukan hanya itu, karena di sampingnya duduk seorang wanita yang usianya terlihat jauh lebih tua dibanding sang pria yang terus menatapnya.


"Kenapa mereka terus memperhatikan kita? Apa perbedaan usia di antara kita terlihat sangat jelas?" tanyanya dengan malas melirik sekitarnya.


"Sudahlah sayang, jangan pedulikan mereka. Kamu tetap wanita yang paling cantik dalam pandanganku," rayunya mengecup bibir sang wanita.


"Kamu itu selalu pandai membuat aku melambung," ucapnya seraya mencubit pelan pinggang Elmer.


Grace adalah seorang wanita single parent berusia sekitar 40 tahun sementara Elmer tahun ini usianya genap 30 tahun.


Namun, meskipun usianya terpaut 10 tahun wanita itu tampak masih kencang dan juga langsing bak seorang gadis. Tak heran pemuda itu begitu tergila-gila padanya. Terlebih permainan ranjangnya sukses membuat Elmer mabuk kepayang dan ketagihan.

__ADS_1


Sudah lama mereka saling mengenal, tapi baru beberapa bulan ini memadu kasih. Kini keduanya tak sengaja bertemu di dalam hotel yang sama untuk urusan pekerjaan. Moment langka ini pun mereka gunakan untuk meluapkan rasa yang menggebu di dalam dada.


"Hari ini kamu mau kemana?" tanya pemuda itu.


"Aku masih ada janji dengan beberapa klien, jadi nggak bisa ikut kamu kembali hari ini."


"Its oke, no problem. Aku juga harus jemput mamah dan papah di bandara," ucapnya seraya menyuap sandwich bakar di piringnya.


"Lalu, langsung menuju rumah wanita itu?"


"Iya acaranya pas jam makan siang jadi sepertinya langsung ke sana."


"Yakin kamu nggak bakal tergoda sama dia?" tanyanya dengan wajah cemberut.


"Berapa kali aku harus bilang, sama sekali tidak! Aku sudah liat profilnya, bukan tipe aku banget jauh dibanding kamu sayang." Elmer membelai lembut rambut wanita itu.


"Serius? Dia kan lebih muda dariku, tenaganya juga pasti lebih kuat. Apalagi onderdilnya masih ori dan kencang."


"Tidak ada yang senikmat punyamu sayang," bisiknya di telinga Grace.


"Iihh lama-lama aku terbang digombalin mulu sama kamu!"


"Nggak papa kita terbang sama-sama."


Mereka terkekeh bersama tak mempedulikan sekitar yang terus memperhatikan mereka berdua.


"Grace, aku mau tanya ini sekali lagi. Kamu yakin tidak mau menikah denganku sekarang?"


"Kita belum mencobanya."


"Tidak El, kamu menikahlah dengan wanita pilihan mereka aku akan menunggu sampai kamu kembali ke pelukanku."


"Baiklah, jika itu maumu. Percayalah ini tidak akan lama," ucapnya menggenggam jemari wanita itu.


Dia hanya mengangguk dan memberikan senyum termanisnya.


"Oh iya, sudah kutransfer ya belilah pakaian terseksi yang kamu mau. Sampai jumpa lagi di lain waktu."


Sontak wanita itu memeluk Elmer dengan erat.


"Makasih sayang," bisiknya.


Beberapa menit kemudian mereka berpisah di lobi, pemuda itu masuk ke dalam mobilnya yang sudah disiapkan di depan. Setelah saling melambaikan tangan pertemuan terlarang mereka pun berakhir.


Wanita itu terlihat menerima panggilan.


"Hai honey! Kamu sudah sampai? Oh okee, tunggu yaa."


Senyum mengembang di bibir sexy-nya.

__ADS_1


"Huft ... cape juga meladeni brondong itu, tapi lumayan 20 juta masuk rekeningku." gumamnya dengan mata berbinar menatap layar ponselnya.


***


Laura terus mengurung dirinya di dalam kamar sejak semalam. Pagi ini pun dia enggan keluar kamar. Rasanya ingin menolak perjodohan ini dan pergi dari rumah, tapi ia tak kuasa menentang keputusan sang ayah.


Dia sama sekali tidak mengenal sosok laki-laki itu, yang dia tahu hanya cerita dari sang ayah kalo pemuda itu masih single dan pekerja keras.


Hari ini keluarga mereka akan datang melamar, sekaligus perkenalan pertama kedua calon pengantin untuk menentukan hari pernikahan mereka.


Laura meraih ponselnya dan menekan sosial media miliknya. Ia melihat ke pencarian lalu mengetik Elmer Santiago. Muncul beberapa profil di sana, lalu ia memilih salah satu yang biodatanya sesuai seperti yang diceritakan ayahnya.


Seketika matanya membulat, jantungnya berdegup kencang.


"Gila! Ganteng banget sih ini!" serunya tanpa sadar menutup mulutnya yang menganga.


Dia terus melihat-lihat kumpulan foto dan beberapa postingan milik pria itu. Tak ada yang aneh, bahkan tak ada satu pun foto wanita di sana. Hanya beberapa foto kegiatannya dan juga beberapa artikel bisnis.


Seketika senyum mengembang di bibir imut gadis itu. Dengan cepat ia membuka pintu dan menuruni tangga menuju kamar sang kaka ipar.


"Kak! Kakak!" panggilnya seraya mengetuk pintu.


"Kak Hanna!" teriaknya lagi.


"Apa sih? Pagi-pagi teriak!" gertak Michael membuka pintu.


"Hehe soriii, Kak Hanna mana?" tanyanya sambil celingukan ke dalam kamar.


"Nggak ada! Dia lagi pulang ke rumah orang tuanya, " jawab Michael sembari menutup pintu.


"Kakak tunggu!"


"Apaan lagi sih?"


"Memang kenapa ko Kak Hanna pulang? Apa terjadi sesuatu di antara kalian?"


"Sesuatu gimana maksudnya?"


"Ya itu Kakak ipar sampe pulang segala. Kalian berantem yah?"


"Aduuuhh, apaan sih pagi-pagi gaje banget ganggu orang istirahat aja. Ya dia pengen pulang aja masa Kakak tahan-tahan. Ntar dikira suami kejam lagi!"


"Emang kejam dan nggak peka!" gerutunya seraya berbalik badan.


"Eeehh apa kamu bilang?" gertaknya sambil menjambak rambut sang adek.


"Aduuuhh sakit, Kak!" erangnya memegang rambutnya.


"Istri pulang ke rumah orang tuanya bukannya dianterin, ditungguin atau minimal dijemput. Eehh ini malah cuek bebek. Iiihh amit-amit semoga calon laki gue jauh-jauh deh kaya dia," ucapnya sambil melengos kabur menuju dapur.

__ADS_1


"Heee dasar anak kurang ajar yah! Berani ngatain kakaknya. Sini lu!" teriak Michael seraya mengejar sang adik menuju dapur.


Bersambung...


__ADS_2