Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Di Seret


__ADS_3

9 bulan 10 hari, itu artinya Darren sudah berada di luar negeri selama 2 bulan 10 hari karena ketika laki-laki itu pergi usia kandungan Agna baru 7 bulan.


"Ini sudah hari H," kata Agna pelan memberitahu Saras pada saat wanita hamil itu sedang ada di kantin Universitas karena rupanya Agna masih saja pergi kuliah meskipun Darren sudah menyuruhnya untuk kuliah di rumah saja. Dengan beralasan Agna tidak betah kuliah melalui online. Wanita hamil itu juga merasa sangat mudah jenuh jika dirinya akan kuliah via online.


"Serius?" Saras dengan cepat menyedot minuman jusnya pada saat ia mendengar apa yang tadi Agna katakan.


"Iya, tapi kok nggak ada tanda-tanda aku mau melahirkan ya?" Agna mengerutkan dahinya pada saat ia merasa tidak ada yang aneh di dalam dirinya karena menurut artikel yang ia baca melalui internet kalau menjelang hari H pasti pinggul sakit bahkan ada bercak darah sedikit sebagai tanda-tanda. Tapi Agna sama sekali tidak menemukan keanehan itu pada dirinya. "Apa jangan-jangan Dokter Jesi salah?"


"Mungkin saja, tapi setahuku juga perkiraan Dokter bisa meleset kadang maju bahkan mundur. Itu sih, yang aku dengar-dengar dari Mamaku." Saras terlihat kembali lagi menyedot jus yang tadi kekasih Darius itu pesan. Iya, rupanya Saras dan Darius sudah resmi berpacaran. Sehingga membuat gadis itu tahu bagaimana perkembangan kesehatan Darren di luar negeri. "Bagaimana kalau aku ini akan menemanimu untuk memeriksa kandunganmu itu nanti sepulang kita kuliah, bagaimana apa kamu setuju?"


Agna terdiam karena saat ini ia sedang memikirkan apakah dirinya akan mengiyakan Saras atau malah sebaliknya menolak ajakan temannya itu.


"Nanti deh, aku pikir-pikir dulu karena tiba-tiba saja aku menjadi takut." Agna tersenyum demi menyembunyikan rasa gugupnya saat ini. "Mana Om suami sudah dua hari ini nggak kasih aku kabar. Aku menjadi curiga kalau dia di sana sedang mencari wanita yang lebih wow dari pada aku." Agna sekarang terdengar malah berpikiran buruk pada Darren hanya karena dua hari belakangan ini suaminya itu tidak pernah menghubunginya.


"Ish, suka mikir yang tidak-tidak. Ingat setiap ucapan itu adalah doa," ucap Saras mengingingatkan wanita hamil itu. "Mungkin saja Pak Darren disana lagi menjalani terapi sehingga dia tidak sempat menghubungimu," sambung Saras.

__ADS_1


"Ini untuk yang pertama kalinya dia sampai tidak menghubungiku selama dua hari. Padahal aku sudah memberitahunya tentang aku ini yang sangat mudah sekali berpikiran buruk. Sehingga aku menyuruhnya untuk mengirim pesan singgat saja jika dia benar-benar sibuk. Tapi ini Om suami malah tidak memberikanku kabar." Agna mengaduk-ngaduk bubur ayam yang tadi ia pesan untuk sarapan pagi. "Jika begini terus lama-lama aku mau menyusulnya kesa–" Kalimat Agna malah terputus karena Dave tiba-tiba saja datang dan langsung saja menarik tangan Agna dengan sangat kasar.


"Dave!" panggil Saras dengan suara lantang karena gadis itu juga kaget pada saat melihat Dave.


"Pegang Saras, jangan sampai dia menghalangiku untuk membocorkan rahasia wanita murahan ini!" Dave dengan suara sedikit meninggi menyuruh dua temannya untuk memegang Saras karena laki-laki itu hari ini ingin menunjukkan pada mahasiswa dan guru-guru yang ada di Universitas itu. "Sekarang kamu wanita sok suci ikut aku!" Dave terus saja menarik tangan Agna sehingga membuat wanita hamil itu berdiri.


"Apa-apaan kamu Dave, siapa yang kamu sebut murahan?" tanya Agna dengan menatap Dave sinis.


"Kamu, wanita bunting!" jawab Dave ketus sambil menunjuk wajah Agna.


"Sialan kau Dave!" Saras memberontak supaya kedua tangannya yang di pegang dilepaskan karena gadis itu sudah tahu maksud serta tujuan Dave yang ingin membawa Agna ke lapangan. "Lepaskan aku!" Saras semakin memberontak pada saat ia melihat Agna di seret oleh Dave dengan sangat kasar menuju ke lapangan. Saras juga masih bisa mendengar suara Agna yang meminta supaya Dave jangan melakukan apa-apa.


"Menolakku mentah-mentah karena kamu ini sedang mengandung anak haram!" Suara Dave menggema sehingga membuat mahasiswa melihat ke arahnya. "Tidak kusangka Agna, kamu selama ini sok alim. Tapi ternyata dan ternyata kamu malah memberikan kehormatanmu pada laki-laki berhidung belang. Sehingga membuatmu bisa hamil seperti ini, dan ini lah alasanmu mengapa kamu selalu saja mengunakan pakain kebesaran demi menutupi perut buncitmu yang berisi bayi haram."


Agna yang tidak terima pada saat Dave mengatakan bayi yang ada di dalam perutnya adalah bayi haram dengan satu tangannya Agna langsung saja melayangkan tamparan keras pada laki-laki yang Agna anggap sangatlah kurang ajar.

__ADS_1


Plak ...!


"Tutup mulutmu! Dasar bedebah!" Mata Agna terlihat mulai memerah. "Jika kau tidak tahu kebenarannya maka lebih baik kau diam brengsek!" Agna yang sudah sangat kesal pada Dave malah berteriak pada saat ia mengatakan itu.


"Tidak tahu tentang kamu yang menjadi wanita malam, atau lebih tepatnya je la ng, begitukah maksud kamu wahai wanita yang sok suci?" Dave tersenyum seolah-olah ia mengejek Agna untuk saat ini.


"Cuih, aku bukan kamu yang tidur dengan Miss Kara sampai hamil diluar nik–" Lagi-lagi kalimat Agna terputus karena Dave malah mendorong tubuh Agna ke tengah lapangan. Sehingga terdengar suara ringisan kecil dari bibir Agna. "Akhhh." Agna langsung saja memegang perutnya karena tadi posisinya jatuh pada saat di dorong perutnya sedikit terbentur.


"Ibu, Bapak Guru serta teman-teman yang lain. Lihatlah di Universitas ini ada salah satu mahasiswa yang hamil di luar nikah!" seru Dave yang berniat ingin mempermalukan Agna di depan semua orang seperti saat ini. "Apakah ini yang disebut dengan Universitas paling baik, paling terkenal? Sedangkan mahasiswanya saja malah hamil." Dave terkekeh-kekeh pada saat laki-laki itu mengatakan itu semua.


"Dave, dasar kau sialan! Hentikan semua ini!" Saras berteriak pada saat melihat Agna yang sekarang terus saja memeluk perut buncit wanita hamil itu. "Jangan mengatakan kebohongan jika kamu tidak tahu kebenarannya." Saras terlihat terus saja memberontak karena ia mau menolong Agna pada saat Saras mendengar suara mahasiswa sedang menghakimi Agna.


"Diam Saras! Lihatlah wanita yang sangat menjijikan ini sedang memeluk perutnya yang berisi anak haram!" Dave malah terlihat mengambil seember air yang sengaja sudah laki-laki itu letakkan di sana, ia lalu terlihat segera mengguyur Agna berharap supaya perut mantan kekasihnya itu bisa terlihat dengan sangat jelas. "Lihatlah, dia benar-benar sedang bunting!" Dave bertepuk tangan tanpa ia menyadari darah segar ikut mengalir bersama air yang tadi ia guyurkan pada tubuh Agna.


...****************...

__ADS_1


🍂🍂


Usahakan tinggalkan jejak kalau mau author up, dengan cara like dan komen😊


__ADS_2