Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Percaya Pada Darren


__ADS_3

Jika Darren dan Hugo saat ini sedang panik karena Alea yang tiba-tiba saja pingsan beda halnya dengan Agna yang malah menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya tepat tempat ternyaman seorang Agna ketika masih gadis.


"Agna, tenangkan diri kamu dulu sayang." Ranum terlihat mengambil posisi duduk di sebelah putrinya karena saat ini posisi Agna sedang duduk di bibir kasur. Tidak lupa ibunya Agna itu menaruh air minum di meja kecil sebelah tempat tidur sang putri. "Sabar ya sayang, saat ini rumah tanggamu sedang di uji." Ranum tidak akan menyalahkan siapapun atas hal ini meskipun wanita itu tahu semuanya.


"Bunda, aku lelah dengan semua ini. Jika saja ujian rumah tanggaku harus seperti ini." Jujur Agna merasa ujian rumah tangganya kali ini sangat berat. Sehingga ibunya Nawa itu terlihat beberapa kali membuang nafas kasar. Menandakan bahwa ia tidak akan sanggup lagi untuk mempertahankan keluarga kecilnya.


"Jika Om suami telah benar-benar menghamili wanita itu maka … aku siap untuk mengasuh Nawa sendirian karena aku merasa kalau saja Om suami sudah merasa bosan dengan diri ini." Lirih wanita dua anak itu. Dengan menahan nyeri dan sakit di ulu hatinya Agna mengatakan itu pada Ranum.

__ADS_1


"Sayang, ngomong apa kamu 'Nak? Tidak seharusnya kalimat itu kamu lontarkan. Ingat cucu Bunda, Nawa harus memiliki keluarga yang lengkap. Jangan sampai seperti Bunda." Sepertinya Ranum tidak ingin Agna dan Darren berpisah oleh karena itu ia berkata seperti itu. "Kamu harus tetap ingat apa kata Bunda, seberat apapun masalahmu, perpisahan bukanlah suatu solusi yang tepat."


"Lalu, apa Bunda ingin melihat anak yang tidak berdosa itu lahir tanpa sosok ayah?" tanya Agna di sela-sela hatinya yang semakin perih tatkala ia mengingat tengang Fika, wanita yang telah mengaku-ngaku hamil di hadapannya itu.


"Kamu lebih percaya pada wanita asing itu?" Ranum terdengar balik bertanya pada putrinya. "Agna, sayang. Apa kamu lebih percaya padanya?" tanya Ranum sekali lagi karena Agna malah diam saja.


"Tidak ada alasan yang membuatku untuk tidak percaya pada wanita itu, Bun. Sebab Om suami sama sekali tidak menyangkalnya. Bahkan dia tidak mencariku ke sini, mungkin saja saat ini dia sibuk mengurus wanita yang bernama Fika itu. Wanita yang mampu menggantikan aku di hatinya." Lagi-lagi hembusan nafas berat keluar dari mulut Agna. "Aku sadar diri Bun, aku tidak secantik bahkan tidak seseksi wanita itu. Jadi, wajar saja jika Om suami terpikat olehnya. Secara aku ini juga selama ini terlalu sibuk mengurus Nawa juga tugas deskripsiku sehingga untuk mengurus diriku sendiri aku tidak sempat."

__ADS_1


"Aku putri Bunda, tapi kenapa Bunda lebih membelanya?" Agna menatap sang ibu.


"Karena Darren laki-laki yang ba–" Belum usai kalimat Ranum. Terdengar suara Al yang mengatakan kalau saja Alea masuk rumah sakit.


"Nyonya Alea, ibu mertuamu masuk rumah sakit Agna."  


Mendengar itu Agna dan Ranum menatap ke arah ambang pintu dimana Al saat ini sedang berdiri dengan mimik yang terlihat sangat panik.

__ADS_1


🍂🍂


Up tipis² dulu kakak😊 tetap pantengin ya💜


__ADS_2