Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Menjelaskan


__ADS_3

"Kamu siapa?" Saat Saras terus saja bertanya pada Darius tiba-tiba saja wanita itu malah mendengar suara de sa han dari dalam kamar tempat Agna di sekap. "Heh, itu suara Agna. Sedang di apakan oleh teman ba ji nganmu di dalam sana?" Saras yang merasa ada yang tidak beres bergegas ingin masuk ke dalam, karena gadis itu saat ini ingin menyelamatkan Agna juga.


Namun, pada saat Saras mulai melangkahkan kakinya, tiba-tiba Darius malah menarik pergelangan tangan gadis itu.


"Mau kemana? Jangan masuk!" Darius terlihat menarik tangan Saras dengan kuat supaya gadis itu tidak masuk ke dalam kamar itu. Ia juga terdengar beberapa kali melarang Saras untuk jangan masuk.


"Lepas! Jangan halangi aku untuk menyelamatkan temanku!" Saras berusaha terus untuk melepaskan cengkraman tangan Darius. "Lepaskan aku!" Saras terlihat akan menggigit tangan laki-laki itu. Akan tetapi secepat kilat Darius malah memelintir tangan gadis itu, sehingga membuat Saras malah meringis kesakitan. "Akkhh, sakit tanganku sakit."


"Aku akan melepasmu, tapi kamu harus janji untuk jangan masuk kesana," kata Darius.


"Enak saja, temanku di dalam sedang di le ceh kan, kamu malah melarangku untuk jangan masuk. Dasar laki-laki kurang ajar!" Pada detik berikutnya Saras malah menginjak kaki Darius sekuat tenaga. Supaya laki-laki itu melepas tangannya dan benar saja Darius melepas cengkraman pergelangan tangan Saras, karena saat ini Darius sedang menahan rasa sakit pada kaki yang gadis itu injak.


"Jangan masuk!" seru Darius yang sekarang terlihat malah bergelayut di kaki Saras. "Karena di dalam sana ada orang yang sedang malam pertama." Dengan entengnya mulut Darius malah mengatakan itu.

__ADS_1


"Apa! Kamu jangan macam-macam, temanku itu sudah menikah. Jadi, tidak ada namanya dia malah malam pertama dengan teman brengsek-mu itu!" teriak Saras yang terus saja berusaha untuk melangkahkan kakinya. Meskipun saat ini Darius malah terlihat semakin erat memeluk betis gadis itu.


"Darren dan Agna ada di dalam." Pada akhirnya Darius malah mengatakan itu pada Saras, karena bagi laki-laki itu saat ini ia harus memberitahu gadis yang mungkin saja sama bar-barnya dengan Agna. "Iya, Darren dan Agna sedang ada di dalam." Darius mengulangi kalimatnya hanya untuk meyakinkan gadis itu.


"Tidak mungkin, dan jika benar Pak Darren ada di dalam. Jadi, apa beliau yang telah menculik kami?" Saras sekarang malah berpikiran seperti itu.


"Tenang, sekarang kamu lebih baik duduk dulu. Biarkan aku menjelaskan semuanya, tapi sebelum itu tolong kamu buang kayu itu dulu." Darius menyuruh Saras membuang tongkat kayu yang dari tadi gadis itu pegang. "Buang, maka aku akan langsung mulai menceritakan semuanya."


Saras yang penasaran tanpa ragu malah membuang kayu itu, karena dari tadi gadis itu merasa tidak asing dengan wajah Darius. Sehingga membuatnya patuh begitu saja.


Saat di luar kamar Darius terus saja menjelaskan semuanya mulai dari A sampai Z pada Saras. Beda halnya dengan Darren yang ada di dalam kamar mulai merasa sudah kehilangan separuh tenaganya, karena laki-laki itu melayani Agna sudah hampir dua jam lamanya sehingga gadis bar-bar itu merasa puas dan sekarang benar-benar berbaring lemas dengan tubuh polos tanpa menggunakan sehelai benang pun.


"Aku harus segera membawa Agna pergi dari sini," gumam Darren yang mulai memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai, ia juga sempat memungut pakaian Agna. "Agna, sepertinya malah akan menganggapku sebagai laki-laki me sum ketika dia tahu, kalau aku ini sudah merenggut mahkotanya." Darren terus saja berbicara pada dirinya sendiri sambil kembali memakai pakaiannya. "Alasan apa yang nanti akan aku berikan padanya, karena aku ini sudah sangat lancang melanggar isi surat perjanjian itu." Darren sekarang terlihat mulai akan memasangkan baju untuk Agna.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba saja adik kecilnya malah meronta-ronta lagi ingin keluar dari sarangnya. Ketika mata laki-laki itu malah melihat dua boba super jumbo milik Agna ditambah ia juga melihat semak-semak belukar milik istrinya itu.


"Akh, apa lagi ini?" Darren menjambak rambutnya sendiri supaya otak laki-laki itu kembali normal, tidak traveling kemana-mana. "Jangan berpikiran seperti ini, ayolah otak tolong bekerja sama." Darren lalu memejamkan mata sambil kembali memasangkan pakaian Agna, dan tepat ketika pakaian gadis itu sudah menempel sempurna di tubuh sang istri.


Tiba-tiba saja Saras dan Darius masuk begitu saja, karena dua manusia itu merasa penasaran sebab suara de sa han Darren dan Agna sudah tidak terdengar lagi.


"Pak Darren!" seru Saras sambil menutup mulutnya yang sedang terbuka sangat lebar. "Jadi, benar Bapak dan Agna sudah melakukan an–"


"Kita pulang Darius, siapkan mobilnya," potong Darren cepat sebelum kalimat Saras selesai. "Bawa juga gadis itu pulang," sambung Darren yang sekarang mengangkat tubuh Agna untuk laki-laki itu gendong.


Darius yang hanya bisa mengiyakan Darren segera mengangguk dan pergi dari sana untuk mengambil mobil yang laki-laki itu sembunyikan di semak-semak, karena rupanya Darren dan Darius malah berpikiran kalau Agna diculik oleh banyak preman. Sehingga membuat dua laki-laki yang beda profesi itu malah memilih untuk menyembunyikan mobil mereka.


Saras yang melihat Darius pergi malah ikut dengan laki-laki itu, sebab gadis itu merasa kalau aura ruangan itu malah menjadi berbeda hanya karena di sana ada Darren.

__ADS_1


(Hai, selamat malam kak, mohon maaf Author kuang enak badan. Jadi, nulis ala kedarnya saja. Minta doanya juga supaya Author cepat sembuh biar bisa up 2x sehari🙏🙏).


__ADS_2