Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Dua Boba Jumbo


__ADS_3

Di rumah Darren, tepatnya di kamar. Terlihat laki-laki itu saat ini sedang membantu Agna memberikan asi pada bayi mereka yaitu Nawa, bayi laki-laki yang sangat mirip sekali dengan Agna.


"Aku bisa sendiri, Om suami keluar saja. Kan, tadi katanya mau bicara sama Papi dan Ayah," kata Agna yang sebenarnya saat ini masih sedikit malu jika saja Darren melihatnya sedang memberikan anak mereka asi seperti saat ini. Apalagi boba miliknya sekarang terlihat semakin bertambah jumbo dua kali lipat dari sebelumnya.


"Malu?" Sepertinya Darren tahu, sehingga membuat laki-laki itu malah bertanya seperti itu pada sang istri.


"Hm, bukan malu. Tapi tadi bukannya Om suami mendengar sendiri jika saja Papi dan Ayah mau membahas masalah yang penting. Aku sih, nggak tau apa yang mau di bahas itu. Tugasku ya, mengingatkan Om suami, bukan karena aku malu," jawab Agna yang sebenarnya sudah dari tadi menyiapkan jawaban untuk Darren. "Keluar gih, nanti Ayah sama Papi berpikir kalau Om suami malah mau ikut ne nen," celetuk Agna. "Eh, kok aku jadi salah ngomong," sambung ibunya Nawa yang saat ini sedang mengulum senyum simpul.


"Setelah aku balik, baru aku mau itu," ucap Darren tiba-tiba sambil menunjuk dua boba jumbo milik Agna. "Siapa tahu putra kita Nawa butuh bantuan untuk mengurangi beban berat milik Mamanya, dan aku sebagai Papa yang baik akan dengan sangat senang hati melakukan itu semua." Darren tersenyum lebar pada saat laki-laki itu mengatakan itu semua. "Bagaimana apa Mama Nawa setuju?"

__ADS_1


"Jangan ngadi-ngadi deh, Om suami. Apa Om suami mau nih dua benda kenyal jadi sakit karena ikutan di sedot oleh Papanya Nawa?" tanya Agna dengan mata yang terus saja tertuju pada Darren.


"Aku cuma bercanda Sayang, maafkan aku yang belakangan ini melihatmu seperti daging segar dan aku sebagai singa yang kelaparan. Aku harap kamu akan mengerti dengan apa yang aku maksud ini." Darren rupanya sudah kembali normal seperti laki-laki pada umumnya, sehingga membuatnya malah bisa berkata seperti itu pada Agna.


"Jangan bahas itu, Om suami harus keluar dulu. Jangan sampai Papi nanti malah akan jadi marah karena Om suami malah diam di sini." Mata Agna terus saja menatap ke arah pintu karena ia takut jika saja Hugo nanti akan nyelonong masuk di saat dirinya saat ini sedang membuka kedua boba jumbonya dikarenakan asi Agna sangatlah berlimpah ruah membuat wanita itu membuka satunya lagi supaya bobanya tidak terasa sakit sebab airnya sudah sangat terisi penuh. Menyebabkan bobanya meneteskan asinya sendiri.


"Butuh handuk?" tawar Darren pada saat melihat satu boba jumbo milik Agna terus saja mengeluarkan asi. Meskipun Nawa tidak meng hi sapnya karena saat ini bayi itu sedang menikmati asi boba jumbo milik Agna yang ada di sebelahnya.


"Astaga, aku lupa beli Sayang," ucap Darren sambil menepuk jidatnya sendiri. "Maaf ya, Sayang. Aku benar-benar lupa."

__ADS_1


"Om suami bagaimana sih, sekarang apa yang harus aku lakukan? Mana ini terasa sakit lagi, nggak mungkin juga aku kasih Nawa ne nen kesini karena disini saja dia sudah batuk-batuk karena tersedak." Agna sekarang terlihat mengelus dada Nawa sebab bayi yang masih berwarna merah itu benar-benar tersedak oleh air asi sang ibu, sehingga membuat Agna panik dan segera mencabut pu tingnya dari mulut bayi itu. "Us, ussh, pelan-pelan Nawa Sayang. Tersedak ya, maaf karena asi Mama terlalu banyak." Pada saat Agna masih saja berusaha membuat Nawa supaya berhenti batuk. Darren malah terlihat berlutut di depan Agna karena posisi wanita itu saat ini sedang duduk di pinggir ranjang.


"Apa boleh aku bantu untuk menyedotnya saja?" Dengan lugu dan polosnya Darren malah bertanya seperti itu pada Agna. Bukannya membantu sang istri untuk membuat bayi mereka supaya berhenti batuk-batuk.


"Om suami, jangan aneh-aneh!" Agna yang berbicara cukup keras membuat Nawa malah menangis karena bayi itu kaget dengan suara sang ibu.


Darren yang mendengar Nawa menangis dengan cepat menutup kedua boba milik Agna karena ia tahu pasti saat ini orang tuanya dan mertuanya pasti akan masuk ke dalam kamarnya. Sebab Nawa malah menangis cukup keras seperti pertama kali bayi itu keluar dari dalam perut Agna.


...****************...

__ADS_1


Lanjut, apa cukup sampai di sini saja? Tolong komen yak💜😉


__ADS_2