
"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, Om suami!" seru Agna setengah berteriak karena Darren sudah terlihat menaiki anak tangga. "Aku juga sudah menyiapkan semua apa yang kamu butuhkan di pagi ini. Jadi, jangan lupa berterima kasih padaku." Senyum Agna semakin melebar pada saat wanita itu mendengar kata terima kasih dari bibir sang suami.
"Terima kasih Agna, karena kamu sudah menyiapkan semua kebutuhan-ku," ucap Darren menimpali wanita hamil itu. "Kamu juga harus mandi, setelah itu kita akan sarapan bersama," sambung laki-laki itu sebelum masuk ke dalam kamarnya.
Agna yang mendengar itu langsung saja mencium keteknya yang kiri dan kanan. "Bau bawang," gumam Agna sambil memencet hidungnya. "Pantesan dia menyuruhku untuk mandi, karena keringatku bau bawang bekasku memasak tadi." Agna terkekeh kecil pada saat wanita itu mengingat kalau dirinya tadi sempat terjatuh ke tubuh sang suami.
"Tidak apa-apa aku bau bawang, toh ini juga gara-gara dia yang harus membuatku masak di pagi-pagi buta begini. Jadi, tidak apa-apa aku bau, lagipula kalau aku sudah mandi pasti akan harum lagi," batin Agna yang sekarang wanita itu terlihat masuk ke dalam kamarnya, karena ia juga harus mandi seperti yang disuruh oleh Darren tadi.
"Jika bukan karena aku sudah setuju dengan perjanjian itu maka, aku tidak akan mau memasak untuknya." Tiba-tiba saja Agna malah mengatakan itu, menandakan bahwa mood wanita itu sudah mulai berubah lagi. "Ini pertama kali dalam sejarah seorang Agna memasak, entah bagaimana rasanya nanti nasi goreng yang aku buat tadi." Sesaat setelah mengatakan itu Agna menutup pintu kamarnya dengan sedikit kasar.
๐๐
Darren sudah rapi dengan setelan jasnya, begitu juga dengan Agna yang sudah sangat rapi dengan rok selutut dan baju ketat seperti yang biasa wanita hamil itu kenakan pada saat pergi kuliah.
"Kenapa malah di lihatin saja, ayo makan lagipula di dalam nasi goreng itu tidak ada racun," celetuk Agna pada saat melihat Darren hanya menatap sepiring nasi goreng yang ada di atas meja tepat di depan laki-laki itu.
"Aku menunggumu Agna, biar kita sarapan bersama-sama." Darren tersenyum pada saat ia melihat sepiring nasi goreng yang menggugah selera itu, di benak serta pikirannya kalau pasti nasi goreng itu akan enak.
Darren juga tidak tahu kalau sebenarnya Agna tidak bisa memasak, bukan cuma itu saja, laki-laki itu juga tidak tahu kalau Agna belajar memasak melalui youtube.
__ADS_1
"Ayo, makan saja. Bagaimanapun rasanya Om suami harus menelannya, karena aku memasak nasi goreng ini spesial untukmu," kata Agna sambil menyodorkan segelas air pada sang suami. "Ini ada garam juga, nanti kalau terasa hambar tinggal tambahin sesuai selera," sambung wanita hamil itu.
Mendengar itu perasaan Darren langsung tidak enak. "Sebelumnya apa kamu sudah memasak?" tanya Darren hanya untuk memastikan kalau istrinya pandai memasak atau tidak.
"Pernah, aku sering disuruh Bunda untuk memasak air," jawab Agna menaik turunkan alisnya, karena saat ini wanita itu merasa bangga pada dirinya sendiri saat memberitahu Darren kalau ia bisa memasak air.
"Apa hanya memasak air?" Darren terdengar bertanya sekali lagi pada sang istri.
"Ish, kenapa sih? Tinggal buka mulut saja lalu makan nih nasi goreng terus di kunyah kemudian di telan susah sekali. Padahal aku memasaknya penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang supaya rasanya enak." Agna menatap tajam Darren, pada saat laki-laki itu terus saja bertanya tentang nasi goreng yang wanita itu masak. "Sarapan, nanti Om suami telat," sambung Agna sambil berdekap tangan.
Darren yang takut kena semprot wanita hamil itu lagi, pada akhirnya ia terlihat langsung saja mengambil sendok untuk memakan nasi goreng itu. Tetapi sebelum itu Darren sempat berdoa supaya tidak akan ada yang terjadi pada saat dirinya akan memakan nasi goreng spesial buatan sang istri.
"Belum, makanya aku menyuruhmu Om suami untuk mencicipinya terlebih dahulu, karena aku juga yakin tutorial cara memasak di youtube tidak mungkin akan salah. Jadi, aku rasa pasti nasi goreng ala-ala Agna pasti akan terasa lezat dan bergizi," jawab Agna penuh percaya diri yang begitu sangat yakin.
"Jadi, kamu belajar memasak dari youtube begitu?" Darren sekarang semakin merasa ragu pada saat mendengar Agna belajar memasak melalui internet.
"Iya dong, sekarang makanlah. Tapi jangan lupa Om suami harus baca doa terlebih dulu." Agna semakin tersenyum lebar pada saat dirinya menjawab Darren. Wanita itu juga melotot sempurna menandakan bahwa ia menyuruh Darren untuk segera memakan masakannya.
Darren kesulitan menelan salivanya pada saat sendok yang tadi ia pegeng kini di ambil alih oleh Agna.
__ADS_1
"Sini biar aku suapkan." Agna sekarang menyendok nasi goreng itu. "Buka mulutmu Om suami, Aaaa ...."
"Na, aku bisa sendiri, kamu sekarang makan nasi goreng kamu juga gih," kata Darren menolak pada saat satu sendok nasi goreng sudah ada di depannya saat ini. Ternyata Agna membuat dua piring nasi goreng untuk Darren satu piring juga untuk wanita hamil itu sendiri satu piring.
"Tidak apa-apa, ayo buka mulutmu Om suami. Aaaa ...."
Darren menuruti permintaan Agna, kini laki-laki itu terlihat membuka mulutnya dengan perasaan yang tidak karuan.
"Emmm, sekarang ayo dikunyah ... dikunyah sampai lembut baru ditelan." Agna bertepuk tangan kegirangan pada saat satu sendok nasi goreng itu sudah masuk ke dalam mulut Darren. "Gimana enak?"
Ekspersi raut wajah Darren langsung saja berubah pada saat laki-laki itu menguyah nasi goreng yang terasa aneh pada lidahnya.
"Hei, apa enak?" tanya Agna pada saat wanita itu melihat Darren hanya diam saja.
......................
Bonus
Visual Darren, atau Om suami milik Agna๐ kalau tidak suka komen yak, biar bisa author ganti๐
__ADS_1