Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Bab 99


__ADS_3

Keesokan paginya terlihat Agna tengah merajuk karena rupanya Darren hari ini akan benar-benar pergi ke luar negeri untuk meninggalkan wanita hamil itu.


"Agna sayang, Darren hanya akan pergi berobat untuk kesembuhannya. Maka dari itu, Mami mohon dengan sangat kamu jangan melarang suamimu untuk pergi berobat ke luar negeri," kata Alea yang sengaja datang atas permintaan Darren sendiri. "Sekarang kamu hanya perlu mendoakan kesembuhan Darren supaya dia bisa cepat pulang ke tanah air ini," sambung wanita paruh baya itu.


"Berapa lama kira-kira Om suami disana?" tanya Agna sambil menatap Alea.


"Cuma satu atau dua bulan saja sayang," jawab Alea.


Agna langsung saja terdengar menghela nafas. "Bagimana jika Om suami tidak ada disini ketika aku melahirkan?" Agna sekarang menatap Darren yang sedang duduk di kursi roda dan di belakang laki-laki itu sudah ada Darius yang bediri tegak sambil memegang kursi roda.


"Aku pastikan kalau aku akan sembuh sebelum anak kita lahir," ucap Darren menjawab Agna hanya untuk membuat suasana hati sang istri supaya menjadi sedikit tenang karena Darren tahu pasti ini adalah satu alasan Agna juga tidak mengizinkannya untuk berobat ke luar negeri. "Percayalah padaku karena aku ini tidak akan parnah mengingkari janjiku untuk menemanimu sewaktu kamu melahirkan anak kita." Meski sejujurnya Darren juga sangat berat meninggalkan Agna.

__ADS_1


Namun, tudak ada yang bisa Darren lakukan mengingat laki-laki itu juga sangat ingin sembuh. Sehingga membuat laki-laki itu mau tidak mau, atau siap tidak siap dirinya harus rela meninggalkan Agna untuk sememtara waktu.


"Harus janji." Agna mengulurkan tangannya dan terlihat wanita hamil itu memenunjukkan jari kelingkingnya. "Ayo, kita harus janji dulu Om suami."


Darren terlihat mencubit punggung tangan Darius supaya temannya itu mendorong kursi rodanya untuk mendengkatke arah sang istri.


"Iya Agna, aku janji." Darren terseyum sambil mengulurkan tangannya persis seperti apa yang Agna lakukan. "Sekarang, apa kamu sudah mengizinkanku untuk pergi?"


Tanpa Agna tahu rupanya Darren sudah meminta Hugo dan Alea untuk tinggal di rumah itu. Meminta untuk kedua orang tuanya harus menjaga Agna selama dirinya sedang berada di luar negeri untuk menjalankan pengobatan.


"Jangan lupakan aku," gumam Agna pelan karena wanita itu merasa malu pada saat dirinya mengatakan itu di depan sang ibu mertua dan juga depan Darius.

__ADS_1


"Tidak akan Agna, justru kalau aku sembuh. Aku ini akan mencarimu terlebih dahulu," timpal Darren yang sekarang mencium punggung tangan Agna. "Baik-baik di rumah bersama calon anak kita, dan aku harap kamu jangan pernah memikirkan hal yang macam-macam. Cukup kamu percaya sama suamimu ini."


Agna hanya terlihat mengangguk-ngangguk tanda mengerti apa yang saat ini Darren katakan pada dirinya.


"Ren, jangan lama-lama nanti kita bisa telat mengingat jam di tiket kita pu kul 09.30 WIB, dan sekarang sudah pu kul 08.40 WIB." Darius terdengar mengingatkan Darren dengan cara setengah berbisik.


"Baiklah, kalau begitu aku berangkat dulu. Nanti kamu jangan lupa minum vitamin sama penambah narah. Kamu harus ingat itu," ucap Darren sambil melihat Agna yang juga saat ini sedang menatap ke arah dirinya. "Aku akan kembali untukmu dan anak kita."


Agna yang tidak tahan malah langsung saja memeluk tubuh sang suami dengan air mata yang sudah bercucuran.


...****************...

__ADS_1


Sorry, author up tipis² dulu karena author kurang enak badan🙏🙏 minta doanya untuk kesembuhan author ya, suapaya bisa up yang banyak² seperti biasa.


__ADS_2