
Agna menangis sejadi-jadinya pada saat dirinya melihat Darren masuk sendiri mengayun kursi rodanya. Rupanya tadi Al hanya mengantar laki-laki itu sampai di ambang pintu saja dikarenakan bahwa Al tidak sanggup melihat Agna terbaring di ruang operasi.
"Om suami, maafkan aku ... a-aku, a-aku ...." Agna terdengar terbata-bata rupanya wanita itu meminta untuk jangan di apa-apakan dulu sebelum sang suami datang, pada semua dokter yang sedang ada di sana. "A-aku minta maaf ... ini semua terjadi karena aku tidak becus menjaga calon anak kita." Agna sekarang terdengar malah menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang menimpanya saat ini.
"Sttt, ini bukan salahmu, sayang." Darren pada akhirnya membuka suara, dan ini untuk yang pertama kalinya laki-laki yang sedang duduk di kursi roda itu malah memanggil Agna dengan sebutan sayang. Sehingga membuat Agna yang sedang berbaring tidak percaya dengan apa yang wanita hamil itu dengar saat ini. "Seharusnya aku yang meminta maaf karena telah menuduhmu yang bukan-bukan. Sekarang maukah kamu memaafkan laki-laki yang tidak tahu diri ini?" Darren terdengar malah meminta maaf pada saat ia sudah berada di samping bed sang istri.
Agna perlahan mengulurkan tangan, hingga pada detik berikutnya ia malah meraba wajah Darren. Dengan mata yang mulai berkaca-kaca wanita itu menjawab, "Aku yang salah. Jadi, aku yang harus meminta maaf. Satu calon bayi kita tidak bernyawa lagi yang itu karena aku." Agna menunjuk dirinya sendiri dengan tangan sebelah kirinya karena tangannya yang kanan masih saja meraba wajah sang suami. "Ini pokoknya salahku."
"Bukankah kamu yang selalu saja mengatakan kalau kita ini tidak boleh melawan takdir, lalu sekarang kenapa kamu sendiri yang malah terus-terusan menyalahkan diri? Apa Ibu dari calon anakku ini sudah mulai tidak mempercayai takdir?" Darren meraih tangan Agna dan menciumnya beberapa kali karena kini laki-laki itu menyadari bahwa cinta Agna pada dirinya memanglah tidak main-main. Ternyata selama ini hanya ia yang beranggapan kalau saja wanita itu ingin rujuk padanya atas dasar kasihan saja bukan karena cinta.
Akan tetapi, sekarang Darren baru mengerti semuanya tentang ketulusan Agna pada dirinya, dan jika Darren pikir-pikir Agna bisa saja mencari pria lain untuk menjadi pendamping hidup.
Namun, itu semua tidak Agna lakukan hanya karena wanita hamil itu benar cinta mati dengan Darren seorang, sang dosen yang tidak pernah Agna harapkan untuk menjadi suaminya, tapi sekarang wanita berperut buncit itu malah menjadi sangat bucin.
"Om suami," panggil Agna tiba-tiba.
__ADS_1
"Iya sayang," timpal Darren yang mengelus pucuk kepala Agna, dan lagi-lagi panggilan sayang itu terdengar terlontar dari bibir Darren.
"Aku mau jika saja Om suami tidak akan pernah meninggalkan aku dalam keadaan apapun, apa Om suami paham?" Agna menatap Darren penuh dengan tatapan cinta, dengan mata yang masih saja berkaca-kaca. "Karena aku ini sangat sayang ... sayang, dengan Om suami. Sehingga membuatku tidak akan peduli dengan kekurangan yang ada pada diri Om suami. Percayalah kalau Om suami akan sembuh seiring berjalannya waktu." Lirih Agna dengan matanya yang mulai terpejam dan pada saat itu meneteslah air matanya karena rupanya dokter sudah menyuntikkan obat bius pada Agna sebab operasi pengangangkatan satu janin Agna akan segera dilakukan.
"Jangan tinggalkan aku, Om suami." Kalimat itu terus saja Agna ucapkan berulang-ulang kali sebelum kesadaran Agna mulai menghilang.
"Baiklah, sebelum kita mulai mari kita berdoa dulu seperti biasa. Berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Berdoa untuk keselamatan Nona Agna karena ini memang memiliki resiko yang sangat besar. Untuk Dokter Darren, saya juga minta doa Anda supaya operasi ini berjalan dengan apa yang saat ini semua yang kita harapkan," salah satu dokter yang ada di sana mengatakan itu semua karena memang sebelum operasi dimulai mereka harus terlebih dahulu berdoa.
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya karena saya ini percaya kalian pasti bisa menangani ini semua," balas Darren yang saat ini sudah mulai menunduk, tetapi sebelum itu tadi ia sempat mengusap air mata Agna. Membuat Darren tiba-tiba saja malah meneteskan air mata juga karena sadar dengan perjuangan Agna yang saat ini, dan rupanya laki-laki itu tidak tahu tentang bayinya yang kembar.
"Silahkan Dokter bisa mulai." Setelah beberapa detik hening pada akhirnya Darren menyuruh para dokter itu untuk segera mulai menjalankan tugas mereka. Darren juga langsung saja membaca doa apa saja yang laki-laki itu tau di dalam benaknya. Ia juga sama sekali tidak mau melepaskan genggaman tangan sang istri dari tangannya.
"Tuhan lancarkan semuanya, jangan sampai ada kendala apapun pada Agna. Lancarkan … tolong lancarkan semuanya," gumam Darren membatin. "Lancarkan Tuhan karena aku tahu di depan sana ada kebahagian untuk kami," sambung laki-laki itu.
***
__ADS_1
Sedangkan di luar ruangan operasi, kedua orang tua dari Agna juga Darren terlihat mereka berempat sedang berdoa juga. Berdoa untuk operasi Agna supaya berjalan dengan lancar.
"Mas, kok perasaan aku tidak enak," kata Alea yang malah berbisik pada Hugo karena saat ini wanita paruh baya itu sedang duduk di sebelah sang suami.
"Berdoa Mi, jangan berpikiran yang macam-macam." Hugo saat ini lagi dan lagi berusaha menenangkan sang istri. Meskipun dirinya sendiri juga tidak tenang karena operasi ini bukan sembarang operasi kadang-kadang banyak wanita yang kehilangan nyawa gara-gara operasi pengangkatan janin seperti yang dilakukan oleh Agna saat ini. "Pokoknya Mami harus berdoa, supaya menantu dan calon cucu kita yang satunya akan baik-baik saja."
Alea mengangguk dengan cepat. "Pi, bagaimana kalau ...." Alea menjeda kalimatnya karena Ranum yang dari tadi terus saja menangis menatap ke arah dirinya.
"Agna anak yang kuat ini semua akan mampu dilewatinya dengan mudah. Jeng Alea tidak usah berpikiran yang tidak-tidak karena itu tidak boleh," ucap Ranum dengan suara seraknya. Kini mata wanita itu juga terlihat sangat sembab saking lamanya Ranum mengeluarkan air mata terus-menerus.
"Bun, sudah." Al mengingatkan sang istri untuk saat ini.
🍂🍂
Hai kalian apa kabar?💜 selamat hari raya ya, bagi yang menjalankan🙏 termasuk Author ini😁
__ADS_1