Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Perkara Baju


__ADS_3

Setiba di ruangannya Darren langsung saja menyuruh Agna untuk mengganti baju karena wanita itu rupanya masih saja menggunakan baju Dave, sebab tadi di dalam perjalanan Agna tidak mau di ajak ke toko untuk membeli baju dengan alasan bahwa mereka bisa saja terlambat masuk kuliah. Di tambah hari ini ada ujian mendadak membuat Agna terus saja menyuruh Dave untuk menyetir dengan kecepatan tinggi.


"Ganti bajumu, jangan menggunakan baju laki-laki karena kamu tidak cocok sama sekali." Darren yang kebetulan tadi sempat membawa baju Agna memberikan wanita itu, karena ia ada feeling kalau Agna pasti akan masuk kuliah, dan benar saja feeling laki-laki itu sama sekali tidak meleset. Buktinya sekarang dirnya bisa bertemu dengan Agna yang tadi malam kabur dari rumah.


"Ganti Agna, setelah itu ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu," ucap Darren.


"Jika Bapak memanggil saya hanya untuk menyuruh saya ini mengganti baju. Maka saya tidak akan pernah mau!" ketus Agna yang sekarang lebih memilih untuk memalingkan wajah dari sang suami. "Buang-buang waktu saja saja, tidak bisakah Bapak ini jangan membawa drama yang ada di rumah sampai ke sini?" Agna terlihat berdekap tangan. Ia juga sama sekali tidak mau melihat wajah Darren.


"Apa saja yang tadi malam kalian lakukan?" Darren tiba-tiba saja mengubah topik pembicaraan mereka, karena Darren pensaran apa saja yang sudah Agna lakukan dengan Dave.


"Banyak, kami berdua menghabiskan malam yang sangat panjang bersama-sama. Bahkan kami sempat melaku–"


"Cukup!" bentak Darren memotong kalimat Agna. "Apa-apaan kamu ini Agna, kenapa kamu bisa menjawab saya seperti itu?" Darren mendobrak meja yang ada di depannya dengan sangat kasar. "Apa setelah kamu berhasil mengambil gelar perjaka saya dengan paksa, lalu sekarang dengan mudahnya kamu melakukan itu lagi dengan pria lain?"


Agna langsung saja menatap Darren saking kagetnya dengan kalimat laki-laki itu. "Apa Bapak pikir saya tidak tahu? Bahwa Pak Darren telah bekerja sama dengan Lian untuk memperkaos saya. Jadi, di sini yang berhak disalahkan atas kejadian itu Bapak sendiri!" Agna menunjuk wajah sang suami. "Bapak telah melanggar surat perjanjian yang Bapak buat sendiri. Apa Pak Darren tidak memiliki rasa malu sedikitpun?" Agna sekarang malah menarik syal yang Darren kenakan untuk menutupi tanda mer4h pada leher laki-laki itu.

__ADS_1


"Jangan kurang ajar Agna!" Darren menepis tangan Agna saat dirinya merasa kesulitan untuk sekedar bernafas, karena rupanya wanita itu menarik syal Darren cukup keras. "Saya ini suami kamu. Jadi, saya sangat berhak melakukan apapun terhadapmu." Untung saja para dosen memiliki ruangan pribadi sehingga membuat Darren bisa berduaan seperti saat ini adu bac*t bersama Agna, wanita yang sudah laki-laki itu sangat keras kepala dan egois.


"Dasar mesum!" Agna mendorong dada bidang Darren dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. "Jika saya tahu ini semua akan terjadi, maka saya tidak akan pernah mau menikah dengan Bapak." Hati Agna terasa nyeri pada saat dirinya mengingat bahwa dirinya sudah tidak suci lagi. "Bapak memang laki-laki mesum, seorang Dosen yang ternyata adalah pedofil."


"Astaga, apa kamu ini tidak tahu namanya pedofil?" tanya Darren yang sekarang menghela nafas kasar.


"Saya tidak perlu tahu, karena secepatnya saya ini akan mengurus surat perceraian kita." Agna lalu berbalik karena ia ingin keluar dari ruangan Darren.


Namun, Darren terlihat malah menarik pergelangan tangan wanita bar-bar itu, supaya Agna tidak keluar dari dalam ruangannya.


"Pedofil atau bisa disebut pedofilia juga didefinisikan sebagai fantasi, dorongan s*ksual, atau perilaku s*ksual yang berulang, intens dan melibatkan aktivitas s*ksual dengan anak-anak pra remaja atau anak–anak yang umumnya berusia 13 tahun atau lebih muda selama setidaknya enam bulan. Sekarang apa kamu sudah tahu apa itu pedofil, setelah saya memberitahu kamu tentang penjelasannya? Jadi, saya harap kamu jangan sok tau dan salah sebut." Darren menjelaskan tentang apa itu pedofil karena Darren tidak terima jika dirinya dituduh menjadi penjahat anak-anak maupun remaja.


"Dasar mesum! Bapak sendiri yang menjebak saya lalu kenapa Pak Darren malah mengatakan itu semua?" Apa Bapak pikir saya ini tidak tahu semuanya?"


"Ganti bajumu, kalau tidak kamu tidak usah ikut ujian," kata Darren yang memilih untuk mengabaikan pertanyaan Agna.

__ADS_1


"Saya lebih baik tidak ikut ujian, daripada harus mengganti baju pacar saya ini!" Agna lalu menghentakkan kakinya beberapa kali sebelum wanita itu pergi dan membiarkan Darren yang masih saja tetap berdiri disana.


"Mau kemana kamu?" tanya Darren.


Agna tidak menjawab, karena ia lebih memilih untuk bungkam sambil terus saja melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangan Darren.


"Bisa-bisanya dia menyuruhku untuk datang kesini hanya karena dia tidak suka melihatku mengenakan baju Dave, dasar laki-laki mesum bin aneh," gumam Agna.


"Agna …." Darren terdengar memanggil sang istri. Meskipun laki-laki itu tahu jika saja wanita itu tidak akan mungkin kembali, meskipun dirinya memanggilnya sampai bibirnya mengeluarkan busa.


***


"Agna, sini cepetan duduk." Saras yang melihat Agna langsug saja memanggil wanita itu supaya cepat duduk. "Ayo kerjakan jangan buang-buang waktu." Gadis itu memberikan lembar ujian pada Agna, pada saat sahabatnya itu sudah duduk.


"Dosen kurang ajar!" Agna malah meremas lembar ujian itu, ia juga terlihat malah membuangnya ke depan.

__ADS_1


"Ya ampun, kenapa kamu buang sih, Agna?" tanya Saras yang kaget.


"Aku tidak di izinkan untuk ikut, hanya gara-gara perkara baju ini," jawab Agna. "Sudahlah, kerjakan saja soalnya birkan aku sendiri yang kelewatan santuy," celetuk Agna.


__ADS_2