Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Apartemen


__ADS_3

"Duduk dulu aku akan mengambilkanmu air minum," kata Dave yang menuntun Agna untuk duduk, setelah tadi ia memakaikan jaketnya pada tubuh gadis yang kini gemetaran itu.


"Jangan pergi." Agna menggeleng sambil menarik pergelangan tangan laki-laki itu, karena saat ini dirinya tiba-tiba saja merasa takut jika saja Darren akan datang mencarinya sampai ke apartemen itu.


"Sebentar saja Agna aku tidak akan lama." Dave terlihat mengelus lembut rambut wanita itu. "Aku hanya akan mengambil air, setelah itu aku akan langsung ke sini," sambung Dave.


Agna tetap saja terlihat menggeleng karena saat ini wanita itu benar-benar tidak mau ditinggalkan oleh laki-laki itu. Meskipun Dave hanya akan mengambil air minum untuk dirinya.


"Aku tidak harus Dave, kamu tetaplah disini." Agna menepuk sofa menyuruh untuk Dave duduk disebelahnya.


Dave yang merasa harus menenangkan Agna dengan cepat mengangguk, lalu laki-laki itu terlihat langsung saja duduk disebelah Agna.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan padaku?" tanya Dave.


Agna menggeleng. "Tidak ada yang ingin aku ceritakan padamu Dave, karena aku hanya ingin kamu tetap ada didekatku untuk saat ini."

__ADS_1


"Baiklah, jika tidak ada yang mau kamu ceritakan maka aku yang akan bertanya padamu." Dave menatap Agna sambil meraih tangan wanita itu. "Tadi kamu sedang apa berlari di jalan raya yang sangat sepi? Apa kamu diculik atau dirampok?" Bukan maksud Dave apa-apa. Tetapi, andai saja jika laki-laki itu ingin tahu kebenarannya supaya dirinya tidak menjadi salah paham.


Apa lagi ini menyangkut masalah kekasih hatinya itu, sehingga membuat Dave merasa penasaran tentang apa yang menimpa Agna pada malam ini. Padahal dirinya dan wanita itu malam ini juga makan malam bersama.


Namun, sekarang keadaan Agna terlihat sangat memprihatinkan. Sehingga membuat Dave berpikiran yang tidak-tidak tentang apa yang sudah menimpa Agna.


"Aku ... aku, memang dirampok tapi aku berhasil kabur." Agna malah berbohong. Daripada dirinya harus jujur tentang apa yang telah Darren lakukan padanya karena wanita itu tidak mau jika saja Dave akan meninggalkan dirinya setelah tahu dirinya tidak perawan lagi. Sebab Agna juga sudah terlanjur mencintai laki-laki itu disaat dirinya adalah istri orang.


"Lantas dimana Saras?" Sekarang Dave terdengar melah menanyakan tentang keberadaan Saras.


"Aku tidak tahu Dave, jika kamu tidak datang maka aku pasti sudah dihabisi oleh perampok-perampok itu." Agna semakin berusaha meyakinkan kekasihnya itu supaya benar-benar percaya. "Tolong, kamu jangan bilang sama siapa-siapa tentang kejadian ini, karena aku tidak mau jika orang lain akan tahu."


Dave langsung saja percaya dengan cerita karangan Agna, mengangguk dengan sangat cepat. Laki-laki itu juga sangat terkejut dengan penuturan Agna tadi karena ia menjadi merasa bahwa apa yang ada di dalam pikirannya memang benar terjadi tentang Agna yang ingin dirampok pada malam ini.


"Baiklah Agna, aku akan merahasiakan ini semua dari siapapun itu dan kamu tenanglah, karena sekarang kamu aman bersamaku disini," ucap Dave, sambil memeluk wanita itu berharap supaya Agna merasa bahwa wanita itu aman jika bersama dengan dirinya.

__ADS_1


*


Beberapa saat kemudian, saat Dave merasa Agna sudah jauh lebih tenang kini laki-laki itu terlihat menyingkirkan anak rambut wanita itu.


"Aku ambil baju dulu buat kamu, bajumu ini sudah sangat kotor tidak mungkin kamu akan memakainya untuk tidur," kata Dave saat melihat baju yang digunakan Agna saat ini sedikit kotor karena bekas lelehan air mata saat Agna mengusapnya. Sebab wanita itu rupanya tidak sempat membersihkan make up-nya tadi ketika pulang ke rumah Darren membuat bajunya terlihat seperti bekas Agna terjatuh. "Kamu sudah benar-benar aman bersamaku, Agna." Kini Dave jadi kepikiran tentang Agna yang ingin dijodohkan sehingga membuatnya merasa sedikit takut jika saja Agna tidak akan menjadi jodohnya


"Tapi ... aku tidak mau pulang Dave. Bisakah aku menginap disini untuk beberapa hari?" Agna bertanya pada Dave, karena tidak mungkin dirinya akan pergi ke rumah Saras ataupun menginap dalam jangka waktu yang lama. Bisa-bisa Bagas sang tangan kanan Al akan melaporkan semua kejadian ini. Membuat Agna memutuskan untuk tetap tinggal saja bersama Dave. Sebab Agna juga sangat yakin jika laki-laki yang bersamanya saat ini baik sehingga ia tidak perlu merasa takut pada Dave.


"Boleh, tapi kamarnya hanya satu, tapi tidak apa-apa aku saja yang tidur di sofa kamu di kamarku," jawab Dave yang memang sangat tulus membantu kekasih hatinya itu.


"Biar aku saja yang tidur di sofa Dave, karena aku disini yang menjadi tamu. Sehingga tidak pantas seorang tamu yang malah akan tidur di kamar sang pemilik apartemen, sangat tidak sopan sekali." Agna rupanya tidak mau jika saja dirinya disuruh untuk tidur di kamar Dave.


"Tidak apa-apa Agna, aku akan tidur di sofa. Supaya kamu bisa tidur nyenyak di ranjangku." Dave sangat berharap jika saja Agna mendengarkannya untuk tidur di dalam kamarnya saja. "Agna, dengarkan aku, bahwa aku tidak apa-apa tidur di sofa yang terpenting wanitaku merasa aman dan nyaman. Lagipula kamu sekarang adalah kekasihku. Apa kamu lupa tentang itu?"


Agna terdiam karena ia berpikir jika Dave tahu bahwa dirinya tidak perawan lagi, mungkinkah Dave akan tetap mau menerimanya atau malah memilih mengakhiri hubungan dengan dirinya. Sungguh saat ini wanita itu sedang dilema.

__ADS_1


__ADS_2