
Darren baru saja akan memberikan pelajaran kepada Lian, tiba-tiba saja Agna terlihat sudah membuang selimut yang tadi Lian gunakan untuk menutupi tubuh setengah tel anjang gadis bar-bar itu.
"Panas, tolong tubuhku sangat panas sekali," kata Agna yang terus saja mengulangi kalimatnya berulang-ulang kali. Bahkan sekarang gadis itu terlihat mulai membuka resleting celana lepis yang ia kenakan. "Sangat panas sekali." Lirih gadis itu yang sekarang malah membuka celana lepisnya dengan kasar.
"Oh ****!" Darren mengumpat karena dosen sekaligus dokter itu tahu, kalau saat ini Agna sedang dalam pengaruh obat.
Sedangkan Lian yang takut jika Darren akan melaporkan kelakuannya ini pada kedua orang tuanya, laki-laki itu tanpa pikir panjang langsung saja menggunakan kesempatan itu untuk segera kabur dari sana, karena bagi Lian dirinya harus segera pergi dulu dari sana berhubung Darren terlihat hanya diam mematung sedang memperhatikan Agna.
"Ren, kenapa biarkan dia kabur?" tanya Darius yang melihat Lian kabur dari jendela. "Apa aku perlu mengejarnya?"
"Lebih baik tutup pintu itu, karena saat ini gadis yang sangat bar-bar ini sedang dalam bahaya, dan untuk Lian biarkan saja anak itu pergi karena Agna jauh lebih membutuhkan pertolonganku." Darren lalu terlihat mendekat ke arah Agna yang terus saja menggeliat kepanasan di atas ranjang itu. "Tutup pintunya Darius, aku sangat berharap juga kalau kau malam ini berpura-puralah tuli serta bisu."
"Kita bawa saja Agna pulang, dan kita langsung bawa dia ke rumah sakit," kata Darius yang takut jika terjadi sesuatu dengan gadis itu.
__ADS_1
"Tutup pintunya Darius!" bentak Darren yang juga tiba-tiba saja merasa takut terjadi apa-apa dengan istri kecilnya itu.
"Tapi Ren ...."
"Aku bilang tutup, ya tutup! Jangan membantah!" Darren lagi-lagi terdengar membentak temannya itu.
Darius yang merasa kalau saat ini Darren sedikit aneh segera memegang gagang pintu yang sudah Darren rusak itu, dan dengan berat hati laki-laki itu terpaksa menutup pintu itu dengan perasaan yang tidak karuan, karena sesungguhnya Darius takut jika Darren akan nekat.
Darren yang melihat pintu itu sudah di tutup segera membuka kancing bajunya satu persatu, karena laki-laki itu sudah tahu apa yang harus ia lakukan saat ini pada sang istri yang masih saja kepanasan, bahkan gadis bar-bar itu sekarang terlihat tersenyum menatap Darren yang sedang membuka baju.
"Maafkan aku Agna, karena aku melakukan ini juga demi kebaikanmu," ucap Darren sebelum laki-laki itu melakukan apa yang akan membuat dirinya nanti malah akan kecanduan dengan gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu. "Maafkan aku, maafkan aku Agna." Darren terus saja mengulangi kalimatnya sampai tangannya tiba-tiba saja malah di tarik oleh gadis yang saat ini terlihat seperti sedang kelaparan serta kehausan. Sehingga detik berikutnya terjadilah adegan pembuatan dedek bayi, buat para pembaca silahkan berimajinasi sendiri.
***
__ADS_1
Sedangkan di luar terlihat Darius terus saja duduk sambil menutup telinganya, karena laki-laki itu tidak mau kalau sampai telinganya ternoda oleh suara de sa han pasangan suami istri yang sedang melakukan adegan bercocok tanam itu.
"Apa yang aku dengar ini? Kenapa sangat jelas sekali?" Pada saat Darius berbicara pada dirinya sendiri, tiba-tiba saja Saras terlihat keluar dari kamar yang ada di sebelah.
"Hei, laki-laki bedabah. Dimana temanku?" tanya Saras yang sepertinya gadis itu saat ini sedang salah paham dengan Darius. "Dimana, temanku, Agna?" Tatapan tajam dari dua mata Saras membuat laki-laki itu menjadi takut.
"Siapa kamu? Dan datang dari mana kamu ini?" Darius melihat penampilan Saras yang sangat berantakan, karena gadis itu rupanya tadi berjuang melawan Bram di dalam kamar itu. "Apakah kamu penunggu rumah di tengah hutan ini?"
"Kurang ajar!" Saras menujuk wajah Darius menggunakan tongkat yang tadi gadis itu kenakan untuk memu kul Baram.
Darius yang merasa semakin takut melotot dengan sangat sempurna, sehingga laki-laki itu melupakan suara dua insan yang sedang melakukan olah raga malam itu.
(Jangan tegang kakak-kakak kuy komen dulu biar author nulis MP si Agna dan Darren nanti lebih haredang. Untuk semua pembaca Ayuza selamat malam dan beristirahat).
__ADS_1