Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Pergi Dari Rumah


__ADS_3

"Agna apa kamu mendengar saya?" tanya Darren yang merasa jika dirinya harus mengancam wanita itu, karena bagi Darren hanya dengan cara seperti itu Agna akan menurut sehingga membuat laki-laki itu mau tidak mau harus memperlihatkan Agna rekaman cctv itu. Meskipun ia tahu jika Agna pasti akan langsung mencaci makinya.


"Bapak tidur saja, jangan malah diam saja di dalam kamar saya. Sangat mengganggu sekali," gerutu Agna yang benar-benar tidak peduli dengan kalimat Darren.


"Saya dan kamu sudah melakukan hubungan suami istri pada malam itu," ucap Darren.


Deg, Agna yang dari tadi bersikap bodo amat kini terlihat malah langsung saja bangun dari tidurnya. Hanya untuk sekedar memastikan jika dirinya tidak salah dengar.


"Apa Bapak sedang bercanda gurau?" tanya Agna dengan mata yang sedikit menyipit.

__ADS_1


"Saya tidak bercanda Agna, jika kamu tidak percaya lihatlah rekaman pada ponsel saya ini." Darren langsung saja memberikan Agna penda pipihnya itu. "Silahkan kamu bisa lihat sendiri, kamu juga bisa menyimpulkan kalau pada malam itu saya yang sudah menyelamatkanmu dari Lian."


Agna yang mendengar itu langsung saja mengambil ponsel yang tadi Darren berikan dengan sangat kasar. "Jika Bapak mengada-ngada maka saya bisa memaafkan Bapak. Tetapi, jika rekaman video itu real maka pada malam ini juga saya akan meninggalkan rumah ini, karena apa yang Bapak lakukan sungguh di luar nalar." Wanita itu langsung saja memutar rekaman itu.


Namun, pada saat Agna baru saja melihat rekaman itu. Ia pada detik itu juga langsung saja melotot sempurna karena wanita itu tidak percaya dengan apa yang ia lihat pada saat ini.


"Tidak mungkin, saya tidak mungkin melakukan ini semua!" teriak Agna yang kini malah melempar ponsel itu sampai rusak. "Ini hanya rekayasa Bapak saja, tidak mungkin saya akan melakukan hal menjijikan seperti di dalam rekaman itu. Tidak mungkin!" Agna menutup kedua telinganya dengan telapak tangan sambil terus saja menggeleng kuat. Agna juga memejamkan mata karena tiba-tiba saja bayangan Lian yang akan memperkaos dirinya pada malam itu kini malah terngiang-ngiang kembali.


"Benar rupanya Bapak ini memang mes*m dasar bedebah!" Agna terus saja mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor hanya karena dirinya tidak terima kalau dirinya telah digaulai oleh suaminya sendiri, karena Agna sekarang merasa bahwa dirinya sudah sangat kotor. "Saya sangat menjijikkan! Anda kurang ajar!" Agna lalu berlari keluar dari kamar itu dengan air mata yang sudah mulai menetes. "Dosen yang hanya memanfaatkan kepolosan wanita seperti saya ini." Agna terus saja berlari meskipun Darren terdengar memanggil serta menyuruhnya untuk kembali.

__ADS_1


"Agna kembali, ini sudah hampir larut malam mau kemana lagi kamu?" Darren berusaha mengejar Agna, tetapi wanita yang dikejar sudah berlari sudah sangat jauh. "Agna kembalilah!" seru Darren. Rupanya apa yang di takutkan oleh laki-laki itu kini malah terjadi juga, dimana Agna bukannya malah takut tetapi wanita itu malah pergi dari rumah Darren.


"Biar saya jelaskan semuanya padamu, tapi kembalilah!" Darren terus sana menyuruh sang istri untuk kembali. Akan tetapi, Agna bukannya menghentikan langkah kakinya untuk berhenti. Wanita itu malah semakin menggunkan semua tenaganya untuk berlari.


Meskipun dibagian bawah sana Agna masih saja terasa sangat perih, tetapi wanita itu sama sekali tidak mempedulikan itu semua.


"Dia memang brengsek!" Agna terus saja mengucapkan kata itu-itu saja berulang-ulang kali. Ia juga mengatakan bahwa dirinya saat ini tidak akan pernah ingin kembali lagi ke rumah Darren. "Dia laki-laki yang sangat kurang ajar! Dia telah merenggut apa yang paling berharga di dalam diriku ini." Air mata Agna kini semakin basah membanjiri pipi mulus wanita itu, dan entah sekarang kemana tujuan Agna saat ini. Sebab ia tidak mungkin pulang ke rumah kedua orang tuanya dalam keadaan kacau begini.


Pada saat Agna terus saja berbicara pada dirinya sendiri, sayup-sayup suara Darren terdengar masih saja menyuruhnya untuk menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


Namun, Agna yang merasa sangat kecewa dan marah pada sang suami. Wanita itu malah tidak memperdulikan akan hal itu, karena bagi Agna dirinya harus segera pergi jauh dari sana.


__ADS_2