Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Mules


__ADS_3

"Enak," jawab Darren sambil mengangguk. Meskipun saat ini nasi goreng buatan Agna rasanya sangat asin dan juga pedas. Tetapi meskipun begitu Darren tetap menelannya hanya untuk menghargai sang istri yang sudah capek-capek masak masih pagi-pagi buta sekali.


"Benarkah?" Mata Agna berbinar-binar bahagia pada saat ia mendengar jawaban Darren.


"Iya sangat enak," ucap Darren mengulangi kalimatnya dan kini laki-laki itu terlihat mengambil sendok dari tangan Agna. "Sini biar aku makan sendiri, kamu sekarang makan juga nasi goreng spesial buatanmu yang enak ini." Setelah mengambil sendok itu terlihat Darren langsung saja memakan nasi goreng yang asin juga pedas itu dengan sangat lahap sekali. Supaya Agna percaya kalau masakan wanita itu benar-benar enak.


Padahal saat ini Darren ingin muntah karena keasinan, dan juga ia rupanya tidak bisa memakan masakan yang terlalu pedas. Itu bisa membuatnya mencret tapi karena Agna, laki-laki itu tidak menghiraukan akan hal itu baginya saat ini sepiring nasi goreng itu harus cepat-cepat ia habiskan.


"Wah rupanya tutorial itu berhasil, buktinya Om suami sangat lahap memakan nasi goreng buatanku." Agna saking senangnya malah bertepuk tangan. "Yey ... yey ... yey ... akhirnya aku bisa masak juga." Agna juga semakin melebarkan senyum simpulnya pada saat Darren sudah menghabiskan sarapan itu dengan sangat cepat. "Mau nambah?" Agna menawarkan Darren untuk nambah lagi, sambil menyodorkan sepiring nasi goreng punya wanita hamil itu sendiri.


"Terima kasih Agna, tapi aku sudah sangat kenyang." Darren menggeleng sambil memegang perutnya. "Ayo kamu saja yang makan, aku mau ke dapur dulu untuk mengambil air kebetulan air di gelasku sudah kosong." Darren terlihat akan beranjak dari duduknya, akan tetapi suara Agna malah membuat laki-laki itu mengurungkan niatnya.


"Minum airku saja." Segelas air minum sudah Agna sodorkan.


"Nanti kamu haus bagaimana?" Darren bertanya, sambil berusaha menahan rasa pedas yang tiba-tiba saja membuat perutnya seperti di aduk-aduk.


"Aku sarapan nanti saja, karena melihat Om suami yang sudah sarapan aku malah merasa menjadi kenyang," timpal Agna menjawab sang suami. "Jadi, aku rasa tidak perlu minum," sambung wanita hamil itu.


Darren yang benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa pedas pada lidahnya segera meneguk segelas air yang tadi Agna berikan hingga tandas tak tersisa.

__ADS_1


"Aku harus ke kamarku dulu." Darren lalu berdiri dari duduknya, ia juga langsung saja berlari menaiki anak tangga karena perutnya sekarang menjadi mules.


"Bukankah Om suami harus pergi mengajar? Tapi kenapa malah lari seperti itu menaiki anak tangga? Sangat aneh sekali," gumam Agna pelan, dimana sekarang ia malah ingin mencicipi nasi goreng buatannya itu.


"Aku harus mencicipi sedikit saja nasi goreng ini." Agna dengan rasa penasaran yang semakin dalam kini mulai terlihat menyendok nasi goreng itu.


Namun, pada saat satu sendok nasi goreng itu Agna kunyah. Tiba-tiba saja mata wanita itu langsung saja melotot bersamaan dengan itu ekspresi wajahnya berubah. Hingga detik berikutnya suara Agna yang muntah-muntah malah terdengar.


"Hoek, hoek … hoek …." Agna dalam hitungan detik langsung saja memuntahkan nasi goreng buatannya sendiri. "Inikah yang dia bilang enak, dasar laki-laki kurang ajar!" geram Agna yang kini malah berlari menuju wastafel hanya untuk mencuci mulutnya supaya rasa asin dan pedas menghilang dari indera perasanya. "Bisa-bisanya dia bilang enak, padahal rasanya hanya seperti garam dan cabai saja. Awas saja kamu Darren!" gerutu Agna sambil beberapa kali melihat ke arah anak tangga berharap laki-laki itu akan turun.


Tanpa Agna tahu kalau saat ini di dalam kamar Darren terus saja bolak-balikr masuk ke kamar mandi.


Keringat dingin terus saja membanjiri dahi Darren, karena laki-laki itu sudah benar-benar tidak sanggup lagi harus bolak-balik ke kamar mandi terus-terusan sehingga membuatnya merasa sedikit lemas sebab sudah cairan dalam tubuh laki-laki itu sudah berkurang sangat banyak sekali.


"Jika begini terus aku sepertinya tidak bisa pergi mengajar," ucap Darren lirih. "Aku juga tidak bisa pergi ke rumah sakit." Darren duduk bersandar pada dinding tembok tepat di dekat kamar mandinya. Ia juga tadi sudah sempat menghubungi Darius meminta tolong pada temannya itu.


Supanya Darius akan datang membawakannya obat, karena rupanya obat yang biasanya Darren minum itu tidak berfungsi sama sekali. Sebab obat itu bukannya membuat sakit perut pada laki-laki itu mereda jutsu obat itu malah membuat perut Darren semakin seperti di putar-putar di dalam.


"Darius, aku memintamu untuk datang ke sini secepatnya. Tapi kenapa sampai sekarang tidak kunjung datang?" Pada saat Darren melilitkan tangan pada perutnya tiba-tiba saja pintu kamar laki-laki terbuka sedikit lebar. Sehingga terlihat kepala Agna yang menyembul tepat pada saat pintu itu terbuka.

__ADS_1


"Ngapain di sana? Bukannya kamu harus pergi mengajar?" Agna yang tidak tahu perut Darren saat ini sedang mules bertanya sambil melangkah mendekat ke arah sang suami.


"Perutku mules Agna. Jadi, aku rasa hari ini tidak bisa masuk mengajar seperti biasa," jawab Darren yang mengusap keringat pada dahinya menggunakan lengan baju kemejanya yang panjang.


Agna yang tadi berniat ingin memarahi sang suami, tiba-tiba saja merasa sangat kasihan pada Dareen.


"Sakit perut gara-gara nasi goreng keasinan dan kepedasan buatanku?" tanya Agna yang kini mulai merasa bersalah.


"Buk–" Kalimat Darren terputus karena Darius tiba-tiba saja sudah terlihat masuk ke dalam kamar Darren dengan raut wajah yang sangat panik.


"Salah makan apa lagi sih, kamu?" Darius datang-datang malah bertanya seperti itu. "Tidak bisakah kamu memakan makanan yang aman saja, jangan sampai ada drama seperti ini lagi."


"Jangan marah-marah, lama-lama kamu kayak Mami. Sekarang lebih baik kamu tolong infus saja aku, karena aku sudah sangat lemas," ucap Darren yang penglihatan laki-laki itu juga kini semakin buram.


Sedangkan Agna terlihat menggigit kukunya, dengan perasaan yang kini semakin bersalah sudut matanya juga sudah mulai berair.


......................


Bonus visual Agna Yumna Ezza, wanita bar-bar yang moodnya mudah berubah-ubah.

__ADS_1



__ADS_2