
Setiba di rumah sakit Agna dan Darren terlihat berjalan di belakang Darius, tepat di lorong rumah sakit itu.
"Belok kiri Ren karena sepertinya kita sudah dekat," kata Darius yang semakin mempercepat langkah kakinya.
"Ruang operasi," gumam Darren tiba-tiba pada saat ia mengingat jalan yang ditunjukkan oleh Darius tadi yang belok kiri tepat di sana adalah ruang operasi. "Dar, sepertinya Dokter itu dan Nawa ada di ruang operasi."
"Nawa, putra kita. Dia tidak boleh kenapa-kenapa, kita harus cepat mengambilnya dari tangan orang jahat itu." Agna meremas ujung bajunya karena ia sekarang benar-benar merasa bahwa Nawa ada dalam bahaya. "Om suami, kita berlari saja supaya cepat sampai.
Darren mengangguk tanda setuju, setelah itu ia menggenggam erat tangan sang istri kemudian Darren mengajak Agna untuk berlari di lorong rumah sakit itu, tidak lupa ia juga mengajak Darius untuk ikut berlari.
"Lari Dar, jangan berjalan lambat seperti siput," celetuk Darren yang sudah terdengar ngos-ngosan karena ia mengatakan itu sambil berlari.
Darius yang saat ini membawa laptop tidak bisa berlari dengan kencang sehingga ia hanya bisa mengangguk sambil terus saja menatap layar laptopnya yang memperlihatkan GPS Nawa sudah tidak aktif lagi.
__ADS_1
"Gawat, GPS-nya menghilang." Kalimat Darius membuat Agna dan Darren saling pandang sambil menghentikan langkah kaki mereka yang berlari.
"Jangan bercanda Dar, ini bukan waktu yang tepat untuk membuatku semakin panik." Darren yang merasa bahwa Darius saat ini sedang bercanda malah menarik kerah leher baju sahabatnya itu.
"Kamu bisa lihat sendiri, tadi tanda merah itu letaknya di sini." Darius menunjuk layar laptop yang masih saja terlihat menyala. "Tapi sekarang titik itu tiba-tiba saja menghilang. Membuatku berpikir kalau saja gelang tangan Nawa telah dihancurkan karena mereka mungkin sudah tahu kalau saja di gelang tangan Nawa ada GPS-nya."
"Akhhh!" Darren meninju udara saking kesalnya, pada saat Darius mengatakan bahwa titik GPS itu menghilang.
"Nawa masih ada di ruang operasi aku yakin itu." Feeling seorang ibu tidak akan pernah meleset apalagi Nawa adalah darah daging, anak kandungnya sendiri. "Kita harus segera mengambil Nawa, dan membawanya pergi dari sini secepatnya." Agna yang melihat Darren hanya diam saja malah berlari sendiri mengikuti apa kata hatinya.
***
Tepat pada saat Agna sudah sampai di ruang operasi, ia langsung saja membuka pintu ruangan yang terlihat di matanya sangatlah menyeramkan itu.
__ADS_1
Agna juga sempat mematung karena ia heran sebab tidak ada satupun orang di ruangan itu, kecuali yang Agna lihat Nawa sedang berbaring dengan mata yang terpejam.
Agna yang melihat hal itu pun tanpa aba-aba langsung saja menghampirinya tanpa memikirkan apapun.
"Putraku, anakku. Sayangku." Agna tanpa permisi langsung saja mengambil tubuh bayi enam bulan yang saat ini terlihat tertidur pulas di atas bed. "Nawa, anakku sayang. Apa yang terjadi padamu?" Agna menaruh jari telunjuknya di hidung Nawa, ia juga sempat meraba denyut nadi putranya itu.
Tidak lama pada saat Agna masih saja sibuk mengecek putranya, hanya untuk sekedar memastikan bahwa Nawa baik-baik saja, tiba-tiba saja pintu ruang operasi itu tertutup sendiri dengan sangat keras bersamaan dengan asap tebal yang entah datang dari mana memenuhi ruangan itu.
"Jebakan." Agna terlihat panik sambil membawa Nawa dengan erat ke dalam dekapannya, ia juga menutup mulut serta hidungnya dengan satu tangannya. Sebab ia tahu betul bahwa asap itu bukanlah asap pada umumnya. "Om suami!" teriak Agna berharap Darren berada di luar ruangan itu. "Tolong aku dan Nawa, tolong selamatkan kita." Pandangan Agna tiba-tiba saja menjadi buram serta kepalanya terasa sangat pusing. "Tuhan, selamatkan aku dan putraku." Agna berlari dengan sisa tenaga yang ia miliki ke arah kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Tanpa Agna tahu Darren dan Darius saat ini sedang adu bogem dengan beberapa preman yang sengaja Sopian sewa hanya untuk menghabisi Darren.
💜💜
__ADS_1
Author butuh komen, supaya semangat buat ngetik tidak lemah seperti saat ini karena nggk ada notif yang bilang, lanjut thor🤧