Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Drama Mie Instan


__ADS_3

Meski Agna terlihat terpaksa mengikuti mata pelajaran yang di bawakan oleh Kara, tapi wanita itu tetap mengikutinya sampai benar-benar mata pelajaran itu berakhir.


"Uh, akhirnya mata pelajaran Miss centil dan sok cantik berakhir." Agna merentangkan tangannya karena saat ini wanita itu merasa sedikit pegal telah mencatat beberapa materi yang Agna anggap penting dari Miss yang wanita itu anggap kecentilan. "Aku sangat haus," gumam Agna yang terlihat sekarang mulai menutup laptopnya.


"Minum dulu, ambil air di atas nakas," kata Darren yang mendengar sang istri saat ini sedang kehausan. Laki-laki itu juga merasa senang karena baru kali ini Agna menuruti setiap apa saja yang dikatakannya. Meskipun bibir Agna sempat komat-kamit seperti sedang membaca mantra tetapi wanita itu pada akhirnya mengikuti pelajaran sampai benar-benar selesai, itu yang membuat Darren merasa kalau Agna sedikit memiliki perubahan.


"Aku ke dapur saja mengambil air minum, sekalian aku mau makan." Agna lalu beranjak dari duduknya. "Om suami diam saja disini jangan kemana-mana, aku hanya mau minum dan makan saja."


"Jangan bilang kamu mau makan nasi goreng itu," ucap Darren yang sedikit takut jika saja Agna akan memakan nasi goreng spesial yang bisa bikin perut mulas itu. "Agna, buang niat kamu itu jauh-jauh jika memang benar kamu ingin memakan nasi goreng itu, karena aku takut nanti kamu akan kenapa-napa mengingat keadaanku yang sekarang ini hanya bisa berbaring seperti ini."


Agna terlihat menggeleng kuat. "Aku tidak akan memakannya karena aku sudah membuangnya. Jadi, kamu jangan takut aku akan memakannya lalu akan keracunan seperti Om suami," timpal Agna yang memang benar wanita itu tidak akan mungkin memakan masakannya yang membuat Darren sampai seperti ini.

__ADS_1


"Lalu kamu mau makan apa? Mengingat makanan yang aku pesan belum juga datang." Darren rupanya sudah memesankan makanan untuk sang istri.


"Aku sudah membeli mie instant, aku rasa itu cukup untuk mengganjal perutku." Agna mengelus perutnya pada saat wanita itu membayangkan kuah mie yang akan masuk ke dalam lambungnya. Agna juga saat ini merasa sedikit heran karena rasa mualnya tidak datang lagi seperti biasa sehingga tadi ia bisa fokus pada saat kuliah melalui online. Tidak ada drama hoek-hoek lagi seperti biasa.


"No! Agna, itu tidak sehat. Sejak kapan aku mengizinkanmu nyetok mie instan yang hanya bisa membuat orang-orang sakit? Bukankah aku sudah sangat sering mengingatkanmu juga tentang akan hal itu?" Darren saat ini rupanya tidak setuju jika sang istri akan memakan mie, karena sejauh ini yang laki-laki itu tahu kalau mie instan dapat menimbulkan resiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Yang disebabkan oleh terlalu sering mengkonsumsi mie. Sehingga membuat laki-laki itu sangat melarang keras Agna memakan mie.


"Hanya kali ini saja tidak akan sering-sering." Agna rupanya tidak mau di larang untuk tidak memakan mie instan yang memang benar makanan favorit wanita hamil itu.


Pada saat pasangan suami istri itu masih saja membahas masalah mie, tiba-tiba saja terdengar suara bel yang dipencet berulang-ulang kali.


"Itu mungkin makanan yang aku pesan, ambil dan langsung makan. Daripada kamu harus makan mie instan yang sangat aku benci itu, Agna," ucap Darren.

__ADS_1


Agna tanpa menimpali Darren langsung saja keluar dari kamar itu, karena wanita itu tiba-tiba saja rasa kesalnya pada Darren mulai kambuh lagi.


"Dia benar-benar sangat bawel, lama-lama dia persis kayak Bunda," gumam Agna pelan sambil berlalu pergi.


🍂🍂


"Ah, dia lagi sakit pasti tidak tahu kalau aku akan memakan mie," kata Agna yang sekarang terlihat sedang merebus mie. Padahal tadi wanita itu sudah mengambil makanan yang Darren pesan via online. "Tinggal tunggu airnya mendidih, lalu cempung-cemplungin mie beserta kawan-kawannya." Agna merasa saat ini air liurnya akan menetes gara-gara dirinya yang akan menyantap mie instan.


"Aku sudah tidak sabar mencicipi kuah mie ini yang akan masuk ke dalam lidahku, oh ... sudah sangat lama sekali aku tidak memakannya. Sekarang waktu yang sangat tepat." Agna terus saja berbicara pada dirinya tanpa wanita itu tahu kalau saat ini Darren sedang berdiri di anak tangga sambil menenteng infusnya. "Makan mie, makan mie ... ayo kita makan mie, mie yang sangat enak sekali." Agna bersenandung menandakan bahwa ia saat ini sangat senang sekali.


"Agna, jangan membantah," kata Darren tiba-tiba saja yang saat ini menatap Agna dengan tatapan elangnya yang sangat tajam. "Makan yang tadi aku pesan itu, jangan malah mau memakan mie."

__ADS_1


"Drama mie instan," celetuk Agna dengan ekspresi wajah yang sekarang mulai berubah.


__ADS_2