Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Satu Bulan


__ADS_3

"Kapan kamu akan menceraikanku? Ini sudah satu bulan lamanya semenjak kamu mengatakan itu semua, tapi kamu malah tidak mengembalikanku lagi pada kedua orang tuaku, sampai kapan aku harus menunggu?" Agna melempar sendok yang wanita itu pegang saat ini, karena kebetulan pasangan suami istri itu saat ini sedang makan malam bersama.


"Makan dengan tenang Agna, ambil sendok yang baru lagi. Habiskan makan malammu setelah itu baru kita akan membahas masalah yang kamu katakan tadi." Darren berusaha terlihat tetap tenang, meskipun saat ini laki-laki itu ingin sekali mencuci otak Agna yang sangat keras kepala.


"Bunda dan Ayahku sudah pulang dari luar Negeri," kata Agna yang sekarang malah berdiri. "Tapi kamu malah terlihat biasa saja, seperti orang yang tidak mau menepati janji."


"Duduk Agna, aku belum selesai makan malam." Laki-laki itu menyuap makan malamnya dengan santai, ia sama sekali tidak mau terpancing dengan kalimat Agna. "Kamu tidak usah takut, secepatnya aku akan mengurus semuanya. Tapi tolong jangan bahas masalah itu dulu saat aku belum selesai makan," sambung Darren.

__ADS_1


Agna tidak mau mendengarkan Darren, wanita itu malah terlihat masih saja berdiri di sebelah Darren sambil berdekap tangan.


"Aku sudah mengemasi semua pakaianku, aku tinggal menunggu kamu saja yang akan mengembalikanku pada kedua orang tuaku," ucap Agna yang sudah sangat yakin ingin berpisah dengan Darren, laki-laki yang banyak sekali di idolakan oleh kaum hawa, tetapi Agna malah terus-terusan meminta cerai pada laki-laki yang mimik wajahnya itu tanpa ekspresi sedikitpun.


Tidak lama Darren meletakkan sendoknya, meskipun saat ini nasi serta lauk laki-laki itu masih terlihat sedikit banyak.


Namun, hanya gara-gara Agna nafsu makan laki-laki itu malah menghilang. Padahal Darren sangat ingin sekali makan lahap serta minum dengan benar tanpa ada drama keselek, tetapi ketenangan itu tidak lagi dapatkan hanya gara-gara dirinya sudah memutuskan untuk berpisah dengan wanita bar-bar itu.

__ADS_1


"Aku tidak peduli, pokoknya sesuai dengan janjimu kembalikan saja aku ke kedua orang tuaku. Aku tidak butuh laki-laki mesum sepertimu." Agna memang benar-benar sangat egois wanita itu malah mau menang sendiri. Sehingga membuat Darren hanya bisa menghela nafas saja. "Bisa-bisanya kamu malah mau mengingkari janjimu sendiri, sungguh kamu laki-laki bermuka dua bahkan mungkin saja lindahmu ada dua juga."


Darren tidak menimpali, justru laki-laki itu sekarang terlihat pergi dari sana meninggalkan Agna yang mungkin saja merasa semakin dongkol.


"Dasar laki-laki modus!" Agna mendesis sambil ingin melempar Darren dengan pisau pemotong buah. "Awas saja, aku tidak akan pernah membiarkanmu bisa tenang jika kamu belum juga mau mengembalikanku pada kedua orang tuaku!" Pada saat Agna terus saja menggerutu marah-marah tidak jelas. Tiba-tiba saja wanita itu malah merasa mual sehingga beberapa detik Agna malah muntah.


"Hoek, hoek ... hoek." Suara Agna yang saat ini malah muntah di dekat meja makan. "Hoek ...." Agna terlihat berlari ke arah toilet yang kebetulan dekat dengan ruang makan.

__ADS_1


Sedangkan Darren menghentikan langkah kakinya ketika laki-laki itu mendengar Agna muntah.


(Malam semua, author up tipis² lagi maaf ya🙏 apa kakak² udah mulai merasa bosan dengan cerita novel ini? Tolong di komen supaya author tahu😁).


__ADS_2