Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Menginap


__ADS_3

"Ayah, aku juga sangat sayang dengan Ayah. Satu bulan tidak bertemu dengan Bunda, Ayah, Gino dan Nino membuatku rindu berat," celetuk Agna yang sekarang malah memeluk sang ayah.


"Ayah juga sama seperti Agna, satu bulan tidak bertemu membuat Ayah malah berpikir kalau kamu sudah melupakan Ayah. Karena sekarang ada suami kamu yang telah mengambil alih peran Ayah ini yang menjaga serta mengawasi setiap gerak gerikmu, Agna." Al membalas kalimat putrinya, yang sekarang malah semakin erat memeluk tubuhnya.


"Ayah tetap cinta pertamaku, cinta pertama yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun. Termasuk Darren, dia juga tidak akan bisa menggantikan Ayah di dalam hatiku ini. Karena cinta pertama seorang anak perempuan adalah Ayahnya sendiri." Agna melepaskan pelukannya, sesaat setelah ia mengatakan itu pada Al.


"Jujur saja Ayah, aku ini sama sekali tidak bisa mengatakan kalau cinta pertamaku itu adalah Darren, sebab bagiku cinta pertamaku tetaplah Ayah," sambung Agna yang mengulangi kalimatnya sambil menatap wajah sang ayah, yang kini sudah terlihat mulai sedikit memiliki kerutan.


Al dan Ranum hanya bisa terdiam saat mendengar deretan kalimat Agna, karena pasangan suami istri itu tidak pernah menyangka kalau putri mereka malah akan mengatakan itu semua.


"Apa putri Ayah ini sudah mulai bisa berpikir dengan dewasa?" tanya Al saat melihat Agna mulai sedikit berbeda mulai dari nada bicara serta tutur kata gadis itu.


"Tentu saja aku sudah dewasa Ayah, apa Ayah lupa kalau putri Ayah ini sudah menjadi istri orang?"


Al terkekeh-kekeh sambil mengacak rambut putrinya sendiri. "Ayah tidak lupa akan hal itu Agna. Tapi Ayah cuma bertanya apa kamu ini sudah bisa berpikir dengan dewasa. Itu saja yang ingin Ayah tanyakan pada putri cantik Ayah ini."


"Iya, putri Ayah ini sudah dewasa buktinya sekarang aku sudah bisa beres-beres rumah, masak, dan nyuci. Pokoknya sudah banyak sekali yang putri Ayah ini bisa dia lakukan." Dengan bangga dan penuh percaya diri Agna mengatakan itu pada sang Ayah.

__ADS_1


"Wah, berarti Darren sudah berhasil menjadi suami sekaligus menjadi guru buat putri Ayah ini," timpal Al yang merasa kalau Darren adalah laki-laki yang ia pilihkan untuk Agna sama sekali tidak salah. "Ayah juga merasa bangga pada menantu Ayah itu, karena sudah membuat kamu menjadi bisa berpikir dewasa begini. Dan tentunya kamu sudah tidak kekanak-kanakan lagi Agna."


"Iya Ayah ini semua berkat Darren." Agna tersenyum dengan bibir yang gadis itu paksakan. "Kalau begitu aku mau masuk dulu ke kamarku, karena aku juga merindukan kasur empukku."


"Iya sudah, sana kamu sekalian bersihkan dirimu. Sebelum teman-temanmu datang," kata Ranum sambil terlihat mencicipi masakannya.


"Bunda sama Ayah harus janji sama aku, kalau nanti jangan katakan sama teman-temanku tentang aku ini yang sudah menikah karena bisa-bisa mereka akan tahu semuanya. Tahu tentang aku ini yang ternyata adalah istri dari Dosenku sendiri," ucap Agna yang tidak mau kalau teman-temannya sampai tahu tentang statusnya saat ini. "Yah, Bun, apa Ayah dan Bunda mendengarku?" tanya Agna untuk sekedar memastikan saja..


Ranum dan Al terlihat saling melempar pandangan, karena suami istri itu tidak tahu harus menjawab apa.


"Ayah, Bunda ..., " panggil Agna. "Nanti kalau waktunya sudah tepat, aku sendiri yang akan memberitahu mereka kalau aku ini sudah menikah dengan Darren. Dan untuk saat ini aku benar-benar minta tolong, tentang rahasiakanlah dulu statusku yang sudah menikah ini."


"Janji tapi Bun, Yah, dan jangan lupa kasih tahu Gino. Karena aku yakin mulut anak itu pasti akan ember." Sekarang Agna malah teringat dengan adik sekaligus musuh adu mulutnya itu.


"Agna Sayang, Gino tidak akan membuka mulut percaya sama Bunda, karena Bunda dapat memastikan itu semua tidak akan terjadi."


"Baiklah, Agna akan memegang janji Bunda ini. Muah, aku sayang Bunda," ucap Agna sambil mencium pipi sang ibu. "Aku juga sayang Ayah, meskipun Ayah selalu mengajak aku ini senam mulut," sambung Agna yang sekarang malah berlari karena ia takut Al akan memarahi dirinya.

__ADS_1


Al yang melihat itu hanya bisa mengulum senyum, karena ia merasa sedikit lucu dengan apa yang tadi Agna katakan.


***


Sambil menunggu teman-temannya datang, Agna memilih untuk mampir dulu di sosial media hanya untuk melihat artis-artis korea yang gadis itu idolakan.


Namun, pada saat Agna men scroll sosmed itu, tiba-tiba saja gadis itu malah melihat sebuah foto yang lewat di berandanya. Yang membuat ekspresi wajah gadis itu menjadi berubah begitu saja dengan sangat drastis.


"Cih, berani-beraninya dia memamerkan kemesraan dengan suster itu. Apa dia pikir aku ini akan cemburu? Oh tidak mungkin, aku cemburu sangat-sangat mustahil sekali bagiku. Dan aku tidak akan cemburu dengan suster murahan kek dia!" gerutu Agna yang merasa kesal sendiri. "Dasar tukang pamer, kayaknya selama ini dia betah di rumah sakit gara-gara suster itu. Dan mungkin saja yang dia maksud pacarnya adalah suster ini."


Pada saat Agna memperhatikan foto itu terus-terusan ponselnya malah bergetar menandakan bahwa ada panggilan yang masuk.


Dosen me sum dan galak memanggil ....


"Ish, ada apa dia menelponku? Apakah dia mau menanyakan tentang foto yang sudah aku lihat ini?" Agna bukannya mengangkat panggilan telepon itu. Ia malah terlihat mengabaikan panggilan sang suami, laki-laki yang membuat moodnya malah menjadi berantakan. "Nelpon saja terus, karena aku nggak akan pernah mau mengangkatnya," gumam Agna pelan yang sekarang malah memilih untuk menaruh ponselnya di atas nakasnya.


"Sangat tidak penting aku angkat, karena mungkin saja dia cuma hanya akan berbasa basi lagi padaku," kata Agna yang sekarang malah beralih mengambil laptop yang ada di dalam tasnya. "Lebih baik aku belajar saja, daripada harus meladeni si me sum itu." Agna sekarang membuka laptopnya, karena mode rajin pada gadis itu sudah mulai on.

__ADS_1


Tapi baru saja laptop itu menyala dan ia sambungkan pada ponselnya, tiba-tiba saja Agna langsung saja tersenyum di saat gadis itu melihat ada beberapa pesan singkat yang di kirim oleh Dave.


__ADS_2