
"Biar aku saja yang turun, kamu diam di sini," kata Darren yang memegang pergelangan tangan sang istri, ketika Agna mau turun dari dalam mobil setelah tadi Darren menepi. "Aku yang membelikannya untukmu, kamu diam saja di dalam mobil."
"Aku ikut!" Suara Agna mulai cempreng ketika wanita hamil itu ingin ikut turun, tidak mau berdiam diri di dalam mobil sendirian.
Darren menunjuk Dave dan Kara. "Apa kamu mau, kalau mereka tahu tentang hubungan kita ini? Soalnya nanti mereka bisa curiga, pada saat mereka melihat kita berduaan seperti ini."
"Kita bilang saja sepupuan apa susahnya coba? Masih banyak alasan-alasan yang lain, supaya kita berdua tidak mereka curigai," ucap Agna yang sekarang terlihat melirik Darren. "Ayolah kita turun nanti rujaknya keburu habis," sambung Agna pada saat gadis itu sudah membayangkan rujak yang akan masuk ke dalam mulutnya.
Darren menggeleng menandakan laki-laki itu tidak setuju. "Diam disini saja, aku pasti akan membelikan rujak itu untukmu, oke."
Agna tidak menimpali hanya suara wanita hamil itu yang menghela nafas, menghembuskannya dengan kasar.
"Aku tidak mau jika nanti Miss Kara nanya yang tidak-tidak, bisa-bisa status kita bisa terbongkar." Darren berusaha memberikan Agna pengertian untuk saat ini.
"Bilang saja kalau kamu ini takut jika pacarmu itu akan cemburu!" ketus Agna yang lagi-lagi mengira kalau om suaminya dan Kara memiliki hubungan yang spesial. "Bilang saja begitu tanpa harus mengucapkan kalimat yang inilah yang itulah, nye ... nye ... nye ...." Agna memajukan mulutnya beberapa sentimeter.
"Agna, Agna ... kamu ini, ya sudah, ayo kita turun saja jika kamu terus-terusan berprasangka buruk padaku." Darren pada akhirnya memutuskan untuk turun dari dalam mobil bersama sang istri, karena ia tidak mau kalau Agna terus-terusan bertingkah seperti ini. Dimana wanita hamil itu mengira dirinya berpacaran dengan Kara padahal Darren secuil pun tidak memiliki perasaan sedikitpun pada wanita yang Agna sering panggil kecentilan itu.
__ADS_1
Hidung Agna kembang kempis pada saat wanita hamil itu mendengar kalimat Darren.
"Om suami nanti di sana cukup diam jangan banyak bicara, biarkan aku saja yang bicara tugas Om suami tetap bungkam. Kalau mereka bertanya biar aku saja yang menjawab." Agna mewanti-wanti sang suami, supaya Darren diam ketika nanti dirinya membeli rujak.
"Iya," sahut Darren mengiyakan sang istri yang sangat mudah sekali ngambekan itu.
🍂🍂
"Lho, sedang apa kamu disini Agna?" tanya Kara pada saat wanita itu melihat Agna sedang membeli rujak juga, karena kebetulan posisi Kara saat ini sedang duduk bersama Dave. Dimana wanita itu juga saat ini sedang memakan sepiring rujak.
Agna tidak menjawab, karena wanita hamil itu terlihat sedang menunjuk buah mangga saja yang akan ia beli.
"Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar tadi kalau Dave dan Miss kegatelan ini …." Agna tidak sanggup melanjutkan kalimatnya, meskipun ia hanya berbicara di dalam benaknya saja.
"Apa benar cuma mangga saja?" tanya pedagang rujak itu.
Agna yang sedang melamun pada saat itu juga langsung saja lamunannya menjadi buyar pada saat mendengar pedagang buah itu bertanya.
__ADS_1
"Iya Pak, mangga saja," jawab Darren sambil menepuk pundak Agna. "Lamunin apa?" Darren berbisik di daun telinga sang istri.
Tidak disangka pada detik berikutnya Agna malah ditarik oleh Dave, karena laki-laki itu ingin membicarakan sesuatu hal pada wanita hamil itu.
"Na, ikut aku." Dave tanpa permisi malah benar-benar menarik tangan Agna.
"Eh, mau kamu bawa aku kemana, Dave?" Meski Agna ditarik begitu saja tetapi ia tetap mengikuti pacarnya itu.
"Agna," panggil Darren saat laki-laki itu melihat sang istri dibawa begitu saja. Tapi pada saat ia akan meraih tangan Agna tiba-tiba saja Kara malah menghalangi Darren.
"Pak Darren, Bapak juga sedang apa disini?" Kara seperti biasa akan selalu tersenyum genit pada laki-laki itu.
Darren menunjuk Agna. "Saya sedang menemani keponakan saya membeli buah," jawab Darren yang terus saja menatap Agna yang dibawa oleh Dave.
"Hah, Agna keponakan Bapak?" Dengan mata yang hampir saja lepas dari tempatnya Kara terlihat begitu shock.
"Iya Mis Kara, Agna adalah keponakan saya." Darren menjawab dengan begitu tenang. Tanpa ada rasa gugup sedikitpun.
__ADS_1
"Kalau begitu, biarkan saja bersama Dave. Lagipula mereka berdua berpacaran," kata Kara sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah mata.