
Darren masuk ke dalam ruang rawat inap Agna setelah tadi Ranum sang mertua memintanya untuk masuk.
"Apa kamu memanggilku hanya untuk mengatakan kalau bayi yang kamu kandung itu adalah darah daging, Dave?" Darren yang baru saja masuk langsung saja bertanya seperti itu, membuat susana di dalam ruangan rawat inap itu kini auranya malah menjadi berubah.
Agna terlihat hanya menoleh sekilas pada sang suami sebelum wanita itu menjawab, "Apa kamu akan menceraikan aku, jika ini memang benar-benar anak Dave?"
"Mungkin saja," jawab Darren singkat.
Agna langsung saja diam pada saat wanita itu mendengar jawaban sang suami.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan, tetap bertahan menjalani hubungan pernikahan yang seperti ini atau kita kembali pada kesepakatan kita yang awal? Darren tidak mendekat ke arah Agna, laki-laki itu hanya tetap berdiri di dekat pintu yang kira-kira jaraknya hanya beberapa meter saja dari Agna.
Agna terlihat duduk, dan langsung saja bersandar. "Setelah kamu membuatku hamil, sekarang dengan entengnya kamu malah mengatakan itu padaku. Sungguh kamu benar-benar laki-laki kurang ajar dan tidak bertanggung jawab." Agna menatap Darren yang sekarang terlihat mendekat ke arahnya, setelah tadi ia mengatakan kalau bayi yang dikandung itu adalah darah daging laki-laki itu.
"Membuatmu hamil katamu? Bukankah itu anak Dave, laki-laki yang sering kamu ajak kencan bahkan kalian sudah pernah menginap di apartemen?" Darren tersenyum getir ketika ia mendengar kalimat Agna, sehingga laki-laki itu bisa berkata seperti itu karena jujur saja Darren tidak mengakui bayi yang masih menjadi segumpal darah di dalam rahim Agna itu.
__ADS_1
Agna yang pikirannya saat ini sedang sangat kacau turun dari atas bedanya, ia lalu dengan segera mendekat ke arah Darren, laki-laki yang juga saat ini sedang berjalan ke arahnya.
"Gugurkan saja bayi harammu ini Darren! Aku tidak sudi mengandungnya! Jangan malah seenak jidatmu memutar balikkan fakta, kamu juga jangan pernah membawa nama Dave disaat dia sama sekali tidak tahu apa-apa." Agna lalu menunjuk wajah Darren. "Ini bayimu bukan bayi Dave!"
"Apa kamu pikir aku akan percaya begitu saja? Disaat kamu sendiri yang sudah mengatakan kalau kamu sudah melakukan banyak hal dengan bedebah itu. Kamu salah besar Agna karena aku tidak akan mudah percaya begitu saja pada dirimu." Darren baru kali ini menatap Agna dengan tatapan yang begitu dingin.
"Baik, jika kamu tidak mengakuinya, maka itu akan semakin mudah dalam hal menggugurkannya, karena aku benar-benar tidak sudi mengandung benih dari laki-laki sepertimu!" Agna mendorong dada Darren dengan sangat kasar. "Aku tidak akan pulang ke rumahmu, lebih baik aku pulang saja ke rumah orang tuaku. Disana aku akan merasa lebih aman daripada di rumahmu yang bagikan neraka.
Pada saat Agna dan Darren sedang berdebat tiba-tiba saja Renum dan Hugo masuk, sedangkan Alea juga Al tetap berada di luar ruangan itu.
"Ren, kamu duduk dulu 'Nak, Pak Hugo silahkan Bapak duduk juga karena jika kita marah pada saat berdiri maka kita akan semakin terbawa emosi, maka yang harus kita lakukan adalah duduk
supaya emosi bisa sedikit mereda." Ranum yang memang dari sananya lelah lembut berusaha mengingatkan menantu serta besannya saat ini.
"Gugurkan saja kandunganku ini, Bun, jika dia tidak mengakuinya!" Meski Agna sudah berada di dalam pelukan Ranum, tapi wanita itu masih saja bisa menunjuk sang suami. "Pokoknya aku harus bercerai dengannya, aku tidak mau lagi menjadi istrinya!"
__ADS_1
Ranum yang melihat Darren akan membuka suara dengan cepat menutup mulutnya sendiri menggunakan jari telunjuknya karena saat ini wanita itu tidak mau memperkeruh keadaan seperti saat ini.
"Sayang, jangan pernah mengambil keputusan saat kamu marah, karena kamu bisa saja menyesal di kemudian hari," kata Ranum yang tidak mau jika Agna terus saja mengucapkan kata cerai.
"Agna, jangan seperti ini terus 'Nak, mari kita bicarakan semua ini dengan baik-baik, karena apa yang dikatakan Bundamu tadi benar jangan sampai kamu akan menyesal di kemudian hari," sahut Hugo yang dari tadi hanya diam saja. "Kamu juga Ren, tolong panggil Mami dan Ayah mertuamu masuk karena sepertinya kita harus membicarakan ini semua dengan dua belah pihak," sambung Hugo yang merasa sudah saatnya dirinya akan ikut campur dengan masalah rumah tangga Darren dan Agna.
Darren yang memang merasa agak sedikit canggung dengan Al terlihat menggeleng dengan sangat kuat. "Jangan libatkan Ayah Al, karena aku merasa tidak enak." Darren mengatakan itu dengan suara yang setengah berbisik pada Hugo.
"Kalau begitu kita bicarakan masalah ini di rumah saja, karena tidak mungkin juga kita bicarakan ini disini, bagimana apa Bu Ranum setuju?" tanya Hugo.
Ranum mengangguk tanda wanita itu saat ini setuju dengan apa yang Hugo katakan.
"Baiklah, kakau begitu kita antar putra dan putri kita untuk pulang ke rumah mereka supaya kita bisa berbicara serta berdiskusi disana." Hugo yang tidak mau masalah ini akan bocor karena di ruang VVIP itu ada CCTV. Sehingga membuatnya memutuskan kalau masalah hal seperti ini harus di bahas di rumah bukan malah di rumah sakit.
Ranum terlihat segera membawa Agna keluar dari sana terlebih dahulu, karena memang Agna boleh langsung pulang tanpa harus menginap di rumah sakit itu.
__ADS_1