Perjodohan With Dosen

Perjodohan With Dosen
Tidak Percaya


__ADS_3

Saat Agna terus sana menatap Darren, tiba-tiba saja wanita itu malah tidak sengaja melihat leher sang suami yang memiliki banyak sekali tanda mer4h di sana. Sehingga membuat Agna yang sedang mengagumi laki-laki itu langsung saja melotot sempurna dengan mata yang hampir saja keluar dari tempatnya saking kagetnya wanita itu, Agna juga langsung saja berpikiran yang tidak-tidak pada sang suami, karena wanita itu tahu kalau tanda mer4h yang ada di leher Darren itu bekas bibir.


"Apa-apaan Bapak ini, kenapa malah banyak sekali tanda mer4h di leher Bapak?" Agna bertanya sambil mendorong sedikit tubuh Darren yang tadi sempat condong ke depannya. "Apa Bapak mau menunjukkan kepada saya, kalau Bapak ini sudah bercocok tanam dengan pacar Bapak?" Raut wajah Agna yang tadi terlihat berseri-seri malah berubah menjadi masam hanya dengan hitungan detik.


Darren yang menyadari akan hal itu langsung saja mundur beberapa langkah, karena laki-laki itu takut jika saja Agna tahu kalau tanda mer4h itu hasil bibir tipis wanita itu sendiri. Sehingga membuat Darren hanya bisa mundur dulu sebelum laki-laki itu akan menjelaskan semuanya pada Agna.


"Benar-benar sangat keterlaluan, bisa-bisanya Bapak melakukan ini di saat kedua orang tua Bapak ada di rumah ini. Apa ini salah satu tujuan Pak Darren biar mereka mengira kalau ini semua perbuatan saya? Sungguh Bapak ini sangatlah menjijikkan." Agna menatap Darren semakin sinis. Disaat wanita itu sekarang malah melihat bekas cakaran di dada bidang Darren. "Ternyata isi otak Bapak sangat licik juga, saya sampai tidak percaya jika seorang Dosen sekaligus Dokter seperti Bapak ini malah melakukan hal yang sangat-sangat memalukan seperti ini." Agna terus saja menggerutu pada sang suami yang malah diam saja.


"Tidak punya malu sudah menikah, tapi malah main bercocok tanam dengan wanita lain!" ketus Agna yang entah mengapa di dalam hatinya ada rasa tidak rela. Jika benar Darren melakukan itu semua dengan wanita lain. "Lulusan perguruan tinggi serta sarjana dan sudah mendapat gelar tidak menjamin bahwa laki-laki itu tidak akan pernah berzina! Buktinya Pak Darren yang sudah nyata-nyata malah melakukan itu semua."


Kalimat Agna begitu panjang kali lebar, saat ini wanita itu malah salah paham pada suaminya sendiri.


"Jika saya mengatakan kalau ini semua perbuatan kamu, apa kamu akan percaya sama saya?" tanya Darren yang merasa dari tadi bahwa dirinya terus saja disalahkan oleh Agna seolah-olah dirinya adalah laki-laki yang tidak benar. Sehingga membuat Darren merasa harus memberitahu wanita yang laki-laki itu anggap sok tau.

__ADS_1


"Saya!" Agna menunjuk hidungnya sendiri.


"Iya kamu Agna, kamu yang telah menciptakan tanda-tanda ini di leher saya. Apa kamu benar-benar tidak mengingat kejadian yang semalam?" Mula-mula Darren ingin merahasiakan itu semua dari Agna. Tetapi melihat Agna yang menatapnya seperti menatap penjahat membuat Darren memutuskan harus memberitahu wanita yang sudah ia renggut kesuciannya itu, dan sialnya Darren juga malah menjadi mengingat setiap lekuk tubuh Agna, membuat laki-laki itu mengutuk isi otaknya yang sudah terserang virus ke mesu man.


"Bapak jangan ngadi-ngadi, saya cuma mengingat kalau Lian menculik saya. Setelah itu saya tidak mengingat apa-apa lagi, dan tau-tau saya sudah tidur di sini saja." Rupanya selain obat perang sang, Lian juga sedikit mencampurkan bubuk pil supaya Agna menjadi tidak mengingat apa yang telah terjadi.


"Apa kamu benar-benar tidak mengingat semuanya?" Darren bertanya sekali lagi.


"Melakukan itu semua dengan pacar Bapak, tapi Pak Darren malah menyalahkan saya yang tidak tahu apa-apa. Lawak sekali Bapak ini." Agna mendesis. "Cocoknya Bapak ini selain menjadi Dosen dan Dokter, cocok juga jadi sutradara yang bisa mengarang cerita bahkan Bapak juga cocok menjadi kang halu penulis novel," celetuk Agna yang benar-benar tidak terima jika Darren mengira bahwa dirinyalah yang sudah mengukir tanda-tanda itu pada leher Darren.


Agna yang masih saja betah duduk di atas kasurnya langsung saja mencari benda pipihnya, karena wanita itu ingin menghubungi Saras saat ini juga, tetapi ponselnya malah tidak bisa wanita itu temukan di mana-mana. Sehingga membuat Agna terpaksa menyingkirkan selimutnya sebab ia ingin turun dari atas ranjang itu.


Namun, saat Agna sudah menurunkan kedua kakinya tiba-tiba saja suara ringisan kecil lolos begitu saja dari bibir tipisnya.

__ADS_1


"Akh, kenapa terasa sakit sekali?" Agna menggigit kecil bibirnya, karena sakit di bawah sana terasa begitu nyeri membuat Agna mencengram seprai itu dengan sangat erat. "Biasanya aku datang bulan, tapi tidak sesakit ini," gumam gadis itu pelan.


Darren yang melihat itu bergegas menghampiri Agna, karena laki-laki itu tahu kalau wanita itu kesakitan juga gara-gara perbuatan dirinya.


"Kamu tidak apa-apa?" Mimik wajah Darren terlihat panik saat ia bertanya seperti itu pada Agna.


"Bukan urusan Bapak! Sana pakai baju jangan malah membuat mata saya ternoda!" jawab Agna ketus. Sambil mencoba untuk berdiri dan melangkahkan kakinya meskipun rasa nyeri itu malah semakin terasa.


Agna juga sama sekali tidak percaya dengan kalimat Darren yang mengatakan kalau tanda itu adalah bekas dirinya.


"Agna biar saya bantu." Darren malah berniat ingin membantu sang istri.


"Tidak usah!" Agna lagi-lagi berkata ketus pada Darren. "Urus saja urusan Bapak sendiri yang halu itu," sambung Agna sambil terus melangkahkan kakinya dengan cara memejamkan mata serta menggigit bibirnya, supaya suara ringisanya tidak didengar oleh Darren.

__ADS_1


"Aku harus menemui Saras, jika memang benar dia tahu semuanya karena aku tidak bisa percaya dengan Dosen me sum ini," gumam Agna membatin.


__ADS_2