
Setiba di dalam mobil Agna langsung saja memeluk Darren, dan juga wanita itu menangis sekencang-kencangnya.
"Dia brengsek! Aku tidak menyangka kalau saja mereka adalah pasangan suami istri." Agna mengatakan itu dengan suara seraknya. Ia juga seolah-olah tidak mau menerima kenyataan yang begitu pahit dan menyayat hati bagi wanita itu saat ini juga. "Dave pembohong, dia tega ... dia sangat tega melukai perasaanku. Dia benar-benar brengsek!"
Darren yang tidak tahu apa maksud sang istri hanya bisa diam saja, karena tidak mungkin laki-laki itu akan bertanya pada saat Agna seperti ini.
"Aku mau putus! Pokoknya aku mau putus dengan laki-laki itu. Aku tidak bisa bersama dengannya lagi ... Dimana dirinya sudah memiliki istri," kata Agna yang merasakan dadanya semakin sesak pada saat ia mengingat kalau Dave, sang kekasih sudah menikah dengan Kara. Wanita yang sangat dibenci oleh Agna. "Aku tidak menyangka kalau saja seleranya itu adalah tante-tante girang seperti Miss Kara, wanita yang dulu pekerjaannya menjadi tante-tante girang yang selalu saja menyewa beberapa brondong untuk dia ajak tidur bersama." Saking kesalnya tiba-tiba saja Agna malah keceplosan membuka kartu AS milik Kara. Dimana selama ini tidak ada yang tahu tentang Kara selain dirinya dan juga Saras.
"Agna, apa yang kamu maksud? Miss Kara, tante-tante girang ini apa yang kamu maksud? Sungguh aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini." Darren yang dari tadi diam pada akhirnya membuka suara, karena ia tidak menyangka kalau saja Agna mah akan mengatakan itu semua. "Na, nyebut siapa tahu kamu khilaf," kata Darren yang takut jika saja sang istri saat ini sedang memfitnah Kara. Secara laki-laki itu juga tahu kalau Agna tidak pernah menyukai Kara.
"Apa jangan-jangan kamu juga sudah pernah memakai jasanya?" Agna yang dari tadi memeluk Darren dengan cepat melepas pelukannya. "Katakan Ren, apa kamu sudah memakai jasanya? Sebab aku lihat kamu belakangan ini selalu saja senyum-senyum sendiri saat kamu melihatnya." Sekarang Agna malah menuduh sang suami yang sudah pernah menggunakan jasa Kara.
"Astaga, kamu ini kenapa Agna? Kenapa sedikit-sedikit selalu saja kamu kaitkan dengan Miss Kara? Dari mana juga kamu tahu kalau dia itu tante-tante girang?" Darren menatap Agna yang mascara serta eyeliner wanita hamil itu terlihat berantakan gara-gara Agna menangis sampai mata wanita itu terlihat memerah.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu tahu, yang terpenting kamu jawab aku. Apakah kamu sudah memakai jasanya?" Agna bertanya sekali lagi pada sang suami yang saat ini tidak tahu apa-apa.
"Kita bicarakan ini di rumah saja, karena ini juga sudah hampir jam sebelas malam. Tidak baik juga untuk ibu hamil begadang seperti ini." Sesaat setelah mengatakan itu Darren langsung saja menyalakan mobilnya, ia juga sebenarnya tidak bisa berlama-lama mengajak Agna keluar malam-malam seperti ini bisa-bisa Hugo, sang ayah akan marah karena pria paruh baya itu sangat melarang keras Darren membawa Agna keluar malam-malam seperti ini sampai larut malam. "Nanti di rumah kita bahas masalah ini lagi, sekarang kamu makan rujakmu dulu." Darren berharap jika mood wanita itu akan kembali bagus setelah memakan rujak. Akan tetapi tiba-tiba saja Agna malah membuka sedikit kaca mobil itu, Agna juga terlihat mengambil rujak itu dari tangan Darren dan setelah itu Agna, si wanita hamil muda itu malah membuang rujak itu.
"Dasar rujak pembawa sial! Aku tidak mau memakannya, karena gara-gara tuh rujak aku jadi mengetahui hubungan Dave dan Miss Kara, sok kegatelan." Rujak pun Agna marahi, ia juga tidak ada rasa berdosa sedikitpun setelah membuang rujang itu.
"Agna, kenapa malah kamu buang? Padahal tadi kita sampai rela keliling mencarinya." Darren sungguh merasa menyesal memberikan Agna rujak itu tadi, jika ia tahu kalau sang istri malah akan membuangnya seperti saat ini. "Kamu tidak menghargai perjuanganku yang mecarikanmu mangga muda sampai jam maling yang sudah siap-siap merampok bank," celetuk Darren.
"Aku merasa sangat muak, dengan laki-laki yang berhidung belang. Intinya mulai sekarang aku tidak akan mudah percaya dengan laki-laki manapun itu. Cukup ini semua menjadi pelajaran bagiku," gumam Agna membatin.
"Agna, lain kali kalau kamu marah jangan buang makan–"
"Apa urusanmu, hah? Mau aku buang kek, mau aku lempar kek, itu semua intinya bukan urusanmu!" Agna dalam mode galak sehingga saat ini bawaannya selalu saja ingin marah-marah. Meskipun ia hanya marah pada Darren, sang suami yang tidak tahu apa-apa. "Tutup mulutmu! Dan sekarang lebih baik kamu menyetir saja yang baik, karena saat ini aku sedang tidak mau bicara dengan orang-orang yang menjunjung tinggi Miss Kara, Miss kegatelan sejagat raya itu!" gerutu Agna.
__ADS_1
"Na, Miss Kara punya salah apa sih, sama kamu sehingga membuat kamu membencinya? Perasaan dia tidak pernah sama sekali membuat masalah sama kamu. Tapi kamu malah membencinya seperti i–"
"Nyetir! Jangan ngomong nggak jelas!" katus Agna sambil melipat tangannya.
...****************...
Note: Jika kakak² tidak ingin kasi rate atau nilai 5 jangan kasih Author tidak apa-apa. Daripada seperti di bawah ini🤧
Ini dia kasih rate 3😭😭 malah bikin Author down untuk up setiap hari. Sekali lagi aku ingatkan jika tidak full 5 jangan di kasih 🤧 karena begini jadinya 👇👇👇 4,8 bukan 5 lagi😭😭
__ADS_1