
"Turunkan aku!" Agna terus saja beteriak menyuruh sang suami untuk menurunkan dirinya dari dalam mobil yang terus saja melaju dengan kecepatan tinggi. "Darren turunkan aku!" Agna sekarang sudah tidak ingin menggunakan bahasa formal, ia juga berani menyebut nama Darren tanpa embel-embel seperti biasa yang menyebut laki-laki itu dengan bapak.
Darren yang mendengar itu langsung saja menoleh menatap wanita bar-bar itu. "Kamu sangat lancang sekali Agna!" bentak Darren.
"Kau yang sangat lancang, dasar laki-laki mesum! Kau juga telah memperk*saku. Lalu sekarang disini siapa yang lancang, kau apa aku? Disaat kau membuat surat perjanjian tapi kau malah melanggarnya sendiri. Pokoknya aku mau kita bercerai," kata Agna yang setiap kali mengingat Darren sudah menodai dirinya ia malah semakin merasa meradang.
"Oke! Aku akan mengurus semuanya." Darren langsung saja menimpali perkataan Agna, karena laki-laki itu juga sudah terlanjur kesal. Ditambah Darren berpikir bahwa kalimat Agna yang mengatakan kalau wanita itu sudah melakukan banyak hal dengan Dave. Sehingga membuat Darren merasa jika Agna adalah wanita murahan. "Kita tunggu kedua orang tuamu pulang dari luar Negeri, setelah itu aku akan mengembalikanmu pada mereka, karena dua bulan setengah yang lalu aku memintamu juga dengan baik-baik maka aku harus mengembalikanmu juga dengan baik-baik," kata Darren yang ingin menceraikan Agna.
Mendengar kalimat Darren hati Agna tiba-tiba saja malah merasa sakit. Bukankah ini yang wanita itu mau? Lalu kenapa sekarang Agna malah merasakan sakit di hatinya? Apakah sekarang wanita itu sudah mulai memiliki rasa? Atau hanya sekedar terkejut saja jika Darren sekarang mau menceraikannya.
"Bagus, dengan cara begitu aku akan segera bebas dari manusia sepertimu! Manusia mesum yang hanya bisa merusak masa depanku." Agna langsung saja membuang pandangannya ke arah luar jendela. "Anggap saja kita tidak pernah melakukan apapun, lupakan kejadian pada malam itu juga dan aku minta hapus video yang sangat menjijikkan itu. Supaya tidak akan menjadi masalah di kemudian hari."
"Kamu tidak perlu mengatakan itu Agna, karena aku sudah terlebih dahulu sudah menghapus rekaman cctv itu. Jadi, kamu jangan mengkhwatirkan akan hal itu," ucap Darren menimpali Agna.
__ADS_1
Agna terdiam, hingga detik berikutnya ia baru saja menyadari kalimat Darren yang mengatakan kalau kedua orang tuanya itu pergi ke luar Negeri. Agna ingin bertanya tetapi wanita itu sangat gensi karena egonya lebih besar. Sehingga membuatnya menebak-nebaknya sendiri kalau kedua orang tuanya pasti pergi karena ada urusan pekerjaan.
"Lama-lama aku tidak tahu harus memperlakukanmu seperti apalagi Agna, karena jujur saja aku sudah sangat muak menghadapi sikapmu yang sangat susah di atur itu. Aku berusaha bersikap baik padamu tapi kenapa kamu malah selalu saja membuat tensiku naik? Tidak bisakah kamu menurut saja padaku sekali saja, Agna."
"Sudah cukup, lagipula antara kita akan segara berakhir." Agna mendengkus saat ia mengatakan itu. "Jadi, aku rasa aku sudah tidak perlu lagi harus menurut dengan apapun yang kamu katakan." Agna berbicara sudah tidak ada sopan-sopannya dengan sang suami.
Darren menggeleng-gelengkan kepalanya. "Agna, Agna ... kamu memang wanita egois."
Agna tidak merespon, ia memilih untuk diam saja.
Beberapa saat setelah kedua pasangan suami istri itu tiba di rumah, Darren langsung saja menyuruh Agna turun karena laki-laki itu harus pergi ke rumah sakit.
"Turun Agna, dan kamu jangan kemana-mana tunggu sampai aku pulang," kata Darren saat melihat Agna hanya diam saja.
__ADS_1
Entah apa yang wanita itu pikirkan sebab sejak Darren mengatakan kalau mereka akan segera bercerai Agna malah langsung saja memikirkan ekspresi sang ayah serta ibunya nanti seperti apa jika Al dan Ranum tahu akan hal ini. Membuat wanita itu hanya bisa diam saja sepanjang perjalanan.
"Turun, aku masih ada urusan. Jadi, tidak sempat menemanimu di rumahku." Darren membuka sabuk pengaman untuk Agna yang terlihat malah cuek bebek. "Jangan kemana-mana, karena kamu masih sah menjadi istriku. Sehingga aku juga masih sangat berhak melarangmu."
Agna pada akhirnya benar-benar membuka mobil itu tanpa mengeluarkan sepatah katapun, karena ia sekarang terus saja membayangkan kalau Ranum pasti akan sangat kecewa dengan dirinya.
"Jangan lupa kunci pintu, karena mungkin saja aku akan pulang malam. Mengingat pasienku di rumah sakit semakin banyak." Darren berusaha mengesampingkan egonya, meskipun saat ini Darren ingin memeriksa Agna apakah wanita itu benar-benar telah makukan itu dengan Dave atau tidak.
Namun, karena tidak mungkin itu ia lalukan sehingga membuat Darren hanya bisa berdoa serta berharap kalau itu hanya kalimat bualan sang istri saja.
"Agna, apa kamu mendengarkan aku?" tanya Darren.
Sedangkan Agna yang ditanya sama sekali tidak berniat sama sekali untuk membalas kalimat laki-laki itu.
__ADS_1
"Dia benar-benar sangat keterlaluan, bisa-bisa tidak menjawabku lama-lama aku malah menjadi kesal sendiri," gumam Darren sebelum laki-laki itu pergi.