
Apa yang dikatakan Sandy semakin membuat Lydora pusing.
"Apa yang sedang anda khawatirkan Nona?"Tanya Sandy.
"Aku...sebenarnya belum siap untuk menjadi Ratu, Sandy. Aku bukanlah wanita yang bijaksana ataupun pintar dalam hal memimpin negara. Aku terlalu takut untuk menghadapinya. Tapi Yang mulia baginda Ratu Edna percaya padaku. Apa yang harus kulakukan Sandy?"Tanya Lydora terlihat cemas.
"Saya tahu apa yang anda rasakan sekarang ini Nona. Anda tidak perlu takut dan anda harus menjadi diri anda sendiri seperti biasa. Anda belajar pelan-pelan saja. Lagipula buku-buku itu tidak semuanya harus anda pelajari sampai selesai dalam waktu satu bulan karena tidak ada seorangpun yang bisa menguasai isi dari 6 buku itu dalam sebulan, kan?"Ucap Sandy.
"Iya, kau benar Sandy. Tapi mengapa Nyonya Bella bilang begitu? Dia memaksaku untuk menguasai semuanya sekaligus, sementara besok dia akan mengajariku tentang dunia politik yang paling aku benci. Mustahil aku bisa melakukan semuanya karena aku sendiri bukan seorang penyihir."Ucap Lydora.
"Heh, Anda pasti sudah tahu kalau Nyonya Bella suka membesar-besarkan ucapannya. Anda pokoknya jangan pernah percaya padanya maupun dengan Nona Stacey. Anda tahu, Nona Stacey itu orang yang nekat."Ucap Sandy memperingati.
"Ah, nekat bagaimana maksudmu?"Tanya Lydora jadi penasaran.
"Anda jangan bilang pada siapapun ya. Kejadiannya memang sudah lama sekali, tapi Nona Stacey pernah hampir membunuh seseorang hanya gara-gara seorang pelayan mengadu sifat asli dari Nona Stacey."Ucap Sandy sambil mendekatkan wajahnya ke arah Lydora.
Saat Lydora mendengar cerita dari Sandy, bulu kuduknya langsung berdiri karena merasa ngeri.
"Pelayan yang dulu bekerja dengannya selalu dibuat menderita oleh Nona Stacey. Suatu hari dia pun memberanikan diri untuk mengadu pada Yang mulia baginda Ratu Edna. Tentu saja Nona Stacey sangat murka dan diam-diam dia sudah berencana untuk membunuh pelayan itu. Beruntungnya rencana pembunuhannya ketahuan dan pelayan itu selamat. Tapi pelayan itu tidak bekerja lagi dan mengundurkan diri. Raja Peter sempat memenjarakan Nona Stacey, tapi entah bagaimana ceritanya Nona Stacey bisa segera dikeluarkan dari penjara hanya dalam satu tahun."
"Begitu ya? Sepertinya aku harus bisa menjauhinya sebisa mungkin. Aku tidak sangka bahwa Nona Stacey orang yang sangat mengerikan."Ucap Lydora.
"Benar Nona. Saya juga akan ikut melindungi anda. Saya bisa lihat dari tatapan matanya jika Nona Stacey tidak menyukai anda."Ucap Sandy lagi.
"Baik, terima kasih Sandy. Dan ngomong-ngomong soal Nona Carol. Kenapa dia pergi dari istana selama berbulan-bulan?"Tanya Lydora menjadi penasaran tentang Carol.
Lydora ingin mengetahui semuanya karena dia merasa cerita yang dia masuki telah berubah.
__ADS_1
"Oh, Nona Carol. Dia pergi untuk menenangkan diri. Saya juga kurang tahu dia pergi kemana, tapi katanya sih dia pergi ke luar negeri."Jawab Sandy.
"Menenangkan diri? Apa dia memiliki masalah?"Tanya lagi Lydora.
"Iya. Nona Carol habis ditolak oleh Tuan Erick dari kastil Perron, lebih tepatnya kakak lelakinya Ratu Ellen. Setelah ditolak, Nona Carol juga sempat dipermalukan para masyarakat karena ketahuan memiliki sifat buruk. Jadi ya begitulah..."Jawab Sandy.
Apa? Bagaimana bisa? Bukankah seharusnya Tuan Erick menikah dengan Nona Carol? Tuan Erick kan sangat menyukai nona Carol. Aku jadi penasaran jika ada orang lain yang masuk ke dalam cerita ini dan mengubahnya...
"Lalu bagaimana dengan Tuan Erick? Kenapa dia menolak Nona Carol?"Tanya Lydora masih belum bisa memuaskan rasa penasarannya.
"Tuan Erick menyukai seorang pelayan dan menikah dengan pelayan itu yang bernama Maya. Mereka bisa menikah karena Maya dulunya berasal dari keluarga bangsawan tapi karena hidup dalam kemiskinan, Maya terpaksa bekerja sebagai seorang pelayan. Benar-benar kisah yang tidak terduga kan? Saya berpikir itu sangat keren karena seorang Tuan bangsawan mau menikah dengan seorang pelayan yang rendahan."
Wah, ternyata benar. Ceritanya sudah berubah total seolah memang sengaja telah diubah oleh seseorang. Jika orang itu berasal dari dunia yang sama denganku, aku ingin sekali berbicara dengannya. Setidaknya berkatnya ceritanya berubah menjadi akhir yang bahagia.
Ratu Ellen yang di takdirkan menderita, disini dia justru bahagia dan Raja Aldrich bukan pria kejam seperti yang diceritakan. Tuan Erick yang seharusnya menikah dengan Nona Carol malah jadi menikah dengan seorang pelayan bernama Maya. Seingatku Tuan Erick dan Nona Carol tidak bahagia saat menikah sih.
"Anu Nona Lydora, anda jangan terlalu berpikir dengan keras. Anda juga harus memikirkan kondisi kesehatan anda. Saya juga akan membantu anda untuk mempelajari tentang dunia kerajaan yang saya tahu."Ucap Sandy yang khawatir.
"Eh, aku tidak apa-apa kok. Terima kasih sudah memikirkanku Sandy."Ucap Lydora tersenyum.
Setelah makan malam, Lydora kembali fokus dengan tugasnya. Dia membuka satu buku dan membacanya. Seketika otaknya seperti buntu karena Lydora sama sekali tidak bisa memahami isi dari buku itu. Kebanyakan isinya hanya tentang perjanjian, sumpah, syarat, etika Ratu dan penjelasan dalam bahasa kuno.
Lydora membacanya sampai larut malam. Sandy yang datang ke kamarnya untuk memeriksa merasa kaget dengan Nonanya yang masih berada di meja belajar membaca buku.
"Astaga Nona, Anda belum tidur juga? Anda tidak lihat jamnya sudah menunjukkan pukul 12 malam?! Besok anda harus bangun subuh seperti biasa!"Ucap Sandy yang cemas.
"Oh, Sandy. Aku tidak bisa tidur karena sibuk berpikir. Kau tahu, aku tidak paham tentang semua isi dari perjanjian dan persyaratan di dalam buku ini. Bisakah kau menjelaskannya padaku?"Tanya Lydora yang kedua matanya sudah menguning karena kelelahan.
__ADS_1
"Sudahlah Nona, wajah anda bisa kusam dan anda juga bisa sakit jika tidak tidur dengan cukup. Anda tidak boleh memaksakan diri anda seperti ini. Besok saya janji akan membantu anda belajar."Ucap Sandy.
"Oh, baiklah."Lydora berjalan dengan lemas dan langsung tepar di atas ranjangnya. Sandy hanya bisa geleng-geleng kepala dan dia memberikan selimut kepada Lydora.
"Selamat malam, Nona Lydora."Ucap Sandy tanpa balasan dari Lydora karena Lydora sudah tidur. Sandy pun segera keluar dari kamar Lydora dan menutup pintu.
Keesokan paginya Lydora dibangunkan oleh Sandy saat dirinya lagi-lagi mendapati mimpi aneh.
"Selamat pagi, Nona Lydora. Ayo kita segera bersiap-siap."Ucap Sandy.
"Oh, sudah pagi ya? Aku merasa hanya tidur beberapa menit, tapi ternyata sudah pagi saja."Ucap Lydora yang masih mengantuk berat.
"Hahaha, ini pasti karena anda bergadang tadi malam Nona. Pastikan anda tidur tepat waktu untuk malam selanjutnya agar anda tidak lemas saat di pagi hari."Ucap Sandy.
"Baiklah, Sandy."
Tadi aku bermimpi apa ya? Ada seseorang yang menemuiku dengan jubah hitam tapi aku tidak bisa melihat ataupun mengingat wajahnya. Aku bahkan tidak ingat dia mengatakan apa padaku saat di mimpiku barusan. Ah, masa bodohlah!
Hari ini aku harus tampil maksimal lagi bertemu dengan Nyonya Bella. Semoga tidak ada masalah!
Setelah sarapan, mereka semua beranjak dari kursi mereka untuk melakukan aktivitas masing-masing.
Namun Stacey tiba-tiba mendatangi Lydora dan menggandeng tangan Lydora.
"Nona Lydora, anda hari ini mau belajar dengan ibu saya ya?"
Next...
__ADS_1