Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 38 (Di revisi)


__ADS_3

Beberapa hari ini suasana kerajaan tampak tenang. Kath juga tidak mengajak Ellen ribut lagi dan justru Ellen yang gantian sering mengganggunya.


Di saat waktu senggang, Ellen sempat terpikir kastil Perron dan keluarganya. Dia juga teringat kakaknya yang belum menikah sampai sekarang dan bagaimana kabar mereka semua disana. Lagipula dia sudah tidak pulang selama sebulan dan dia begitu merindukan mereka.


Tapi ada seorang pengawal yang mengantarkan surat untuk Ellen. Surat itu berasal dari kastil Perron.


"Yang mulia, ada surat untuk anda dari kastil Perron."Ucap pengawal menyerahkan amplop itu.


"Oh, kebetulan sekali!"Ucap Ellen langsung senang dan menerima surat itu.


Dia membuka segel surat itu dan mulai membacanya.


Yth Ellenavier, putri kami yang tercinta.


Ini ibu, ibu sangat merindukanmu. Bagaimana keadaanmu disana? Kamu baik-baik saja kan? Ibu harap kamu bisa mengunjungi rumah dan menghadiri pesta pernikahan kakakmu. Ya, kakakmu akan menikah 3 hari lagi! Ibu sengaja tidak memberitahumu siapa pasangannya karena itu kejutan! Ibu harap kamu bisa mengajak yang mulia raja Aldrich beserta keluarganya untuk mampir ke rumah kita. Salam dari ibu untuk kalian semua ya.


Dari ibu.


Ellen begitu kegirangan saat membaca surat itu. Tapi dia sangat penasaran siapa pasangan kakaknya. Ada dua wanita yang diketahuinya menyukai Erick. Dia harap Erick akan memilih Maya daripada Carol. Atau jangan-jangan Erick menikah dengan wanita lain lagi?


"Argh, ibu! Kenapa ibu tidak kasih tahu siapa calon kakak iparku sih??"Ellen jadi kesal sendiri.


Ellen tidak sadar jika tingkahnya dilihat oleh sang ibu mertua.


"Ada apa Ellen?"Tanya Ratu Irene menatap aneh ke arah wanita itu.


"Eh, ibu? Ibu, ada berita bagus!"Ucap Ellen mendekati Ratu Irene begitu bersemangat.


"Ah...apa itu?"


"Kakak saya akan menikah 3 hari lagi! Ibu saya menyuruh kita untuk menghadiri pestanya di kastil!"Ucap Ellen.


"Jadi, kakakmu itu belum menikah?"Tanya Ratu Irene kaget.


Ellen menggeleng.


"Lalu siapa calon istrinya?"Tanya lagi Ratu Irene.


"Saya juga tidak tahu ibu. Ibu saya tidak mau memberitahu kita karena katanya kejutan. Ibu pasti sangat penasaran kan siapa calon istri kakak saya? Apalagi saya bu!"Ucap Ellen heboh.


Aduh, dasar anak ini...


"Jadi Kau mau kesana?"Tanya Ratu Irene.


"Tentu saja saya mau ibu! Saya sangat merindukan ibu, ayah dan kakak saya disana. Apa kita bisa pergi kesana?"Tanya Ellen penuh harapan.

__ADS_1


"Kita? Maksudmu kita semua akan pergi kesana?"


"Kalau ibu tidak keberatan Saya akan merasa sangat terhormat, tapi Saya juga tidak apa-apa pergi sendirian kalau kalian semua tidak bisa."


"Hmm...ibu bisa saja. Tapi ibu tidak tahu kalau dengan suamimu dan Kath."Ucap Ratu Irene.


"Ibu serius? Wah saya terharu!"Ucap Ellen memeluk Ratu Irene.


Ratu Irene merasa terkejut dengan tindakan Ellen. Baru kali ini ada seseorang yang memeluknya lagi setelah sekian lama. Ratu Irene melihat Ellen seperti anak kecil.


"Kamu jangan berlebihan!"Ucap Ratu Irene tersipu.


"Hehe, habisnya saya senang sekali ibu. Saya yakin kalau yang mulia raja menyetujui permintaan saya. Dan saya akan membujuk putri Kath!"Ucap Ellen antusias.


"Iya iya, pergilah sana dan bujuk Kath. Jika mereka semua setuju, kita akan pergi besok pagi."


"Baik bu."Ucap Ellen segera pergi menuju kamar Kath.


Sesampai di kamar Kath, Ellen mengetuk pintu dan mulai meneriaki namanya tanpa mempedulikan adanya tata krama istana. Bahkan para pelayan sendiri sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan permaisuri mereka. Malah mereka senang karena istana yang mereka tempati tidak sesunyi dulu.


"Tuan Putri! Tuan Putri Kath! Apa Anda ada di dalam?"Panggil Ellen sambil mengetuk pintu beberapa kali.


Aduh, wanita itu kok gangguin aku terus sih?! Jadi ini sifat aslinya?


Cklek, akhirnya Kath membukakan pintu.


"Tuan Putri Kath! Anda sengaja ya tidak mau membukakan pintu? Tega sekali Anda pada kakak ipar anda ini..."Ucap Ellen mengerucutkan bibirnya sedih.


"Kalau sudah tahu kenapa masih menggangguku! Aku sedang baca dan kau terus teriak-teriak memanggilku. Apa kau tidak punya malu sama sekali?!"Ucap Kath kesal.


"Wah adikku rajin sekali baca buku. Aku asal pakai baju tidak akan merasa malu, hohoho..."Ucap Ellen.


"Grr...kau menyebalkan sekali sih!"Ucap Kath.


"Imut deh kalau sedang marah gini..."Goda Ellen semakin menjadi-jadi.


"Kalau tidak ada hal penting, aku tutup lagi pintunya!"Ucap Kath hendak mau masuk dan menutup lagi pintu kamarnya.


"Eh, tunggu Tuan putri! Ada hal yang ingin saya sampaikan. Begini, kastil saya akan mengadakan pesta pernikahan kakak saya! Keluarga saya mengundang kalian semua untuk hadir. Apakah Anda mau ikut saya kesana? Ibu dan yang mulia Raja juga ikut."Ucap Ellen.


"Tidak."Ucap Kath singkat dan hendak menutup kamarnya lagi.


"Tunggu Tuan putri! Masa anda tidak mau? Waktu pesta pernikahan saya saja anda waktu itu tidak datang. Yah, saya tahu sih waktu itu anda masih benci pada saya..."Ucap Ellen sedih.


"Memangnya kapan aku bilang menyukaimu? Jangan narsis mentang-mentang aku memperlakukanmu baik."Ucap Kath.

__ADS_1


"Cih, tuan putri tidak seru."Ucap Ellen cemberut.


"Tidak seru? Kau pikir aku ini mainan hah!"Kesabaran Kath sudah mau habis.


"Bukan begitu Tuan putri, itu hanya perumpamaan. Ya sudah kalau tuan putri tidak mau, tidak apa-apa. Tapi akan sangat disayangan jika putri tidak ikut karena di tempat saya ada mengadakan pesta kembang api."Ucap Ellen.


Pesta kembang api? Aku ingin sekali melihat kembang api! Dari dulu aku tidak pernah diizinkan untuk melihatnya...


"Bagaimana tuan Putri? Masih belum berubah pikiran? Anda benar-benar tidak mau ikut?"Tanya lagi Ellen.


Wanita ini kok tahu saja sih aku belum pernah lihat kembang api...


Kath diam sejenak berseteru dengan hati dan pikirannya. Tapi keinginan hatinya jauh lebih kuat daripada pikiran, jadi dia memutuskan untuk ikut.


"Oke, aku ikut! Sudah kan? Kututup ya."Ucap Kath hendak cepat-cepat menutup pintu.


"Ah kalau begitu--"


Brak! Kath dengan cepat menutup pintu kamarnya dengan rapat.


"saya hanya ingin beritahu kalau kita akan berangkat besok pagi Tuan Putri!"Ucap Ellen namun Kath tidak menyahutnya.


Ellen pun pergi karena tugasnya sudah selesai. Sekarang dia mencari suaminya untuk membicarakan undangan pesta pernikahan itu.


****


"Yang mulia Raja, apa Anda sedang sibuk?"Tanya Ellen sopan.


"Kenapa?"Tanya balik Aldrich yang sedang menulis sesuatu di mejanya.


"Itu...saya ingin--"


Tiba-tiba Aldrich menjentikkan jarinya supaya Ellen mendekat ke arahnya. Ellen dengan nurut berjalan mendekat ke Raja. Aldrich menarik tangan Ellen dan wanita itu terjatuh dipangkuannya.


Kau suka sekali ya aku menduduki pahamu?


"Katakan."Ucap Aldrich.


Ellen pun menjelaskan semuanya dan membujuk Sang raja untuk menghadiri pesta pernikahan kakaknya.


"Ya sudah, kita pergi besok pagi."Jawab Aldrich biasa.


"Terima kasih yang mulia!"


Bersambung. (Makasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)

__ADS_1


__ADS_2