Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 26


__ADS_3

Carol pun cepat-cepat keluar dari kamar Lydora dan menutup pintunya seperti semula. Setelah itu Carol kembali berjalan normal menuju kamarnya.


Saat itu pas sekali Lydora baru sampai dan dia heran saat melihat Carol yang sedang berjalan di lorong seolah baru saja masuk ke kamarnya.


Lydora kemudian segera masuk ke dalam kamarnya dan dia sempat memeriksa tidak ada yang mencurigakan di dalam ruangan itu.


Entah kenapa perasaanku semakin tidak enak.


Lydora terus merasa gelisah apalagi hampir seharian ini dia terus kepikiran tentang buku biru yang ingin di cari oleh Yohannes.


Lydora kemudian memeriksa laci meja belajarnya dan dia sungguh kaget saat melihat sebuah buku biru yang tidak asing terletak di laci tersebut.


"Apa-apaan ini?! Ini buku biru itu kan? Kenapa buku ini ada di dalam laci meja belajarku?! Ah...sudah kuduga kalau Nona Carol baru saja masuk ke dalam kamarku tadi. Dia pasti sengaja melakukannya karena tidak mau disalahkan kan? Dasar licik! Sebelum datang kesalahpahaman yang lebih besar, lebih baik aku berikan buku ini kepada Yang mulia baginda Ratu! Jika aku langsung memberikannya kepada Pangeran, dia pasti akan mencurigaiku."


"Yah, tapi aku juga tidak berani memberikannya kepada Yang mulia baginda Ratu, tapi karena dia yang paling baik padaku, jadi aku sebaiknya berikan buku ini padanya."


Lydora akhirnya sudah memutuskan dan dia pun segera mendatangi kediaman Ratu Edna.


Sementara itu di kediaman Nyonya Bella dan Stacey, kedua ibu dan anak itu sedang di suasana hati yang sangat gelisah.


"Bagaimana ibu bisa dengan cerobohnya memberikan buku itu begitu saja kepada Nona Carol?! Sekarang bagaimana nasib kita ibu?!"Tanya Stacey yang sangat panik.


"Ibu tahu! Gadis itu memang sangat licik! Dia menggunakan kesempatan itu di saat ada orang lain. Jika ibu tidak memberikan buku itu, Lydora pasti akan mencurigai ibu! Kau tidak tahu betapa sulitnya situasi ibu hah?!"Balas Nyonya Bella yang menjadi kesal.


"Ck, menyebalkan sekali. Kenapa kita selalu mendapat kesialan dan ketidakadilan begini? Padahal jelas-jelas kita juga termasuk bagian keluarga kerajaan kan ibu?"Gumam Stacey frustasi.


"Kau diamlah dulu, Stacey. Ibu sedang pusing nih!"Ucap Nyonya Bella sambil memijit pelipisnya.


Kembali di tempat Lydora, gadis itu berjalan tergesa-gesa menuju tempat Sang Ratu berada. Dan kata seorang pelayan, sang Ratu sedang berada di kamar bersama Raja Peter yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur.

__ADS_1


Lydora lalu mengetuk pintu. "Siapa?"Tanya Ratu Edna.


"Ini saya Lydora, yang mulia baginda Ratu."Jawab Lydora.


"Oh, pelayan bukakan pintu dan persilahkan Nona Lydora untuk masuk."Pinta Ratu Edna kepada seorang pelayan yang ada di dalam ruangan itu.


"Baik, Yang mulia."


Pelayan itu segera membukakan pintu dan mempersilahkan Lydora untuk masuk. Lydora dengan sedikit gugup pun mulai berjalan masuk.


Apa tidak apa-apa aku masuk ke kamar sang Raja seperti ini?


"Lydora, ayo mendekatlah kemari. Kau tidak perlu takut. Sekalian kau juga bisa lihat Ayah mertuamu yang sedang sakit."Ucap Ratu Edna yang peka.


"Eh, baik Yang mulia..."


Lydora berjalan mendekat dan bisa melihat Raja Peter yang sedang terbaring tidak berdaya. Wajahnya pucat dan penuh keringat. Badannya juga semakin kurus. Entah kenapa baru sebentar saja melihat kondisi Raja Peter, langsung membuat kedua mata Lydora berkaca-kaca merasa tidak tega.


"Halo nak Lydora. Ternyata yang dikatakan istriku benar kalau kau gadis yang sangat cantik. Kurasa kau memang benar-benar pantas untuk putraku."Ucap Raja Peter tersenyum tulus.


"Ah...begitu ya yang mulia..."Lydora menjadi sedikit canggung dan tersipu.


"Kau gadis yang cukup kuat bertahan karena sudah menyukai putraku dengan cukup lama. Padahal sebenarnya putraku itu sikapnya sangat jelek dan dia sungguh keras kepala. Aku jadi penasaran apa yang membuatmu suka kepada putraku."Ucap Raja Peter.


*Aduh, yang mulia Raja kenapa menanyakan hal yang sama seperti anaknya sih? Sebaiknya aku ngomong apa adanya saja deh. Sedikit karangan boleh juga...?


Tapi niatku kesini sebelumnya kan untuk menjelaskan tentang buku yang kubawa ini. Kenapa malah harus bahas tentang ini? T_T*


"Ah, saya menyukai yang mulia pangeran karena...dia tampan, hehe. B-bukan itu saja, tapi saya sendiri juga salut kalau Yang mulia pangeran sudah menyukai Ratu Ellen selama bertahun-tahun lebih lama dari saya. Sejak saat itu...saya baru bisa percaya bahwa yang mulia pangeran adalah sosok pria sejati yang setia dengan pasangannya. Jadi ya...begitulah."Ucap Lydora yang wajahnya sudah semerah tomat menahan malu dengan jawaban yang dia punya.

__ADS_1


Raja Peter dan Ratu Edna hanya saling melongo ke arah Lydora. Lydora yang diperhatikan seperti itu menjadi kebingungan dengan ekspresi Raja dan Ratu itu.


Eh, apa aku salah bicara? Apa mereka mengira aku ini aneh? Kurasa begitu karena aku kan cuma mengarang! T_T


"Lydora, aku tidak sangka ternyata hanya karena kau melihat dari sisi itu kau langsung jatuh hati kepada putra kami."Ucap Ratu Edna akhirnya membuka suara.


Ah, sudah kuduga mereka akan menganggap ucapanku ini aneh...


"Aku pun begitu. Aku juga kaget jika kau menyukai Putra kami dengan alasan yang begitu sederhana. Biasanya jika kami bertanya pada Nona bangsawan yang lain, mereka pasti akan menjawab selain ketampanan Yohan, mereka juga memandang kekuasaan dan status yang Yohan punya. Tapi jawabanmu lain sendiri dari pada yang lain."Ucap Raja Peter merasa kagum.


"Ehh, be-benarkah?"Tanya Lydora yang balik terkejut.


Mereka berdua hanya tertawa dengan ekspresi polos yang ditunjukkan Lydora. Kini mereka semakin percaya jika Lyodra sungguh gadis yang berhati baik dan tulus.


"Oh ya, kami hampir lupa menanyakan soal kamu. Apa kamu ada perlu dengan kami, Lydora?"Tanya Ratu Edna akhirnya.


Lyodra sempat menelan salivanya. "Benar. Saya ingin menjelaskan tentang ini dan memberikannya langsung kepada yang mulia..."


Ratu Edna dan Raja Peter sama-sama kaget dengan Lyodra yang menunjukkan buku biru yang dibawanya.


"Eh, buku itu kenapa bisa ada di tanganmu Lyodra?"Tanya Raja Peter.


"Sebelum itu, tolong jangan salah paham dulu dengan saya dan tolong percaya pada saya. Saya akan menjelaskan bagaimana buku ini akhirnya sampai di tangan saya, yang mulia."Ucap Lydora.


"Baik...jelaskanlah."Ucap Raja Peter.


Lyodra pun mulai menjelaskan dari awal dia menyaksikan buku biru itu sampai selesai. Ratu Edna dan Raja Peter hanya bisa merasa sangat terkejut dengan penjelasan Lyodra yang sulit mereka percaya.


"Begitulah ceritanya Yang mulia. Saya berani bersumpah jika saya tidak mengarangnya. Saya yakin seratus persen kalau yang mulia pangeran pasti sudah menanyakan hal ini kepada Nona Carol. Dan yang saya khawatirkan Nona Carol sengaja ingin saya yang disalahkan. Saya mohon tolong percaya kepada saya, yang mulia baginda Raja..."Ucap Lyodra terlihat jujur.

__ADS_1


Raja Peter sempat diam sejenak. Dan kini dia merasa sangat marah dan kecewa dengan perbuatan Nyonya Bella terutama Carol yang sudah berani mengkhianati kepercayaannya.


"Istriku, kau harus mengurus mereka berdua. Aku hanya bisa mengandalkanmu. Kumohon berikan mereka hukuman yang sepantasnya."Ucap Raja Peter.


__ADS_2