Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 67


__ADS_3

"Yang mulia Ratu hanya mengalami masuk angin dan kurang tidur. Anda sebaiknya harus tidur tepat waktu dan menjaga kesehatan anda agar anda bisa segera hamil yang mulia Ratu."Ucap Dokter pribadi istana setelah selesai memeriksa Lydora.


"Baik...terima kasih, dokter."Ucap Lydora. Dia menoleh ke arah suaminya yang melamun seperti kecewa. Terlihat sekali dari raut wajah Yohannes yang dikecewakan karena Lydora belum hamil juga.


Lydora sempat bertanya-tanya dan mulai overthinking apakah penyihir Morse itu membohonginya soal kutukan. Tapi dia tidak mau berpikiran buruk seperti itu kepada penyihir Morse yang sudah memberikannya kesempatan kehidupan kedua.


Dokter itu lalu meresepkan obat setelah itu pergi meninggalkan kedua pasutri itu. "Yohannes, maaf..."Ucap Lydora menjadi sedih.


"Kenapa minta maaf?"Tanya Yohannes malah bingung.


"Aku...belum bisa memberikanmu keturunan. Aku tahu kalau kamu sangat menginginkannya begitu juga denganku. Dan penerus itu sangat penting. Dan kalau aku misalnya belum juga mendapatkan anak...kamu sebaiknya..."


"Sebaiknya apa? Jangan bicara sembarangan Lydora. Aku sekalipun tidak pernah berpikir untuk meninggalkan atau menduakanmu, jadi jangan berpikir yang macam-macam dan dengarkan saja nasihat dokter itu. Lagipula kita masih bisa terus berusaha karena kita masih muda. Dulu mendiang ayahku juga pernah bilang saat mendapatkanku butuh waktu yang lama. Ayah sampai tidak yakin apakah mereka bisa punya anak, tapi keajaiban akhirnya datang. Setengah tahun kemudian aku lahir, begitu kata ayah."Ucap Yohannes bermaksud menghibur istrinya.


Lydora masih berwajah sedih dan kekhawatiran terus berlanjut dipikirannya. Yohannes bisa menyadarinya dan dia mendekati istrinya itu untuk mengelus kepala Lydora. Cup. Yohannes mengecup puncak kepala Lydora.


"Sudah tidak apa-apa. Tuhan belum memberikan rezeki untuk kita. Kita hanya perlu bersabar dan berusaha. Aku percaya kalau suatu hari seorang penerus akan segera datang ke rahimmu."Ucap Yohannes sambil membelai rambut Lydora yang sudah mulai panjang itu.


"Iya, terima kasih suamiku. Kamu tahu, aku sangat beruntung memilikimu."Ucap Lydora terharu.


"Tidak, akulah yang beruntung memilikimu. Dulu waktu pertemuan pertama saja denganmu aku sudah bersikap kasar padamu tapi kau tetap baik padaku. Kau tidak pernah melakukan balas dendam kepadaku. Tapi saat kau hendak pergi waktu itu, aku tidak rela. Dulu aku tidak tahu kenapa, tapi mungkin itulah yang disebut dengan rasa cinta."Ucap Yohannes.


"Ah...tapi bukankah kamu membenciku karena ada alasannya? Kamu sering mendengar rumor soal diriku yang wanita penggoda. Memamerkan kekayaan orang tuanya dan memiliki temperamen yang buruk. Dulu kamu juga sempat mengiraku wanita penggoda yang berkencan dengan 6 pria sekaligus kan."

__ADS_1


Yohannes terdiam sejenak. "Yah namanya juga rumor. Tidak semua rumor itu benar sampai kita sendiri yang menyaksikan fakta yang terjadi. Tapi fakta yang kulihat tidak seperti itu. Sifatmu sangat jauh dari yang orang-orang katakan walau dulu sebelumnya kau terlihat mengejar-ngejarku karena kau bilang aku cinta pertamamu."Balas Yohannes.


"Pasti dulu kau menganggapku wanita aneh yang tergila-gila dengan pria. Dulu aku juga tidak mengerti kenapa aku seperti itu. Sungguh memalukan!"Ucap Lydora menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Tidak, itu tidak memalukan. Aku malah salut karena itu dinamakan seorang pemberani. Lagipula aku dulu tidak pernah sempat untuk bertemu denganmu dan kau pun begitu. Kau hanya mengirimkan surat setiap minggunya dan maaf...sebagian surat tidak sempat kubaca karena sibuk..."Balas Yohannes merasa tidak enak.


"Ah...haha tidak apa suamiku. Lagipula itu hanya masa lalu. Aku bahkan sudah tidak mengingatnya lagi. Yang penting kita sudah bersama sekarang, ya kan?"


"Iya. Tunggu sebentar, beberapa surat yang kau kirim sebagian masih kusimpan."


"A-apa?"


Yohannes mencari ke laci meja kerjanya dan mengeluarkan begitu banyak tumpukan surat. Tapi dia hanya mencari surat dengan tulisan nama Lydora. Dan Yohannes hanya menemukan 2 surat di laci mejanya.


Yohannes pun mengambilnya dan menyodorkannya di hadapan istrinya itu. "Ini. Dua surat darimu dengan amplop berwarna merah muda."


"Apa perlu aku bacakan?"Tanya Yohannes.


"Eh, tidak perlu. Sini biar aku saja yang baca sendiri."Ucap Lydora.


"Bukankah aneh jika kau membaca surat yang kau tulis sendiri?"Tanya lagi Yohannes.


Lydora jadi semakin gugup. Dia tidak tahu apa-apa soal surat itu dan Yohannes sendiri belum pernah menyinggung soal surat.

__ADS_1


Bagaimana aku bisa tahu kalau Lydora ini mengirim surat pada Yohannes! Ugh aku jadi takut dia menyadari sesuatu yang aneh padaku.


"A-aku malu jika kau membacakannya. Tidak apa-apa aku saja yang membacanya, sungguh."Ucap Lydora lalu hendak merebut surat itu dari tangan Yohannes namun Yohannes menggeser tangannya.


"Kenapa harus malu? Setahuku kau tidak seperti ini dan sangat percaya diri. Kau bahkan menulis bahwa kau sangat berharap aku membacakan surat ini dengan suara yang keras agar kau percaya bahwa cintamu sudah terbalas sebagai bukti."Ucap Yohannes.


A-aku begitu? Ah bukan, ini perbuatan Lydora! Bukan aku!


Lydora membeku. Dia tidak punya pilihan lain dan akhirnya menyerah membiarkan suaminya itu melakuka apa yang dia mau.


"Untuk pangeran Yohannes tercinta. Ini saya lagi, Lydora Sylvainn. Bagaimana kabar anda hari ini? Apa anda sudah menerima kue yang saya buat? Kue itu rasanya enak sekali lho, percayalah pada saya. Saya membuatnya dengan penuh cinta. Saya harap anda tidak membuangnya karena jika buang-buang makanan, anda akan dapat dosa lho. Saya sudah menyukai anda sejak lama. Anda adalah seorang pangeran yang sangat tampan yang pernah saya temui. Anda telah membuat jantung saya berdetak dengan kencang saat saya selalu melihat anda meskipun hanya dari kejauhan. Saya tahu saya tidak pantas menulis surat semacam ini untuk anda dan saya tahu anda belum bisa melupakan cinta pertama anda. Itu sangat sulit dan saya paham betul akan rasanya. Saya sendiri tidak bisa membayangkan jika anda bersama dengan wanita lain. Saya tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati anda. Tunggu perjuangan dari saya! Salam hangat dari wanita yang sedang jatuh cinta, Lydora Sylvainn."


Ketika Yohannes selesai membaca semua isi suratnya, Lydora merasa merinding. Antara geli atau mual karena isi dari surat itu sangat berlebihan dan norak.


Ya Tuhan, aku jadi semakin penasaran dengan sifat Lydora ini. Dia sungguh wanita yang tidak tahu malu! Apa memang setiap orang yang sedang jatuh cinta di jaman dulu menulis kata-kata dengan norak seperti itu?!


"Apa kau mau aku bacakan surat kedua? Itu surat yang entah kau kirim keberapa kalinya. Dan seingatku ada tulisan kau menyuruhku untuk membacakannya dengan keras."Tanya Yohannes.


"Tidak perlu! Satu surat saja sudah cukup. Jujur saja aku benar-benar malu saat ini. Mungkin dulu aku sangat buta cinta jadi sampai menulis dengan kata-kata seperti itu..."


"Benarkah? Jadi sekarang kau tidak buta cinta lagi?"Tanya Yohannes dengan nada yang berat.


Hah?

__ADS_1


"Aku tahu kau dulu sangat menyukaiku Lydora. Tapi bagaimana dengan sekarang? Apa perasaan cintamu masih sama kepadaku?"Tanya Yohannes memastikan.


Next....


__ADS_2