Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 42 (Di revisi)


__ADS_3

Setelah acara yang menyejukkan mata itu, mereka berlima pun bersiap untuk pulang meskipun Ellen dan Kath masih belum ingin kembali. Tapi janji tetaplah janji yang harus ditepati.


Di perjalanan, rasa menyenangkan itu membuat Ellen kelelahan. Dia tanpa sadar ketiduran di dalam kereta kuda.


Sesampai di kastil, Aldrich tadinya berencana untuk membangunkan istrinya itu. Namun dia melihat Ellen yang tidur nyenyak seperti bayi. Aldrich kemudian mengangkat tubuh Ellen dan menggendongnya.


Semua orang melihat ke arah Aldrich yang membawa Ellen yang sedang tidur. Semua orang merasa senang karena putri mereka diperlakukan romantis oleh sang Raja.


Sesampai di kamar, Aldrich membaringkan Ellen di atas ranjang dan memanggil pelayan untuk membersihkan istrinya itu.


Setelah selesai, Aldrich ikut berbaring dan memandangi istrinya yang masih tidur lelap. Dia kemudian memeluk Ellen dengan erat seolah untuk memuaskan rasa rindunya.


****


Keesokan paginya, Ellen membuka matanya dan merasakan ada tangan yang memeluk dirinya begitu erat. Malam itu benar-benar sangat membahagiakan. Dia tidak sadar jika begitu terbangun sudah di dalam kamar saja bersama suaminya itu.


Ini jelas-jelas bukan mimpi. Ini di kamarku. Siapa yang membawaku sampai ke kamar? Apa dia? Aku hampir lupa. Hari ini kan hari pernikahan kakak!


Ellen dengan cepat menggeser tubuhnya dan mengangkat tangan Aldrich yang membuatnya terbangun.


"Kau mau kemana?"Tanya Aldrich masih setengah membuka mata.


"Ah maaf yang mulia, hari ini pesta pernikahan kakak saya yang akan dimulai. Kita harus bersiap-siap sekarang. Kalau begitu saya mandi dulu baru anda, Anda bisa melanjutkan tidurnya."Ucap Ellen kemudian beranjak dari ranjang, namun tangannya di tarik oleh Aldrich.


"Tunggu. Sebelum itu kau harus melayani aku dulu. Aku besok akan pergi ke luar kota selama seminggu atau mungkin lebih."


Apa?!


"Tapi yang mulia...!"


Belum selesai bicara Aldrich sudah menyerangnya dan Ellen terpaksa menghabiskan energinya lagi di ranjang. Entah kenapa hari ini sang Raja begitu manja dan mereka bahkan melakukannya lagi di kamar mandi.


Sementara orang-orang yang sedang menunggu di luar bertanya-tanya. Namun ada sebagian juga yang sudah paham apa yang membuat pasutri itu begitu lama.


"Ck, ibu kenapa mereka berdua lama sekali?! Apa yang mereka lakukan sampai sebegitu lama?!"Tanya Kath kesal.


"Diamlah Kath. Nanti kau juga akan tahu setelah menikah."Ucap Ratu Irene.

__ADS_1


Cih, jawabannya pasti itu-itu saja, bagaimana aku bisa tahu apa yang dilakukan orang-orang setelah menikah!


Dua jam kemudian, kedua pasutri itu akhirnya keluar dari kamar. Ellen merasa begitu malu sementara Aldrich benar-benar tidak punya malu.


Ellen dari semalam belum melihat Maya. Dia begitu penasaran kemana gadis itu pergi.


"Ibu, dari semalam aku belum ada lihat Maya. Kemana dia bu?"Tanya Ellen kepada Nyonya Ziane.


"Nanti kau juga akan tahu."Jawab Nyonya Ziane.


Ellen pun semakin penasaran. Hal apapun yang ditanyanya pasti rahasia melulu dan dia semakin kesal dengan hal itu.


Acara pernikahan yang lumayan megah itu pun dimulai juga. Disana Erick sudah berdiri di pelaminan dengan tuxedo putih yang menunjukkan keelegannya. Benar-benar tampan. Para tamu juga sudah duduk di bangku yang sudah disediakan.


Tak lama ada kereta kuda muncul berhias renda. Seseorang kemudian membantu seorang wanita dengan balutan gaun pengantin turun dari kereta kuda. Ellen begitu emosi sebab wanita itu menggunakan tudung yang menutupi wajahnya.


Dasar orang-orang ini suka sekali dengan kejutan ya...


Erick tampak gugup sekaligus senang saat wanita itu berjalan menuju ke arahnya. Setelah wanita itu sampai, Erick kemudian membuka tudung wanita itu perlahan yang mulai menampakkan wajahnya.


Semua orang benar-benar greget untuk melihat wajah wanita itu. Dan Ellen pun membulatkan matanya saat sudah melihat Maya yang ternyata akan menjadi kakak iparnya.


Ellen begitu terharu sekaligus merasa bangga. Semuanya bertepuk tangan dengan meriah dan bersorak. Dan dari semua tamu, Ellen lah yang paling bersemangat.


Setelah acara panjang yang membahagiakan itu, Ellen dengan senangnya menghampiri kedua pengantin baru itu dan memeluk Maya.


"Yang mulia permaisuri...!"Ucap Maya kaget.


"Pantas saja dari semalam apa yang membuatku begitu penasaran. Jadi ini ya kejutannya."Ucap Ellen sambil melirik ke Erick.


"Kenapa? Bukankah kau senang melihat kejutannya?"


"Hehe, aku senang sekali kak! Aku tidak sangka jika kalian akhirnya menikah juga!"


"Tidak, seharusnya saya lah yang senang dan mengucapkan terima kasih untuk anda dan juga Erick..."Ucap Maya sambil menitikkan air mata kebahagiaan.


Erick kemudian memeluk Maya dan mengecup keningnya. Ellen yang disana pun jadi nyengir melihat kedua pasangan itu.

__ADS_1


"Dan selamat ya Maya, sekarang kau sudah menjadi istri Duke yakni menjadi Duchess!"


"Iya yang mulia, terima kasih!"


"Oh iya, aku penasaran bagaimana kalian bisa pada akhirnya menikah? Kalian berhasil melakukannya tanpa sepengetahuanku karena aku sudah tidak tinggal disini lagi. Bisakah kalian ceritakan semuanya?"Tanya Ellen.


"Begini, waktu itu aku sudah menolak pernyataan cinta nona Carol. Aku sadar jika aku ternyata cuma mengaguminya saja, bukan berarti aku jatuh hati kepadanya. Dan aku lebih merasa nyaman ketika bersama Maya. Tadinya aku takut untuk mengatakannya pada ibu. Tapi siapa sangka bahwa ibu akan setuju. Lalu kami pun berpikir untuk langsung menikah saja." Ucap Erick.


"Wah, cerita kalian begitu mulus ya. Aku turut senang mendengarnya."


Erick hampir lupa jika adiknya dipaksa untuk menikah dan dia jadi merasa bersalah. Dia merasa khawatir dengan apa yang selama ini adiknya jalani di kehidupan barunya.


"Bagaimana denganmu sendiri Ellen? Maaf aku tidak sempat menanyakan tentang kehidupan pernikahanmu. Katakan saja semuanya dengan jujur."Ucap Erick.


Ellen kaget namun dia tiba-tiba tersenyum senang.


"Aku baik-baik saja kok kak. Kakak tidak perlu khawatir dan aku jujur mengatakannya. Yang mulia raja dan keluarganya memperlakukanku dengan sangat baik."Ucap Ellen dengan tulus.


"Benarkah? Syukurlah."Ucap Erick lega dan Maya yang mendengarkan juga ikut lega.


"Ya sudah kalau begitu aku masuk dulu ya kak."Ucap Ellen.


Kedua pasangan itu mengangguk dan Ellen segera berjalan masuk ke dalam kastil. Dia masuk ke kamarnya dan melihat suaminya yang sedang sibuk mengemas barang-barangnya.


"Yang mulia...anda akan membawa barang sebanyak ini?"Tanya Ellen.


Aldrich mengangguk. "Ini perlengkapan untuk seminggu lebih. Besok subuh aku akan berangkat."


"Um...yang mulia, selama anda pergi bolehkah saya tinggal disini?"Tanya Ellen.


"Kenapa? Kau tidak suka tinggal di istana?"Tanya balik Aldrich.


"Tidak, bukan begitu. Saya hanya merasa bosan kalau hanya di istana. Tapi disini saya memiliki banyak teman."Ucap Ellen.


Jadi kau ingin berbincang-bincang dengan pangeranmu itu hah? Dia mau selingkuh ya?


"Tidak bisa. Kau lupa kalau kau itu permaisuri? Meskipun aku besok tidak ada, kau harus menggantikan pekerjaanku, kau mengerti?"Ucap Aldrich.

__ADS_1


"Ah, baik yang mulia, saya mengerti."Ucap Ellen sedikit sebal.


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)


__ADS_2