
Pria itu pun membantu Lydora berdiri. Dia mengangkat Lydora pelan-pelan karena Lydora sendiri tidak bisa berdiri karena gaunnya yang menjadi berat karena basah.
"T-terima kasih...tuan."Ucap Lydora.
"Jangan sungkan. Anda harus lebih berhati-hati lain kali karena jalannya licin disini Nona."Ucap pria itu memperingati.
"Ah, ya. Lain kali saya akan lebih berhati-hati. Sekali lagi terima kasih atas pertolongan anda Tuan. Saya tadi sedang tidak fokus..."Ucap Lydora lagi.
"Tidak apa-apa. Sepertinya Nona memang sedang punya banyak beban pikiran. Walau kita baru pertama kali bertemu hari ini, saya bersedia untuk mendengar keluh kesah anda. Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Luke Damien. Senang bertemu dengan anda, nona Lydora yang cantik."Ucap Luke sambil mencium tangan Lydora sebagai penghormatan.
"Eh? Anda tahu nama saya?"Tanya Lydora kaget.
"Tentu saja. Nona Lydora yang dikenal kecantikannya di ibukota Dandelion ini. Seorang wanita keturunan bangsawan terkaya dan termakmur. Saya tidak sangka anda akan berada disini sendirian. Dimana pengawal anda Nona?"Tanya Luke.
"Ah, saya tidak membawa pengawal. Saya hanya bersama dengan tuan kusir. Tadi katanya dia mau membeli makanan bebek."Ucap Lydora.
"Oh begitu? Saya tidak menyangka anda akan terlihat lembut seperti ini. Saya bukannya bermaksud tidak sopan, tapi sifat anda terlihat jauh dari rumor yang dikatakan."Ucap Luke yang membuat Lydora tersentak.
"Bisakah anda mengatakannya dengan jujur? Sebenarnya rumor apa yang dibicarakan orang-orang tentang saya?"Tanya Lydora mulai tidak sabar.
"Jadi anda belum tahu?"Tanya Luke balik dengan kaget.
Lydora menggeleng. Luke pun melirik ke kanan ke kiri takut jika ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Rumornya, orang-orang menilai sifat anda yang buruk. Anda suka merendahkan orang lain dan memamerkan kekayaan anda pada orang lain. Anda juga dirumorkan suka menyiksa para pelayan yang dipekerjakan di tempat anda. Saya rasa...itu saja?"Ucap Luke.
Lydora berekspresi takut. Dia tidak sangka jika sifat Lydora lebih parah dari yang dipikirkannya. Merendahkan orang lain dan menyiksa para pelayan adalah hal yang paling tercela.
"Be-begitu ya? Saya benar-benar jahat. Saya sudah membuat banyak orang sakit hati dengan perbuatan saya. Saya sangat menyesalinya. Lalu bagaimana saya harus meminta maaf kepada semua orang dan menebus kesalahan saya Tuan Luke?"
Luke hanya memandangi wajah Lydora dengan terkejut.
"Jadi anda benar-benar ingin meminta maaf? Anda sepertinya memang sudah berubah ya."Ucap Luke.
__ADS_1
"Iya, saya tidak ingin menjadi nona yang dikenal buruk lagi. Saya akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan saya dengan pantas."Ucap Lydora serius.
"Hmm, kalau begitu anda harus meminta maaf pada mereka yang sudah anda sakiti. Temui mereka secara langsung dan minta maaf dengan tulus. Anda tidak perlu memberikan sesuatu yang berlebihan sebagai permintaan maaf karena mereka sendiri juga belum tentu sifatnya baik. Hanya itu yang bisa saya sarankan kepada anda."Ucap Luke.
"Begitu ya? Baiklah, terima kasih banyak Tuan Luke. Saya akan melakukan sesuai saran anda."Ucap Lydora tersenyum cerah.
"Sama-sama..."Luke sedikit tersipu dengan senyuman Lydora yang begitu manis.
Di sela-sela itu, Yohannes tidak sengaja melihat seorang gadis yang baru saja ditemuinya tadi siang. Anehnya dia masih mengingat rupa gadis itu terutama rambut merahnya yang sangat mencolok. Dia memperhatikan jika Lydora sedang berbincang-bincang dengan seorang pria. Terlihat Lydora sangat bahagia dengan dengan pria itu apalagi suasana mereka terlihat seperti sedang berkencan.
Cih, apa-apaan dia? Pantas saja dia tenang-tenang saja tadi pagi. Ternyata ini alasannya. Aku sih tidak peduli. Untung aku segera mengusirnya tadi.
Yohannes segera membuang muka dan melanjutkan kepergiannya ke suatu tempat.
Lydora merasakan baru saja ada orang lain yang lewat.
Aneh, mengapa aku tadi seperti baru melihat ada orang disana ya? Apa cuma perasaanku saja?
"Ada apa Nona? Apa ada sesuatu yang anda lihat?"Tanya Luke berusaha melihat-lihat apa yang dicari Lydora.
"Ah, begitu ya."Luke jadi penasaran apa yang baru saja lewat tadi. Dia juga merasa ada orang lain yang baru mengawasi mereka berdua. Tak lama itu si Tuan kusir datang dengan tergesa-gesa.
"Saya kembali Nona! Maaf saya lama, Nona! Ini makanan bebeknya..."Ucap Tuan kusir itu dengan napas ngos-ngosan.
"Eh, tidak apa-apa...dimana anda membelinya?"Tanya Lydora.
"Saya membelinya di pasar yang kita lewati tadi."Jawab Tuan kusir.
"Apa? Tapi itu tempatnya kan cukup jauh. Kenapa anda tdak pakai kereta kudanya saja, tuan?"Tanya Lydora terlihat cemas.
Kecemasan itu diam-diam diperhatikan oleh Luke.
"Saya tidak mungkin melakukan itu Nona! Saya tidak mungkin meninggalkan Anda tanpa kereta kuda disini meskipun saya hanya pergi sebentar."Ucap Tuan kusir itu.
__ADS_1
"Ah, baiklah. Kalau begitu sini berikan makanan bebeknya."Pinta Lydora.
"Ini Nona."Si Tuan kusir segera memberikan makanan bebek kepada Lydora. Lydora pun berjalan mendekat ke arah kolam lagi dan kali ini dia lebih berhati-hati. Dia mulai membuka makanan bebek itu dan melemparkan makanannya ke arah para bebek.
Para bebek yang sedang berenang itu pun langsung berebutan makanan.
"Nona Lydora, anda sebaiknya jangan habiskan semua makanannya. Takut jika airnya bisa tercemar."Ucap Luke yang ikut melihat.
"Oh, baiklah."
Setelah memberikan para bebek itu makan, Lydora berencana untuk kembali pulang. Keluarganya pasti sudah menunggunya.
"Kalau begitu saya sudah harus kembali Tuan Luke. Terima kasih atas bantuan anda. Saya pasti akan membalas kebaikan anda."Ucap Lydora pamit sambil tersenyum lebar.
"Anda tidak perlu sungkan. Sudah menjadi kewajiban saya membantu sesama. Oh ya Nona, Anda harus ingat saya dan nama saya Nona karena suatu hari kita akan bertemu lagi."Ucap Luke tersenyum.
"Oh baiklah. Saya pasti akan mengingat anda."Balas Lydora.
Akhirnya Lydora kembali pulang ke rumahnya. Dia merasa gugup jika kedua orang tuanya mulai mempertanyakan dirinya.
Baru saja hendak masuk ke dalam rumah, sang ibu sudah muncul mengagetkan Lydora. Di sebelahnya Luna, sahabatnya juga muncul.
"Lydora, akhirnya kau pulang juga! Apakah pertemuan kalian berjalan lancar? Sepertinya kalian menikmati waktu kalian dengan baik ya?"Tanya Nyonya Rosetta langsung to the point.
Lydora merasa bingung. Haruskah dia mengatakan kejujuran saja? Lydora merasa tidak tega saat melihat ibunya yang sudah terlihat senang dan berharap. Tapi jika dia berbohong, itu akan jauh lebih masalah.
"Sebenarnya...tidak."Jawab Lydora dengan wajah datar.
"Apa?"Nyonya Rosetta terlihat sangat shock begitu juga dengan Luna.
"Mau bagaimana lagi. Pangeran Yohannes sangat dingin padaku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi..."Ucapan Lydora tiba-tiba terputus.
"Tapi apa?!"Tanya Luna yang juga ikut penasaran.
__ADS_1
"Sang baginda Ratu memohon padaku untuk memberikan mereka kesempatan kedua. Sang baginda Ratu terlihat menyukaiku dan beliau sangat berharap aku bisa berjodoh dengan putranya."Ucap Lydora melanjutkan. Tapi dari ekspresinya, dia terlihat malas untuk menanggapinya.
Next...