Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 22 (Di revisi)


__ADS_3

"Ibu! Ada apa dengan kak Rich? Kenapa dia kelihatan memperlakukan wanita itu dengan baik?"Ucap Kath sebal.


"Jangan mulai lagi Kath. Namanya juga istrinya."Ucap Ratu Irene merasa pusing.


"Tapi bukankah Kak Rich pernah bilang bahwa dia tidak menyukai wanita itu?"Ucap Kath lagi.


"Entahlah, ibu tidak tahu! Lebih baik kau temani Anna sana."Ucap Ratu Irene.


Kath langsung kesal sebab ibunya sepertinya tidak terlalu mendukungnya. Dan dia paham bahwa ibunya juga takut pada putranya.


Kath berjalan menuju kamar tamu dimana Anna sedang berada disana. Saat sampai, dia melihat Anna yang sedang termenung sedih.


Aih, kasihan sekali kak Anna. Padahal dia sudah terlalu lama memendam perasaannya itu.


"Kak Anna! Sedang apa?"Tanya Kath ceria.


"Oh, putri Kath? Saya sedang duduk saja Putri."Ucap Anna.


"Kakak pasti sedih sekali ya karena kakakku pada akhirnya tidak memilih kakak. Mungkin dia punya alasan mengapa dia memilih wanita miskin itu."Ucap Kath.


"Saya tidak apa-apa kok putri. Putri tidak perlu mengkhawatirkan saya. Yang mulia permaisuri jauh lebih cantik daripada saya, mungkin itu sebabnya--"


"Tidak! Wanita itu tidak cantik sama sekali! Dia tidak terlihat seelegan kak Anna. Pokoknya kakak dan Kakakku harus bisa bersama!"Ucap Kath.


"Mana mungkin lagi putri. Permaisuri Ellen kan sudah menikah dengan Yang mulia Raja."Ucap Anna.


"Tidak masalah karena kakakku tidak mencintai wanita itu. Aku yakin itu soalnya kakakku pernah mengatakan bahwa dia tidak mencintai wanita itu. Dia hanya terpaksa."


"Lalu...apakah saya punya kesempatan untuk mendekati Yang mulia Raja, putri?"Tanya Anna.


"Tentu saja! Kakak kan sangat cantik. Tidak hanya itu, kakak juga sexy dan elegan seperti tipe yang kakakku sukai."Ucap Kath lagi seolah memberi harapan yang kuat.


"Haha begitu ya. Saya jadi malu mendengarnya."Ucap Anna tersipu.


"Aku akan membuat rencana supaya kakak bisa berbicara dengan kak Rich, tenang saja. Dan aku akan memberi pelajaran kepada wanita itu."Ucap Kath tersenyum licik.


Anna terlihat sangat bahagia. Namun di dalam hatinya tentu saja lain. Dia merasa bahwa dia bisa memanfaatkan keluarga kerajaan dengan sangat baik apalagi jika menyaksikan si permaisuri bisa bully di istana.

__ADS_1


****


Di Kastil Perron, Carol tiba-tiba datang berkunjung untuk menemui Tuan Erick. Saat ini Erick sedang berbicara dengan Maya tentang rencananya mengajak Maya untuk berjalan-jalan bersamanya lagi.


"Jadi bagaimana menurutmu Maya? Apa kau besok bisa pergi bersamaku?"Tanya Erick.


"Tentu saja Tuan. Dengan senang ha--"


"Tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda. Dia adalah Nona Carol."Ucap seorang pengawal.


"Oh, baiklah. Suruh dia tunggu sebentar. Aku akan datang sekitar 5 menit lagi. Jadi, kau mau kan Maya pergi bersamaku besok?"Tanya lagi Erick.


"Iya Tuan. Saya mau. Lebih baik Anda temui Nona Carol dulu."Ucap Maya.


"Ah, baik. Kalau begitu aku pergi dulu Maya."Ucap Erick tersenyum berlalu pergi.


Maya pun membalas dengan senyuman dan dia sedikit merasa sakit hati sebab sepertinya peluangnya untuk mendapatkan hati Erick kecil.


Haa...mana mungkin Tuan menyukaiku yang hanya seorang pelayan. Nona Carol jauh lebih cantik dariku dan dia berasal dari keturunan kerajaan...dibandingkan dengannya aku hanyalah sebutir debu.


Erick bergegas menemui Nona Carol. Dia masih merasa gugup seperti waktu itu.


"Senang bertemu denganmu juga Erick. Bagaimana kabarmu dan juga adikmu?"Tanya Carol ramah.


"Saya baik dan Ellen juga baik saat ini disana. Bagaimana dengan Anda sendiri Nona?"Tanya balik Erick.


"Saya juga baik. Sudah lama saya tidak mengunjungi kastil ini dan saya begitu merindukannya."Ucap Carol.


"Oh benar juga. Saya juga sudah lama tidak mengunjungi kerajaan barat. Lalu bagaimana dengan kabar Pangeran Yohannes?"


"Dia juga baik kok. Tapi saya lihat akhir-akhir ini dia sedikit agak aneh. Dia sering melamun."Jawab Carol.


"Begitukah? Apa Pangeran Yohannes memiliki masalah?"


"Saya tidak tahu Tuan Erick. Saya sudah sering bertanya, tetapi dia tidak mau mengatakannya. Daripada itu, apa Tuan punya waktu sebentar?"


"Oh kalau hari ini tentu saja saya bisa Nona."

__ADS_1


"Baguslah. Mumpung cuacanya tidak terlalu panas, temani saya berjalan-jalan sebentar di luar sambil mengobrol. Saya merindukan obrolan kita yang dulu."Ucap Carol dan itu membuat Erick kaget mendengarnya.


Bagaimana ini? Ellen pernah mengatakan padaku bahwa Maya terlihat sedih saat aku berjalan bersama Carol. Aku lebih tidak bisa melihat anak itu sedih. Tapi kalau sebentar mungkin tidak apa-apa?


"Ah, baik Nona. Kita mau jalan-jalan kemana?"Tanya Erick.


"Bagaimana kalau jalan ke kota? Ada yang ingin saya cari disana sekalian ditemani olehmu."Ucap Carol tersenyum.


"Oh baiklah...aku akan mempersiapkan kereta kudanya."Ucap Erick dan segera bergegas memanggil kurir.


Maafkan aku Maya, tapi aku tidak punya pilihan lain...


Maya mengintip pembicaraan kedua orang itu dibalik dinding. Dia merasa penasaran apa saja yang diobrolin oleh kedua orang itu. Dan dia merasa sedih saat mendengar Carol mengajak Erick kencan terlebih dahulu.


"Hei, kamu yang disana."Panggil Carol tiba-tiba. Dia ternyata sudah menyadari keberadaan Maya yang mengintip mereka.


Tentu saja itu membuat Maya kaget. "Ya, ada apa Nona?"


"Kemari."Ucap Carol. Sepertinya sifat aslinya sudah hampir keluar.


Maya pun menurut dan menghampiri Carol. Saat Maya berhadapan dengannya, aura kedua gadis itu langsung panas karena keduanya saling punya perasaan suka terhadap Erick.


"Aku tahu kau sebenarnya suka pada Erick kan? Katakan dengan jujur."Tanya Carol.


"Itu benar Nona. Saya memang menyukai Tuan Erick."Ucap Maya tanpa rasa takut.


"Mumpung aku masih bersikap baik padamu. Sebaiknya kau jauhi Erick. Dia itu milikku. Kau tidak pantas bersamanya karena kau tidak sebanding dengan diriku. Kau tidak punya apapun yang bisa dibanggakan. Apalagi jika kau hanya seorang pelayan."Ucap Carol dengan angkuh.


"Maaf Nona, tapi saya tidak bisa. Saya baru akan menyerah jika Tuan Erick tidak menyukai saya. Tapi karena saya merasa masih punya kesempatan, saya akan tetap mengejarnya."Ucap Maya tegas.


"Apa? Hahahaha...! Wah wah, ternyata kau cukup berani juga ya, dasar perempuan rendahan. Kurasa Erick tidak mungkin memandangmu. Kau tahu? Pangeran Yohannes yang mengatakan sendiri padaku bahwa dia itu suka padaku. Dan sampai sekarang dia bahkan masih gugup ketika bersamaku."Ucap Carol merasa bangga.


"Tidak masalah Nona. Saya tidak akan mengubah keputusan saya. Rasa suka Tuan Erick tidak akan bertahan lama. Dia akan segera mengetahui sifat asli Anda."Ucap Maya tersenyum.


Plak! Carol menampar pipi Maya. "Berani sekali kau! Kau kira dirimu itu siapa hah? Kita lihat saja nanti dan aku akan menyatakan perasaanku duluan padanya. Aku yakin dia akan menerimaku."


Maya hanya tetap tenang dan diam di tempatnya. Sementara Carol berjalan keluar untuk mencari Erick.

__ADS_1


Setelah Carol keluar, Maya menutup wajahnya karena dia tidak bisa menahan air matanya yang tumpah. Dia pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa tekan tombol like 👍)


__ADS_2